chp 14 - Kejujuran

1.6K 180 22
                                        

...

Setelah mengetahui bahwa anak yang tertulis dicatatan kematian adalah anaknya, Lan WangJi bergegas pergi ke yunmeng.
Seperti biasa dia ditemani kakaknya, Lan Xichen.

Saat sampai disana dia tidak berpikir sedikitpun, keluar dari mobil dan dengan cepat berusaha masuk ke kediaman keluarga jiang.
Tapi sepertinya sesuatu yang salah sudah terjadi, semua orang yang ada disana segera menghentikan Lan WangJi walaupun harusnya mereka tau bahwa Lan WangJi merupakan tamu yang tidak boleh ditolak untuk masuk.
Alasannya karna dia pemegang catatan kematian.

"Apa yang kau lakukan disini?"
Tanya seorang paman, sembari memegangi Lan WangJi agar tidak masuk lebih jauh,
"Menemui wuxian"
Jawabnya.

"Kau dilarang masuk"
Ujar Jiang Cheng, dia perlahan mendekati Lan Wangji dengan wajah yang tampak agak kesal

Lan WangJi,
"Biarkan aku masuk"

Jiang Cheng,
"kenapa aku harus membiarkan orang seperti kau masuk kedalam rumahku?"

Lan Wangji,
"Wei ying... aku ingin menemui dia"

Jiang Cheng,
"Pwih Lan Wangji jangan bermimpi, sepertinya Wei WuXian tidak ingin bertemu denganmu lagi seumur hidupnya."

"Dia sedang mengandung bukan?"
Tanya Lan WangJI, dia mengepalkan tangannya kuat kuat.
Jiang Cheng menatapnya tajam,
"OH JADI KAU TAHU DAN BARU MEMUTUSKAN UNTUK MELIHATNYA SEKARANG?"

Lan Xichen,
"Wanyin, wangji tidak bermaksud seperti itu"

Lan Wangji memalingkan wajahnya. Dia sudah tidak tahan dengan semua omong kosong dihadapannya.
Dengan segenap hatinya dia memutuskan untuk berlutut.
Semua orang yang ada disana membelalak,
"Tolong...biarkan aku melihatnya. Aku memohon padamu"

"Bahkan jika kau mencium kakiku aku tidak akan membiarkan mu masuk"
Jawab jiang cheng sembari melipatkan tangannya didada.

"Benar"
Gumam Lan WangJi.
Dia kembali beranjak dan dengan berat hati dia mengeluarkan bichen,
"Aku tidak membutuhkan izin"
Lanjutnya sembari mengarahkan pedang pada jiang cheng.
"Aku seorang pemegang catatan kematian"
Ujarnya lagi, dia melangkahkan kakinya membuat jiang cheng mundur perlahan.
Semua orang yang ada disana juga tidak berani melawan Lan WangJi.
Tentu saja pria itu bahkan dengan mudah kembali ke peringkat satu kultivitas siapa yang berani melawannya?

Sebuah aura hitam seperti menyelimuti Lan Wangji, dia dengan berani melewati jiang cheng begitu saja dan pergi ke dalam kediaman keluarga jiang.

....


     Disisi lain, tepat dikamarnya Wei WuXian sedang berusaha meminum satu botol pil.
Dia meminumnya satu per satu dan menahan mulutnya untuk tidak memuntahkan pil itu keluar, terlalu banyak untuk dosis yang dianjurkan. Anggap saja pria satu ini sedang egois, dia berniat mengugurkan anaknya bahkan saat ayahnya tidak tau tentang keberadaan anak itu.
   Sejujurnya dia tidak ingin pria dingin itu tau, percuma pikirnya, Lan WangJi adalah pria brengsek yang hanya memikirkan dirinya sendiri, walaupun wajahnya tampak begitu suci tapi nyatanya wajah itulah yang telah menyakiti dia selama ini.

