Bagian tanpa judul 23

3K 183 58
                                        

Pabet balik lagi nih! ada yang kangen gak? adain dong :v apa kangennya ama Eliz ama Carlos? :'v.

Sekedar informasi kalau ada yang invite FB (Alycia Elizabeth(pabet)) invite yang ini aja dan tolong inbox aku ntar aku konfrim soalnya fb itu emang kubuat khusus para readers di Wattpad :v. Well dari pada pabet banyak ngomong mending langsung baca ceritanya :v. WARNING FOR TYPO GUYS!

-------------

Eliz Pov

Setelah kejadian saat salah satu maidnya ingin mebunuhku Carlos langsung saja menyuruhku untuk terus berada disisinya! bayangkan masa mandi juga sih? ogah gila! Tapi jujur saja aku kasian dengan perempuan waktu itu

Flashback

Aku merasakan diriku di tarik menuju ruang bawah tanah oleh tangan yang kasar. Pertama kali kaki ku melangkah keruangan itu kurasakan kelembapan dan kegelapan yang amat sangat, bahkan aku juga bisa merasakan bau anyir di mana mana.

Bertahun tahun aku menunggumu akhirnya saat ini datang juga.

Suara itu? bagaimana bisa? oke akan kuperjelas saja suara itu adalah salah satu rekanku ah bukan rekanku tapi cintaku yang tidak sengaja ku bunuh karena panah yang digunakan Angel saat ini. Kejadiannya sudah 2 tahun lamanya tapi aku masih dapat mengingat dengan jelas apa yang terjadi saat itu.

#3 Tahun lalu

Apa yang harus aku lakukan? kupandangi orang orang di sekitarku yang nampak tidak takut sama sekali apa yang akan mereka hadapi, bahkan mereka masih dapat tertawa. Sedangkan aku? aku hanya bisa meringkuk membenamkan wajahku dan menangis tertahan meratapi nasib. Ku harap mama masih hidup... pasti semua tidak akan seperti ini lagi....

"Bukannya lu yang milih jalan ini kenapa lu nangis?" kata seseorang yang tiba tiba mengganggu ritualku menangis.

Kulihat wajah laki laki, dan ku jawab pertanyaannya dengan diam. Dia pun hanya bisa menghebuskan nafasnya dengan kasar seperti sedang menahan kesal.

"Gak bisa ngomong lu?" aku membalas dengan menggelengkan kepalaku.

"Gue Malvin" ujar laki laki itu. Aku hanya diam menanggapi perkataannya. Aku tau didiamkan memang menyebalkan, tapi kata mamaku dilarang berbicara dengan orang asing apalagi orang yang baru kenal. Ya kan?

"Oke kalau lu gak mau ngomong ama gue" saat Malvin ingin pergi tanpa sadar aku menarik bajunya.

"Hem?"

"Jangan pergi" ujarku dengan suara yang sangat kecil.

Malvin pun duduk kembali memamerkan senyuman yang em... sangat mempesona dimataku.

"Jadi nama lu siapa?" Tanya Malvin.

"Eliz" dan semenjak itu Kami Berteman.

Semakin lama aku bersama Malvin rasanya hidupku bahagia. Kematian mama ku pun tidak terpikirkan lagi. Yah, Malvin adalah cinta pertamaku. Tapi semua kandas saat diantara kami mulai memunculkan sifat cemburu yang berlebihan.

"Kamu ngapain aja ama dia" ujar Malvin dengan emosi.

"Kan udah aku bilang berapa kali aku itu cuman temenan ama dia Malvin." Ujarku berusaha sabar

"Cuih! Temenan sampai peluk pelukan? Kamu gak ngerti gimana perasaan ku hah?"

"Malvin dia itu lagi sedih gara gara gebetannya kebunuh, masa ia aku diem aja kayak orang bego gitu" ujarku berusaha menerangkan.

"Tapi kan gak harus peluk pelukan gitu!, emang bener kata peserta lainnya kamu itu perempuan murahan yang cuman bisa ngandalin cowok buat ngelindungin dan mati buat kamu!" Hinanya.

Death Game [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang