Hampir dua minggu Taehyung mengurung Jane seperti tahanan, dan selama itu pula Jane merasa jika apa yang telah dilakukan Taehyung terhadap dirinya itu sangat keterlaluan.
Bagaikan pelacur untuk memuaskan hasratnya, kalimat itulah yang tepat menurut Jane untuk dirinya.
Bagaimana tidak, hampir setiap hari Taehyung menyetubuhinya dan bahkan dengan seenaknya kini pria itu juga mengatur hidupnya.
Bahkan Jane dengan sangat terpaksa tidak pergi ke kantornya karena perintah mutlak yang diberikan oleh Taehyung.
Demi apapun Jane semakin membenci perlakuan Taehyung terhadap dirinya.
Seperti pagi ini keduanya saling diam tak bersuara di meja makan, tidak lebih tepatnya Jane yang sengaja mendiami Taehyung.
"Sayang..."
Sudah kesekian kalinya Taehyung mengucapkan kata itu untuk merayu Jane, namun wanita itu tetap tak bergeming dan justru semakin membuat Taehyung kesal.
"Please tell me babe, apa kesalahanku?" Taehyung terus merengek.
Masih bertanya lagi.
Hingga suapan terakhir, Jane dengan cepat menyelesaikan makanya. Lalu dengan wajah malasnya wanita itu bergegas beranjak untuk meninggalkan Taehyung.
Namun belum sempat melangkah sebuah tangan lebih dulu mencekal nya.
"Sit down!" Jane hanya mendecih tak suka.
Bukanya mengikuti perintah Taehyung, Jane justru memberontak ingin dilepaskan membuat emosi Taehyung terpancing.
"Lepas!"
"Katakan kenapa kamu terus diam dan terus mengacuhkan aku hm?" bentak Taehyung sedikit membuat Jane terkejut.
Tapi Jane tetap tidak mau mengalah, dirinya sudah sangat lelah untuk terus mengikuti kemauan Taehyung selama ini.
"Kebebasan, hanya itu." ucapnya penuh penekanan.
Taehyung berdecak keras, tau jawaban yang diberikan Jane selalu seperti itu.
"Aku lelah Tae, kurasa kamu sudah tidak mencintaiku lagi seperti dulu." kini Jane mengatakannya dengan lembut.
Lebih tepatnya lirih,
"Huhh... Bukan aku tapi kamu, Jane."
"Aku? Apakah kamu tidak menyadari jika semua perlakuanmu padaku sangat keterlaluan, Tae."
Air matanya menetes tanpa disadarinya, Jane tergugu tak berani menatap mata tajam Taehyung.
Jane benar-benar lelah menghadapi sikap Taehyung yang memperlakukan dirinya dengan sesuka hati tanpa mau memandang jika selama ini bukan cinta yang dirasakan oleh Jane, melainkan paksaan yang membuat wanita itu semakin tersiksa.
"Maaf kan aku!" hanya kalimat itu yang selalu Jane dapatkan.
Taehyung merengkuh tubuh mungil Jane, memeluknya erat dan sesekali mengecup ujung kepala Jane.
"Aku mencintaimu sangat, kumohon percayalah sayang!"
"Aku selalu berusaha, namun kamu justru semakin membuat ku tersiksa hiks..."
Jane menjeda kalimatnya, mendongakkan wajahnya untuk menatap Taehyung yang saat ini ikut menatapnya juga.
"Kamu hanya....hanya terobsesi untuk mendapatkan tubuhku, Taehyung."
Ungkap Jane terang-terangan tanpa berpikir jika ucapanya sangat menohok dihati Taehyung.
Taehyung menatap Jane semakin tajam, jelas dirinya tak mengira jika Jane akan mengatakan hal itu.