Wei WuXian sangat tersiksa ketika dia mencoba menyembunyikan kehamilannya, saat kepalanya pusing, saat dirinya merasa mual, bahkan saat dia mengiinkan sesuatu yang bukan berasal dari dirinya dia tetap berusaha menahannya.
Bahkan setelah jiang cheng mengetahuinya dan segera menyebar ke kediaman keluarga jiang dia tetap terus menahannya seolah tidak ada yang terjadi pada dirinya.

    Kali ini pil ke 9 Wei WuXian tanpa dia sadari matanya mulai berair, dadanya sesak dia tidak ingin melepaskan anak yang tidak berdosa itu pergi.
"Lan jilian itu namamu, maafkan aku"
Bisiknya, dia kembali mengambil pil yang lain.

Blam!

Pintu kamar Wei WuXian tiba tiba di dobrak, pria dengan pakaian serba putih layaknya malaikat itu segera mendekap kekasihnya dia melemparkan pil itu jauh jauh dan memukul punggungnya,
"Muntahkan!!!"
Teriaknya sembari terus menepuk sampai sebagian dari pil itu dimuntahkan oleh Wei WuXian.

Pria kecil itu terbatuk batuk, dirinya agak terkejut sampai tidak tau harus berbuat apa sejak Lan WangJi masuk.
Dia terengah,
"Uhukk! Akh! K-kau... apa yang kau lakukan barusan... apa pemilik catatan kematian baru saja menjalankan... tugasnya?"
Tanya Wei WuXian dingin.

Lan WangJi masih terdiam disana, dia memeluk Wei WuXian tampak begitu rindu berada sedekat itu dengan pujaan hatinya.
Andai pria kecil itu bisa melihat wajahnya saat ini mungkin kemarahannya akan sedikit mereda.

"Hanguang jun.. sang pemilik catatan kematian... apa nama anakmu tertulis disana?"
Ujar Wei WuXian dia menyentuh tangan Lan WangJi yang melingkar di perutnya.

Lan WangJi masih enggan membuka mulutnya, dia menenggelamkan wajahnya dipundak Wei WuXian.
Pria kecil itu bisa merasakan punggungnya mulai basah dengan air mata.
Dia kembali berujar,
"Aku hanya berusha menyelamatkan anak ini lan zhan... aku akan mati 3 tahun kedepan lalu dia mau bersama siapa..."

"Kau tidak akan mati"
Jawab Lan WangJi parau, dia mengenggam tangan Wei WuXian yang sedari tadi menyentuh tangannya.
Kepalanya semakin tertunduk,
"Aku takut"
Bisiknya pelan.

"Hm?"

"Aku takut...wei ying"

"Lan zhan?"

"Aku benar benar takut"
Ujarn Lan WangJi yang akhirnya memutuskan untuk berdiri dan berlutut dihadapan Wei WuXian, tangannya terulur menarik pria itu mendekat,
Memeluknya dan menyentuh perutnya yang sudah tampak membesar,
"Kau akan hidup... bersama dia"

"Apa yang kau bicarakan?"

"Tolong hiduplah lebih lama"
Bisik Lan WangJi.
Wei WuXian membelalak,
"Kau berkata seperti itu pada seseorang yang akan menjadi mayat?"

"Bukankah kau bilang semuanya akan menjadi mayat?"
Tanya Lan WangJi dia mengecup pipi Wei WuXian lembut.

DEG!

Jantung Wei WuXian berdetak kencang, pipinya memerah tapi matanya masih saja berair, mulutnya seperti baru saja dikunci sampai dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun atas perkataan Lan WangJi.

"Kalian akan hidup untukku"
Ujar Lan WangJi dia menyentuh kepala Wei WuXian dan membelainya.

"Tentu jika kamu mengiinkan begitu... temani aku untuk tiga tahun terakhir dan tolong jaga dia.."

Lan WangJi menggelengkan kepalanya pelan,
"Tidak.. kau yang temani aku untuk satu tahun terakhir"

....














Authot note:

Dengan ini author menyatakan

Tidak bertanggung jawab atas satu tetes atau lebih air mata.

HEARTLESS  [MDZS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang