Chp 10 - Perjamuan Malam

1K 152 14
                                        

....

"Aku..mati?"

Tanya Wei WuXian dia melangkah mundur menjauhi Lan Wangji.

"Ya"
Jawab lan wangji dia memalingkan wajahnya.
Wei wuxian membeku didepan sana, matanya terus menatap lan wangji nanar,
"Ka- kapan?"
Tanyanya lagi.

"Saat usiamu 20 tahun."

Wei WuXian mengangguk, dia terdiam beberapa saat lalu berujar,
"Tidak apa, kita punya 3 tahun, lan zhan-"

Lan Wangji menyela,
"Apa kau tidak mengerti? 3 tahun itu waktu yang singkat untukku! Kau..Seperti mayat dari sejak sekarang.."

Wei WuXian,
"MATI YA MATI! MAU BAGAIMANA? Tidak bisakah kau membuatku bahagia dalam 3 tahun itu?"

Lan Wangji berpaling dia berujar,
"Tidak, itu membuang buang waktuku-"

Wei WuXian mengejar dia menarik tangan Lan Wangji,
"3 HARI YANG KITA LEWATI ITU MEMANG TIDAK MEMPUNYAI ARTI APAPUN BAGIMU! TAPI AKU...AKU MENYUKAIMU! LAN ZHAN SINGKIRKAN CATATAN KEMATIANMU ITU! DAN LUPAKAN AKU AKAN MATI! TIDAK BISAKAH BEGITU!"

"TIDAK BISA!"
Tegas Lan Wangji, dia menepis tangan Wei WuXian dan bergegas pergi keluar dari kamarnya.

    Wei WuXian termenung didalam kamarnya, terdiam menatap pintu dimana pria yang baru saja menyakiti hatinya itu pergi.
"Sialan!"
Umpatnya dia mengusap pipinya saat merasakan air mata menetes,
"Wei WuXian! Wei WuXian apa yang kau pikirkan ha? Itu cuma 3 hari bukan apa apa! Lan Wangji... dia..dia bukan siapa siapa.."

"WEI WUXIAN!"
Tegur Jiang Cheng dia masuk ke kamar tanpa permisi.
Wei WuXian segera menghapus air matanya dia mencoba terlihat netral.
"Apa yang kau lakukan pada Lan Wangji ha? Dia baru saja sampai dan tadi bergegas memaksa kakaknya pulang, dia juga berteriak! Sangat tidak etis dilihat!"

"Kenapa bertanya padaku... tanyakan saja apa yang dia lakukan padaku terlebih dahulu."
Jawab Wei WuXian dia mendorong Jiang Cheng keluar kamarnya.
"Kalian bertengkar ha?"
Tanyanya lagi berusaha menahan tangan Wei Wuxian yang terus memaksanya keluar kamar.

"Aku tidak mau bicara!"

.....


Sebelumnya Lan Wangji memaksa kakaknya untuk segera pergi dari yunmeng. Dia berteriak lantang saat kakaknya mencoba menasehati bahwa mereka baru saja sampai.
Lan Xichen untuk pertama kalinya melihat adiknya yang tidak terkontrol.
Dia dalam Mobil, sembari menyetir dia bertanya,
"Apa yang terjadi?"

Lan Wangji mengalihkan pandangannya ke jendela mobil,
"Tidak ada."

Lan Xichen
"Apa kalian bertengkar?"

Lan Wangji,
"Tidak"

Lan Xichen menghela napas, dia memasang wajah agak murung
"Ini pertama kalinya kau berbohong padaku.."

Lan Wangji,
"Aku.. aku tidak ingin menikah dengan Wei ying"

Lan Xichen,
"Apa? Kenapa?"

"Tidak suka.."

Lan Xichen menggelengkan kepalanya, dia tidak merespon sedikitpun. Semua yang adiknya katakan adalah kebohongan, bagi seorang kakak yang selama ini membimbing adiknya untuk terus berkata jujur rasanya agak sedikit menyakitkan baginya ketika mengetahui adiknya berbohong.

....

    Malam hari di kediaman keluarga Lan. Mereka mengadakan sebuah perjamuan yang biasanya diadakan setiap tahun untuk lebih mengenalkan Pemegang catatan kematian pada keluarga lain.
Biasanya hanya beberapa orang penting yang diundang, seperti kerabat dekat dan para pemimpin keluarga.

Lan WangJi berpakaian sangat rapi malam itu, dia memakai sebuah jas putih dan sebuah hiasan dari giok yang diukir membentuk awan di dada kirinya.

Lan WangJi membungkuk setiap bertemu tamu.
Dia membeku saat membungkuk pada seseorang yang memakai jas hitam yang tampak elegan dengan memakai dalaman hangat setengah leher, pria itu dengan santainya meminum jus jeruk yang ada ditangannya saat Lan Wangji membungkuk
"KAU!"

Itu Wei Wuxian, dia menghadiri perjamuan itu walaupun seharusnya tidak ada disana,
"Apa?"
Tanya Wei WuXian dia tersenyum, sembari menganyunkan gelas yang ada ditangannya.

Lan Wangji mengerenyit,
Da tiba tiba menarik Wei Wuxiam menjauh dari kerumunan. Wei wuxian tidak menolak sedikitpun dia mengikuti kemana pria dingin itu menyeretnya.
Lan Wangji berhenti dipojokan ruangan, dia berbisik,
"Sudah kubilang kita tidak bisa menikah! Jangan terus berusaha-"

Wei WuXian menyela,
"Jangan terlalu percaya diri, aku kemari atas undangan kakakmu, apa kau lupa er gege?"

Lan Wangji,
"Aku tidak suka kau muncul dihadapanku!"

Wei wuxian tertawa kecil, dia mengangguk lalu mengulurkan tangannya dan menyentik dahi Lan Wangji pelan,
"Kenapa? Apa karena mayat ini terus menganggu pikiranmu hm?"

Lan Wangji,
"KAU-"

"Apa? Jangan khawatir er gege 3 hari yang kita lewati sudah berlalu, akan aku jalani 3 tahunku untuk menggoda yang lain.. ya mencari kebahagianku sendiri. Aku tidak peduli pada kematian."
Ujar Wei Wuxian dia mengalihkan pandangannya dan secara tiba tiba mengangkat tangannya, dia berteriak,
"ZIXUAN!"

Orang yang disebrang menoleh, hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Wei Wuxian tersenyum dia melangkah untuk menemui pria itu namun Lan Wangji tiba tiba menahannya,
"Siapa?"

"Apa pedulimu?"
Tanya Wei Wuxian dingin.
Dia tidak melirik sedikitpun hanya menunduk dengan tangannya yang digenggam erat oleh Lan Wangji.

"Aku bertanya, dia siapa?"
Ulang Lan Wangji dia semakin mengeratkan genggamannya.

Wei wuxian melirik,
"Zixuan, pacar shijie..."

"OY WEI XIONG!"
Seseorang berteriak dia melambaikan tangannya dengan semangat.
Wei wuxian yang masih ditahan berbinar mendapati Nie huaisang ikut datang diperjamuan tersebut.
Dia menepuk tangan Lan Wangji,
"Lepas lepas!"

Lan Wangji,
"Dan dia siapa?"

Wei WuXian melirik sinis,
"KAU INI! Apa yang kau mau sebenarnya? Aku bersama orang lain tidak boleh dan bersama kau juga tidak boleh!"

Lan Wangji menarik Wei Wuxian mendekat, dia berujar dengan penuh penekanan,
"Bahkan saat kau akan mati kau masih bisa menggoda orang lain?!"

"INI AKU BUKAN KAU! BAGAIMANA AKU MATI DAN BAGAIMANA AKU HIDUP! BUKAN URUSANMU!"
Jawab Wei Wuxian dia mendekatkan wajahnya dengan sukarela.



.....





Author note:
Buka jasa dorong kepala mereka biar bisa ciuman🙋‍♂️

HEARTLESS  [MDZS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang