part 14. Tumpah

2.4K 147 8
                                        

HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
.
SELAMAT MENIKMATI
.
.
.
.
.
jangan lupa vote and komen

Bel masuk baru saja berbunyi dan seluruh murid segera memasuki kelasnya masing, begitupun dengan Davian Dkk.

Dan sialnya pelajaran pertama adalah bahasa indonesia yang di gurui oleh bu Rita yang di mana tugas yang di berikannya belum Davian kerjakan atau sengaja di hancurkan.

Semua murid duduk dengan anteng di mejanya masing-masing menunggu datangnya sang guru sembari menyiapkan laporan yang sudah mereka selsaikan.

Tak lama dari itu bu Rita datang dengan senyum ramah menyapa murid muridnya.

"Selamat pagi anak anak!"

"Pagi juga bu!"

Bu Rita mengedarkan pandangannya ke sepenjuru kelas dan tampak di setiap meja muridnya terdapat sebuah map yang ia yakini adalah hasil dari tugas yang ia berikan.

"Oke, tampaknya kalian sudah mengerjakan tugas yang saya berikan rupanya, bagus sekali! Kalau begitu kumpulkan kedepan ya!"

Bu Rita dengan segera duduk kemejanya dan para murid satu persatu maju kedepan untuk menyerahkan tugasnya.

Davian segera berdiri dari tempat duduknya yang membuat teman-teman memandang dirinya bingung.

"Bu Rita" panggil Davian.

Bu Rita yang tengah menghitung jumlah tugas yang di kumpulkan pun menoleh kala namanya di panggil,"Ya? Ouh, Davian ya? Ada apa nak?"

Para murid pun menghentikan aktivitasnya dan melihat apa yang sedang terjadi.

"Sebelumnya saya minta maaf bu, saya tidak mengerjakan tugas yang anda berikan."

Raut wajah bu Rita sedikit berubah,"Mengapa? Bukanya saya sudah mengingatkan sebelumnya, untuk jangan lupa mengerjakan tugas yang saya berikan, teman-teman mu yang lain saja mengerjakan, mengapa kamu tidak? Saya harap kamu memberikan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan saya."

"Ini murni kelalaian saya, dan saya siap menerima hukuman apapun dan saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi." Tak ada alasan yang bisa Davian berikan, karena mana mungkin Davian jujur tentang yang sebenarnya.

Bu Rita menghela napas,"Saya suka dengan kejujuran kamu, tapi sekali salah tetap salah, dan berhubung kamu masih tergolong baru disini jadi sebagai hukumannya kamu harus membantu ibu untuk menerangkan kepada teman-teman kamu mengenai materi yang akan saya ajarkan hari ini, bisa?"

"Bisa bu."

.....

Di lorong Davian, Dhaniel, Dimas, Angga dan Shaka berjalan beriringan untuk pergi ke kantin setelah bel istirahan berbunyi beberapa menit yang lalu.

"Anjai entah kenapa gue ngerasa bangga banget bisa temenan sama lo Dav!" Seru Angga sambil merangkul akrab bahu Davian yang hanya mampu tersenyum menanggapi ocehan teman-teman nya.

"Iya woy, penjelasan yang lo kasih itu mudah banget di pahami ketimbang penjelasan dari bu Rita mana pembawaan lo itu asik dan gak boring lagi, jadi semangat gue belajarnya!" Timpal Shaka

"Betul tuh bu Rita aja ngakuin, gue aja yang biasanya bingung dan ngantuk waktu pembelajaran bu Rita jadi semangat dan gak ngantuk!" Dimas menambahkan dengan nada menggebu-gebu.

Davian tersenyum kecil dengan kepala menggeleng"kalian terlalu berlebihan."

"Berlebihan dari mana sih, emang bener kok, asal lo tahu aja ya Dav di sekolah ini bu Rita itu salah satu Guru yang jarang banget muji kemampuan muridnya, tapi tadi dia muji lo yang artinya lo itu hebat banget, mana pas lo ngejelasin di depan tadi tuh entah kenapa gue malah ngerasa lagi liat dosen muda yang lagi ngajar di kelasnya." Sahut Shaka merasa tak terima.

HIDDEN DESIRETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang