Chapter 12

164 15 3
                                    

Takaaki menepati janjinya untuk mengunjungi Shiho di sela-sela kesibukannya setidaknya sebulan sekali sambil membawa Ai. Merawat bayi seorang diri memang tidak mudah untuk seorang bujang. Takaaki harus mempersiapkan segala sesuatunya di pagi buta sebelum menyerahkan Ai ke daily care. Kemudian di sore hari sepulang kerja, ia akan menjemput Ai lagi dan mengurusnya sampai menidurkannya dengan dongeng. Untungnya dia punya dua sahabat yang baik. Yamato dan Yui sering datang untuk membantu, mereka juga sayang terhadap bayi mungil itu. Bantuan mereka sangat berarti terutama bila Ai sedang sakit dan rewelnya bukan main. Trio Nagano harus menggendongnya bergantian supaya dia tidak menangis.

Di penjara Shiho menjalani kegiatan sehari-harinya. Ia mengerjakan segala aktivitas di penjara mulai dari merajut, menjahit hingga bersih-bersih. Ia juga mengajari para wanita di rumah tahanan bercocok tanam agar kelak ketika mereka keluar, mereka memiliki keterampilan untuk bertahan hidup. Di malam hari, ia akan tidur sambil mendengarkan audionya yang dibawakan oleh Takaaki. Audio yang berisi rekaman suara ibunya dan suara rekaman Takaaki ketika mendongeng untuk Ai setiap malam. Benda itu menjadi harta berharga Shiho. Ia tersenyum setiap kali membayangkan Takaaki mendongeng diselingi gumaman-gumaman lembut Ai.

Berkat kelakuan baiknya, Shiho mendapatkan remisi 1,5 tahun. Ia keluar penjara lebih cepat. Takaaki dan Ai menjemputnya ketika akhirnya Shiho menginjakkan kakinya kembali ke dunia luar.

"Oka-chaaan..." Ai berlari-lari menghampiri ibunya. Usianya saat itu sudah menginjak 3,5 tahun.

Shiho tersenyum seraya berlutut memeluk putrinya penuh kerinduan, "Ai-Chan..." bisiknya sambil mengecup pipi tembam anak itu.

"Aku kangen Oka-chan..."

"Eh, Okasan juga kangen Ai-Chan."

Shiho melepas putrinya untuk menatap wajahnya, "Ai-Chan tidak nakal kan selama Okasan tidak ada?"

"Tidak kok."

"Makanannya selalu habis kan?" tanya Shiho seraya menyibak rambut Ai.

"Habis. Oto-chan bilang harus habis, biar Ai cepat besar."

Shiho terkekeh geli dengan tingkah polosnya.

"Okairi Shiho," sambut Takaaki.

Sambil menggendong Ai, Shiho menghadapinya, "terima kasih sudah mengajak Ai untuk menjemputku."

"Senang melihatmu bebas lebih cepat."

"Eh, maaf telah merepotkanmu, Yui-San dan Inspektur Yamato dalam mengurus Ai selama ini," ucap Shiho.

"Kami senang melakukannya Shiho. Lagipula Ai-Chan telah membuat mereka semakin dekat."

Shiho tersenyum, "begitu rupanya."

"Pulang sekarang?"

"Pulang?"

"Eh, pulang ke Nagano."

Shiho mengangguk.

Takaaki membawakan koper Shiho ke mobil sementara Ai masih terus menempel sama ibunya. Takaaki mengendarai mobil kembali ke Nagano dan begitu masuk wilayah perbatasan, mereka berhenti di sebuah restoran untuk makan siang yang agak terlambat.

"Nani? Jadi kau tidak akan kembali ke rumahku?" tanya Takaaki.

Shiho menggeleng, "aku kira Yui-San sudah menceritakannya."

"Kami belum bertemu sejak Uehara dan Kansuke kembali dari dinas."

"Jadi, aku masih dikenakan wajib lapor, tapi kepolisian Nagano memutuskan ide yang lebih baik, yaitu merekrutku menjadi ahli forensik. Aku akan menerima pekerjaan itu, untuk sementara aku akan tinggal bersama Yui-San sampai aku mampu menemukan tempat tinggal lain."

The ProtectorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang