part 3- go to death game island

11.2K 269 27
                                        

Tiba-tiba seseorang maju menarik kerah kemeja Rob.

"Kau! Beraninya kau membunuh kekasihku!brengsek!" Teriak laki laki itu.

BUK!

Sebuah kepalan tangan sukses mengenai wajah Rob berulang-ulang. Sudut bibir Rob sukses mengeluarkan darah segar.

Sungguh, aku merasa sangat kasihan dengan Rob. Ia terlihat tak bisa melawan laki-laki.

"Ck! Bodoh" umpatku kesal

Kulangkahkan kakiku menuju arah mereka. Kutarik baju pemuda, sungguh menyingkirkan orang bermental cupu itu sungguh membuang tenaga.

Kubanting badan pemuda itu kelantai. Tampak Rob yang tengah terenggap-enggap menghirup oksigen dengan rakus. Kupandang para peserta yang nampak terkejut dengan apa yang aku perbuat.

"Ck ternyata anak kecil sepertimu memiliki tenaga yang cukup kuat" kata pemuda itu.

"Well lebih baik kau minta maaf pada pegawai ini jika kau masih sayang nyawamu!" Ancamku.

"Oke" katanya singkat.

Pemuda itu beranjak berdiri dan menuju kearahku.

'Baguslah tanganku tak akan kotor lagi' batinku

Saat ia berdiri tepat didepanku kurasakan badanku melayang dan...

Buk!

Suara yang sangat nyaring yang diakibatkan punggungku menyentuh lantai dengan keras.

"Ck! Bahkan tubuhmu amat sangat ringan bocah!" Kata pria itu.

Ia mengepalkan tangannya dan melesatkan kearahku. Dengan reflek yang kupunya aku berguling kearah sambing menghindari pukulan itu.

Dengan segera aku bangkit berdiri dan tanpa membuang buang waktu lagi, aku menendang tubuhnya dengan sekuat tenaga. Badan pemuda itupun terpental menubruk dinding sehingga menimbulkan retakan yang besar.

"Cuih sangat sombong" kataku sembari menghampiri pria itu dan menginjak tulang rusuknya yang terlihat patah.

"Ar..." desisnya kesakitan.

"Apa kamu tau kau hampir membunub rob!" Tanyaku dengan emosi yang meluap luap

"Sangat tau dan aku berharap dia mati"

Plak

Suara tamparan yang sangat nyaring menggema diruangan ini. Tanganku serasa gatal dan panas akibat aksi menampar pria

"Kau! Kau melukai rob? Cuih! Sebelum kau menbunuhnya gali lubang kuburmu sendiri karna aku akan slalu melindungi pria paruh baya itu!" Kataku emosi

"Nona..." guman Rob tetapi aku masih dapat mendengarnya.

"Sudah berapa kali aku ingatkan Rob panggil aku eliz saja!" Bentakku tanpa sengaja

"Cuih kamu saja membentaknya, apa itu menghargai?" Ejek pria itu

"Kamu minta mati?" Kataku menahan emosi

"Eliz sudahlah masalah ini gak usah diperpanjang" kata Rob sambil menepuk bahuku.

"Gak jawab? Gue anggep itu sebagai jawaban ia" ujarku sembari terus menekan tulang rusuknya.

"Arg.." erang kesakitannya terdengar begitu indah di indra pendengaranku.

Ku keluarkan pistol yang sedari tadi bersemayan dalam kantung jaketku.

Nampak dari sudut mataku para peserta lainnya melotot tak percaya dengan apa yangyang kukeluarkan.

Death Game [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang