02; Au mauvais moment

1K 102 36
                                        

    Melupakan semuanya begitu saja, itu jelas sangat tidak mungkin. Hari-harinya semakin terasa berat dan sangat menakutkan. Setiap detiknya selalu terbayang-bayang dengan sebuah kesalahan yang akan menimbulkan sebuah pertengkaran.

Menatap gelapnya langit malam dengan bulan sabit yang seolah menggantung di atas sana, Jennie terduduk merenung di balkon kamar miliknya.
Kejadian beberapa hari yang lalu selalu berputar memenuhi pikiranya, dimana pagi itu dirinya mengetahui sebuah fakta jika dirinya baru saja tidur dengan mantan kekasihnya, yang ternyata adik kandung dari tunanganya sendiri. Saling adu argumen yang menyambut kali pertama mereka bertatap setelah sekian lama tak bertemu secara pribadi. Pertemuan yang sangat buruk dan mengecewakan.

"Bagaimana kalau aku jujur kepada Sean? Apakah dia masih mau untuk menerimaku?" Tanya-nya kepada bulan yang seolah menjadi pendengarnya kali ini.

Setelah kejadian pagi itu, Jennie benar-benar tidak siap untuk bertemu kembali dengan Sean. Wanita itu terlalu takut jika semuanya terbongkar.

Semuanya hancur begitu saja, nasi sudah menjadi bubur. Bagaimana pun juga Jennnie benar-benar berada di dalam kondisi yang sangat sulit kali ini, dirinya masih tidak menyangka jika Taehyung akan senekad itu. Menidurinya, bahkan dengan lantang ingin dirinya berpisah dengan Sean. Namun satu hal yang paling Jennie sesali, yaitu menerima tawaran Taehyung untuk bertemu denganya. Andai malam itu Jennie menolak dan tidak mengikuti kata hatinya untuk bertemu Taehyung pasti tidak akan seperti ini jadinya.

Susah payah selama ini Jennie melupakan Taehyung, menghapus semua tentang pria itu, dan bahkan membuka lembaran baru. Namun nyatanya dunia memang terlalu sempit untuk mereka, Jennie tidak mau menyakiti Sean yang saat ini sudah menjadi tunanganya, namun disisi lain kehadiran Taehyung saat ini membuat keinginanya untuk kembali kepada pria itu justru datang kembali.

"Bukankah ini yang kau harapkan? Memiliki Taehyung kembali,-" Jennie menggeleng kepalanya, "Itu dulu Jen, sekarang kau sudah bertunangan dengan pria lain. Yang bahkan adalah kakak dari mantan kekasihmu itu sendiri."

Seolah terkutuk dengan pikiranya sendiri, Jennie hanya tidak mau jika oranglain ikut merasakan apa yang dia rasakan dulu. Jika dulu dirinya pergi dari Taehyung karena mengetahui jika pria itu berselingkuh, lalu apakah mungkin jika dia harus membalaskan semuanya kepada Sean? Karena yang di lakukanya saat ini memang tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Taehyung kepada dirinya dulu.

"Yang kau inginkan hanya Taehyung, lalu kenapa kau takut dengan Sean Jen, ayolah!"

"BAGAIMANA JIKA SEAN MENGETAHUI INI SEMUA? ADIKNYA TELAH MENIDURI TUNANGANYA SENDIRI!"

"Tinggalkan, and then back to me!"

Kalimat terakhir Taehyung seolah-olah membangkitkan pikiran jahat Jennie, wanita itu selama tiga hari ini selalu mencoba untuk mencari-cari jalan keluar supaya tidak goyah. Namun semakin dipikir, Jennie merasa jika cintanya untuk Taehyung memang tidak bisa hilang.

"Astaga, pikiranmu sangat gila Jen!" 





][][][][



       Drrtt....Drrrtttt....Drrrrtttt....Drrrrrttttt.......

Suara dering telfon yang bergesekan dengan nakas di kamar, membuat tidur Taehyung terganggu. Dengan malas pada dering ke lima akhirnya Taehyung mengambil ponselnya.

"Hal-"

"HONEYYY!! I KNOW YOU KNOW BUT, HOW ABOUT SEAN IF HE'S KNOW ALL!"

Teriakan memekak di telinga itu membuat Taehyung membola, jelas dia tahu jika yang menelfonya di jam 2 pagi hari ini adalah Jennie. Taehyung benar-benar mengenali suaranya.

Five Shoot || TAENNIETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang