Chp 21 - Pernikahan

422 40 2
                                        

Relung awan dipenuhi kabut tebal pagi ini. Lan Xichen membawa beberapa baju hangat menuju kamar Lan WangJi, cuaca hari ini benar benar dingin. Adiknya masih belum sadarkan diri sudah hampir 1 Bulan dia terbaring di tempat tidurnya.
Lan Xichen sangat ingin membawa Lan WangJi ke kediaman Wen untuk diperiksa tapi Lan Qiren terus menegaskan untuk tidak pergi karena kondisinya sangat kacau saat ini, berhubung terlalu banyak roh jahat akhir akhir ini keadaan di tiap kota jadi cukup kacau. Entah berapa misi yang digagalkan Lan WangJi, semua sekte bahkan belum lama ini mengeluarkan surat untuk memanggil Lan WangJi ke tempat pengadilan, mereka benar benar menganggap Lan WangJi tidak cocok untuk gelar sebagai pemegang catatan kematian meskipun kultivasinya masih terhitung cukup kuat bahkan setelah mendapat pengurangan kultivasi yang cukup besar karena kegagalan misinya.

Lan Xichen meraih kain tebal yang berada di ujung ranjang dan menyelimuti adiknya, berharap dia hanya kelelahan karena tugasnya tapi tidur selama ini benar benar membuat Lan Xichen risau.

Dia mengambil seruling dan mulai meniupnya, menyalurkan kultivasinya kepada pemegang kultivasi tertinggi! Tidak dimatanya pria dingin itu hanyalah adik kecilnya. Tiba tiba terdengar suara seruling lain, Lan Xichen segera berhenti meniup dan menoleh ke arah sumber suara, itu adalah
Wei WuXian dengan serulingnya, dia membungkuk,
"Zewujun, Lan Zhan tidak membalas pesanku jadi aku kemari"

"WangJi masih belum bangun"
Ujar Lan Xichen dia melirik adiknya yang terbaring.

"Ey? Ini sudah siang! Aku baru tau dia tidak bisa bangun pagi atau bagaimana?"
Tanya Wei WuXian sembari menghampiri.

"Wei Xiong Dia belum bangun dari sejak aku membawanya kembali ke gusu"
Jawab Lan Xichen dia melirik lagi pada Wei WuXian yang langsung membeku mendengar jawabannya.
Sebenarnya Lan Qiren tidak ingin semua orang tau kondisi Lan WangJi saat ini.

Lan Xichen mengulurkan tangannya menepuk pundak Wei WuXian pelan,
"Tidak usah khawatir-"

Wei WuXian tiba tiba berteriak
"LAN ZHAN! KAU BANGUN SEKARANG JUGA!!!"
dia menghentakan kakinya benar benar membuat Lan Xichen terkejut. Tak lama dia menjatuhkan dirinya dan meraih tangan Lan WangJi,
"Kau jangan begini padaku, bangun ya Lan Zhan..."

Lan Xichen menghela nafas dia membungkuk untuk membangunkan Wei WuXian dari lantai dan membuatnya duduk di ranjang,
"Wei Xiong jika tidak salah umur kandunganmu sudah 3 bulan?"

Wei WuXian mengangguk dia masih menatapi kekasihnya sesekali dia mengelus dahi Lan WangJi.
"Apa kau sudah berdiskusi untuk menikah dengan WangJi?"
Tanya Lan Xichen.

Wei WuXian menggelengkan kepalanya.
Lan Xichen menghela nafas,
"Kau tau paman akan marah jika dia tahu hal ini jadi sebaiknya kau segera memutuskannya sebelum perutmu semakin besar"

Wei WuXian melirik,
"Ya kau harus memerintahkan adikmu untuk bangun.."

Lan Xichen tersenyum,
"Dia akan baik baik saja"

"Mm! Lan Zhan akan baik baik saja!"
Ujar Wei WuXian dia menggenggam tangan Lan WangJi lalu mengecupnya.

"Wei WuXian"

Panggil orang yang terbaring itu membuat mata Wei WuXian terbuka lebar dia senang tapi bingung diwaktu yang sama,
"Kau bangun Lan Zhan"
Ujar Wei WuXian wjahnya tidak terlihat senang.

Lan Xichen segera membantu adiknya untuk bangun,
"Wangji..Jika ada yang masih terasa sakit katakan padaku"

"Iya"

Wei WuXian alih alih merasa bahagia dia justru menatap Lan WangJi datar. Lan WangJi meliriknya dia tersenyum,
"Wei Ying"

Tapi Wei WuXian masih tidak bergeming dia terus menatapi
Lan WangJi matanya seperti memiliki banyak pertanyaan untuk dilontarkan pada kekasihnya itu.
Bahkan senyuman Lan WangJi membuatnya mengerenyit dia berpaling.

HEARTLESS  [MDZS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang