Satu bulan lima belas hari ,tepat dimana usia pernikahan Taehyung dan Jisoo berlangsung.
Semuanya berjalan sesuai rencana mereka bertiga di pagi hari penuh kepiluan itu.Berlaga di depan umum menjadi sepasang suami istri yang romantis dan bahagia ,setiap hari Jisoo selalu menjalankan tugasnya sebagai istri bila di luar rumah.Hampir setiap hari wanita itu beserta Jennie selalu datang ke kantor Taehyung untuk mengantarkan bekal kepada Taehyung.
Tentunya dengan Jennie sang Chef utamanya yang menyiapkan segala menu favorit Taehyung.
Jennie dan Jisoo ,kakak beradik itu kian hari kini juga semakin terlihat akur dan kompak.
Keduanya memutuskan untuk memperbaiki hubungan yang sempat hancur dulu dengan sepakat.Mansion yang dulunya Taehyung anggap sepi tanpa kehidupan kini berubah total menjadi suasana paling terindah karena di setiap harinya hanya di taburi senyum berseri dan manis dari sang kekasih.Taehyung sangat berterimakasih karena adanya perjodohan gila itu ,setidaknya saat ini Jennie sudah jarang terlihat murung ataupun menangis karena hinaan dari Namjoon.
"Sayang.....!"
Teriakan menggema itu seketika senyap , Jantung Taehyung mencelos ketika dirinya mendapati Jennie sedang menangis di bawah Namjoon.Rupanya ,ayah mertuanya itu datang ke mansionya dan membuat ulah lagi kepada sang kekasih.
"Jisoo mohon appa ,jangan menyiksa jennie seperti itu hikss....!"
Dengan langkah melebar Taehyung menghampiri kekacauan itu ,tidak lebih tepatnya Taehyung berlari menghampiri Jennie dan memeluk wanita mungil itu.Menjauhkan jambakan Namjoon dari rambut sang kekasih.
"S-sakit appa hikss.....ampun jennie mohon ampun...."
"Dasar anak tak tahu diri ,kau memuakkan!"
Kepalanya terasa berdenyut ,Jennie benar meraskan sakit yang teramat di setiap helaian rambutnya.
Grep!!
Namjoon semakin murka ketika melihat Taehyung memeluk Jennie.
"Jisoo kau urus suami mu dengan benar.Tidak seharusnya dia memberi perlindungan pada anak tak tahu diri ini!"
"Appa!"
"T-tae....."
Taehyung menangkup kepala Jennie ,menatap mata berair wanita itu dengan nanar.
"Jangan menangis sayang....Kamu kuat hmm!"
Pandanganya buram ,Jennie benar kesakitan hingga tak berselang lama Jennie pingsan di dalam dekapan Taehyung.
Taehyung membalas tatapan Namjoon tak kalah tajam ,Taehyung benar tidak peduli dengan amarah yang akan dilayangkan untuk nya setelah ini.
"Hentikan bajingan!Angkat kaki dari rumah ku!!"
"Taehyung kau membentak appa nak?Kau berani menentangku ?"
Taehyung tersenyum sinis.
"Pria bedebah sepertimu tidak layak untuk mendapat penghormatan dari semua orang , terlebih itu Jennie.Dia wanita satu-satunya yang salah besar karena selalu patuh dan tunduk kepada mu!"
PLAK!!
Terkekeh samar ,Taehyung hanya tersenyum kecut ketika mendapat tamparan keras dari Namjoon.Pria itu sama sekali tidak mau menghormati lelaki tua dihadapanya itu lagi.
Taehyung terlalu muak ketika mengingat seberapa hancurnya Jennie dulu hingga saat ini karena ulah tua bangka di depanya saat ini.
"Pergi dari sini ,dan bawa putri kebanggan mu itu sekalian.Secepatnya aku akan menceraikan nya!"
Taehyung menerobos kedepan ,menabrak sedikit bahu Namjoon lalu melangkah cepat untuk menolong Jennie yang masih pingsan di dalam dekapanya.
