"LAN ZHAN!"
Teriak Wei Wuxian, dia memasuki kamarnya dan memergoki pria itu sedang meminum teh.
"Aku mau itu"
Pintanya, dia memelas sembari menunjuk cangkir yang ada ditangan kanan Lan Wangji.
Lan Wangji menatapnya pria itu datar,
"Tidak akan kuberikan"
"KENAPA?!"
Tanya Wei Wuxian dia duduk disamping Lan Wangji.
Orang ini entah kenapa sangat mengiinkan teh itu, tidak tau hanya untuk menggoda Lan Wangji atau benar benar mengiinkanya, faktanya sebelumnya dia sudah memuntahkan teh itu.
"Teh satu tahun lalu milikku sudah kau habiskan tadi pagi"
Ujar Lan Wangji mengingatkan Wei Wuxian bahwa teh mahal itu telah dia sia siakan.
Sejujurnya tadi pagi dia memuntahkannya bukan karena rasanya tapi harum teh nya benar benar menyengat sampai membutnya mual, kali ini dia yakin bisa meminumnya jadi terus memaksa Lan Wangji untuk memberikannya,
"Aku memuntahkannya! Kau beri aku punyamu sedikit saja!"
"Tidak"
"Sedikit lan zhan"
Lan Wangji menghela napas, dia menunduk,
"Biarkan aku meminumnya untuk yang terakhir kali..."
Wei Wuxian mengerenyit, dia mengangkat dagu Lan Wangji dengan jarinya,
"Apa maksudmu?"
"Maksudku... kau bisa mengambilnya lain kali, tidak untuk tahun ini"
tentu saja, karena umur Lan Wangji saat ini 19 tahun, dia takut teh itu tidak lagi bisa dia minum tahun depan. Mungkin dia bisa membagi jatahnya setelah dia mati?
Wei Wuxian memiringkan kepalanya,
"Kau janji?"
"Janji"
"Baiklah lupakan tehnya. lan zhan aku mau bertanya, jika kau memiliki seorang anak nama apa yang akan kau berikan?"
'Apa?' Tanya Lan Wangji dalam batinnya, dia menatap serius Wei Wuxian tapi tidak berbicara sedikitpun.
Halisnya dirajut.
Wei Wuxian tertawa canggung, dia melambaikan kedua tangannya,
"Ahaha tidak tidak jangan salah paham, aku hanya bertanya"
"Konyol"
"Jawab saja er gege!"
"Kenapa aku harus memberitahumu"
"Em.. mungkin karena aku akan menamai anakku dengan nama pemberianmu kelak, walaupun aku menikah dengan pria lain..emm"
Ujar Wei Wuxian dia menaruh tangannya di dagu.
" 'ji' itu untuk awalan namanya"
"Oh baiklah jika nanti aku menikah dengan seorang alpha anakku kunamakan jihua atau jingmi, karena dia anak pertama jadi kunamakan dengan pilihan pacar pertama. Ide bagus bukan?"
"Nama yang jelek, dan apa yang kau pikirkan dengan hanya hidup 3 tahun dan bermimpi sebanyak itu"
"Apa kau cemburu?"
"Tidak"
"Kau cemburu?"
"Tidak!!"
"Kenapa kau tidak menyukaiku?"
"Aku menyukai mianmian"
Ujar Lan Wangji, dia tidak memikirkan apapun selain kata kata itu untuk membuat Wei Wuxian berhenti bicara.
Dan benar saja pria itu langsung terdiam, bukan hanya terdiam wajahnya bahkan tampak begitu menyedihkan.
"Ah begitu... kau menyukai mianmian. Tidak heran dia memang gadis yang manis tapi... lan zhan apa menurutmu dia... dia benar benar lebih baik dariku?"
Tanya Wei WuXian dia menatap Lan Wangji dalam.
Pria dingin itu tidak menjawab dia hanya mengangguk pelan.
Dan tentu saja kebisuan itu terlalu menyakitkan bagi Wei Wuxian. Dia beranjak dengan wajah yang agak murung dan melemparkan sebuah kartu kredit miliknya tepat ke paha Lan Wangji.
Dia berujar dingin,
"Oh ya mianmian sangat baik... dan lan zhan jika kau berpikir aku sangat menyukai uangmu aku rasa aku harus mengembalikan uang yang kau habiskan selama kita berkencan. Ambil itu kata sandinya ulang tahunku kau cari tau sendiri."
Ujarnya, dia melangkahkan kakinya untuk pergi, selang beberapa langkah Wei WuXian tiba tiba berhenti dia menunduk,
"Aku rasa aku lebih menyukaimu dari pada uangmu"
"Mau kemana?"
Tanya Lan Wangji, dia mengabaikan semua kata kata Wei Wuxian bahkan kartu kredit yang ada di pahanya.
"Pulang"
Jawab Wei Wuxian.
Lan WangJi,
"Bukankah kau mau menginap?"
Wei WuXian,
"Ah dan bukannya kau tidak suka aku disini"
Suka, tentu pria dingin itu suka.
Wei wuxian benar benar dibuat terluka dengan kebohongan Lan WangJi hampir membuat hatinya mati rasa.
Tidak mengerti apa yang membuat pria kecil itu begitu jatuh cinta yang jelas sulit untuk berpaling.
Wei WuXian memalingkan wajah.
Perlahan pergi dari ruangan itu.
....
3 bulan setelah kepulangan Wei WuXian ke yunmeng.
Seperti biasa gusu selalu terasa damai, hal ini yang membuat rasa kesepian Lan WangJi semakin kuat.
Bahkan tanpa sadar akhir akhir ini dia mulai menanyai kakaknya tentang 'apakah Wei WuXian datang berkunjung'
Tidak tahu sesakit apa hati pria kecil itu sampai membuatnya enggan untuk kembali ke gusu.
Lan Wangji siang ini membawa beberapa buku kekamar kakaknya, dia lagi lagi bertanya,
"Apa Wei ying berkunjung?"
Lan Xichen terdiam beberapa saat lalu menepuk bahu Lan WangJi dia tersenyum,
"Tidak, tapi jika kau ingin pergi menemuinya akan ku antar."
"Mm tidak perlu"
Ujar Lan Wangji dia memberikan buku yang ada ditangannya pada Lan Xichen.
"Xiongzhang"
"Ya?"
"Aku menemukan beberapa kejanggalan di catatan kematian."
Ujar Lan Wangji dia segera melihat catatan kematian, lalu menyebutkan detail nya pada Kakaknya.
"Ada seorang yang akan mati tapi usianya disini tertulis 0... namanya Lan JiLian."
"Apa ada yang namannya JiLian disini?"
"Aku sudah mencari tau, tidak ada"
"Begitukah? Lalu bagaimana dengan anak yang belum lahir?"
"Mungkin"
"Oh dan paman bilang dia ingin memberikan nama 'Lian' untuk keturunan Lan berikutnya. Mm siapa yang sedang mengandung?"
"Lian? Xiongzhang bagaimana kau bisa tau?"
"Saat kami minum teh, Wei gongzi tiba tiba datang dan menanyakan hal itu."
Lan WangJi membeku.
Setelah dipikir pikir kembali 3 bulan lalu Wei WuXian pernah bertanya padanya tentang nama apa yang akan diberikan Lan WangJi pada anaknya. Dadanya tiba tiba terasa sakit,
"Ji-Jilian.."
"Ada apa wangji?"
Tanya Lan Xichen melihat wajah adiknya yang tampak begitu pucat.
"XIONGZHANG! ITU ANAKKU!"
....
A
uthor note:
Hai lama tak jumpa
Mari kita makan bawang.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEARTLESS [MDZS]
FanficPara kultivator hidup dijaman modern, dimana status sebagai alpha dan omega dipandang sangat penting. Lelaki omega selalu dipandang rendah. Wei WuXian contohnya, sejak mengetahui bahwa dia terlahir sebagai lelaki omega saat umurnya 17 tahun dia j...
![HEARTLESS [MDZS]](https://img.wattpad.com/cover/241782753-64-k173088.jpg)