Hari-hari kian berlalu dengan cepat, banyak hal yang dilalui dengan banyak rintangan di setiap sisinya. Namun, buah kesabaran dan ketulusan kini semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana.
Setelah bertemu dengan kedua orangtua Jane, kini hubungan antara Taehyung dan Jane sudah bisa dibilang jauh lebih serius. Karena saat di hadapkan dengan Jackson, Taehyung mampu meyakinkan pria paruh baya itu dengan kejujuran dan kesungguhanya. Meskipun banyak rentetan pertanyaan yang awalnya membuat Taehyung berdebar,
"Saya kira Jane akan mendapatkan pria yang bisa mengarahkanya ke hal-hal yang positif, setidaknya yang paham apa artinya dosa!"
"Saya tahu semua apa yang telah kalian lakukan selama ini, mengetahui hal itu saya sangat kecewa dengan kalian. Meskipun begitu saya tetap bersyukur karena Jane bisa bertemu dengan orang sepertimu. Meskipun liar namun kau cukup menyayangi Jane dan mampu mengayominya!"
"Saya akan berusaha mempercayakan putri saya untuk kau jaga, namun jangan pernah mempermainkan perasaanya. Jane adalah gadis yang sangat labil, jadi saya tidak mau jika ada yang menyakitinya."
Taehyung tahu jika gaya pacaranya dengan Jane memanglah liar, namun dari awal Taehyung memang tidak ada niatan untuk mempermainkan Jane, hanya saja perbuatan mereka yang telah melampaui batas.
"Saya berjanji tidak akan pernah menyakiti Jane, saya akan menjaga putri anda dengan penuh cinta dan kasih sayang yang saya punya. Sekali lagi saya minta maaf atas perbuatan bejat saya, dan terimakasih telah memberi saya kesempatan dan mempercayakan Jane untuk saya!"
Namun, setelah mendengar semua penjelasan dari Taehyung Jackson akhirnya bisa membuka hatinya untuk pria itu, dan bahkan mulai percaya dengan Taehyung untuk menjaga putrinya. Jackson maupun Suzy sudah bisa memahami siapa Taehyung, kini mereka sama-sama bisa berdamai dan saling mendukung hubungan antara Taehyung dan Jane.
Setidaknya tidak ada yang perlu ditakuti oleh Jane sekarang.
Begitupun sebaliknya, William juga sudah mengenal siapa kekasih dari cucunya. Tak dapat menampik semua faktanya, karena setelah tahu siapa Jane pria paruh baya itu dengan gamblang mengucap jika hanya gadis itulah yang mampu menyeimbangi Taehyung. Dan William juga percaya jika mereka akan mampu melewati betapa kerasnya Raymond, meskipun sampai sekarang Papi Taehyung belum juga terbuka hatinya namun setidaknya masih ada William yang akan mendukung dan membantu Taehyung.
Siang ini setelah kelas selesai, Taehyung memutuskan untuk ke basecame dimana biasanya dirinya berkumpul bersama dengan teman-teman se-gank nya. Sudah lama sekali rasanya Taehyung tidak mengunjungi tempat itu setelah dengan Jane, bagaimana tidak karena selama ini seluruh waktunya selalu ia gunakan bersama kekasih nya itu.
"Bagaimana kalau nanti kita sudah tidak bisa menghandle nya lagi?" Tanya Jimin ketika mereka saat ini sedang membahas tentang masa depan, akan tetapi masa depan untuk club khusus mahasiswa yang mereka dirikan dan juga persatuan dari mereka sendiri.
"Ya bagaimana lagi kalau tidak menutupnya, bro!" Celetuk Chanyeol enteng tanpa beban.
"Club itu tidak akan pernah tutup, aku sudah meresmikanya dan itu sekarang sudah legal. Tinggal cari pengelolanya saja, apakah dari kalian ada yang berminat?" Jawab Taehyung membuat mereka semua terkejut, karena mereka pikir jika Taehyung yang akan meneruskanya. Namun justru pertanyaan dari ketua mereka itu membuat mereka dipenuhi akan tanda tanya.
