Death Game- Zero

3.2K 148 43
                                        

Danger banyak typo, maaf kalau awalnya bahasanya baku banget dan maaf dah lama gak update otak nge stuck banget.
Ada yang kangen pabet gak? Gak ada ya? Harus ada dong #digebukin_readers :v udh ah langsung ke cerita aja. ENJOY
°*°*°*°*°*°*

Jam demi jam berlalu, sejak kejadian di tempat peristirahatan sebelumnya yang hancur karena segerombolan monster bertanduk kami tercerai berai. Ada yang kearah barat ada pula yang ke timur dan tak sedikit yang mati ditempat.

Sedangkan aku dan 2 cewek bodoh anggota kelompok my Angel terus saja mengikuti kemana pun aku pergi.
Beruntung saja mereka tidak mengikutiku saat aku buang air kecil, kalau ia duh aku gak bisa bayangin.

Lupakan lupakan...
Aku disini hanya ingin mencari Angel dan berusaha menyelamatkan Angel dari tempat terkutuk ini walau nyawa ku taruhannya.
Anggap saja aku bodoh mau mengorbankan nyawaku demi seseorang yang baru kukenal beberapa hari.

Tapi entah mengapa aku percaya jika Angel memang benar benar perempuan yang diciptakan dari tulang rusukku, takdir ku adalah menjadi pasangannya dan aku bahagia akan hal itu.

Melihat tawa dan tingkahnya mampu membuat rasa lelah ditubuhku lenyap.
Aku memang tak mengerti apa arti Cinta sejati tapi mungkin ini yang terjadi padaku dan Angel.

Dimana jiwaku hanya untuk dia seorang dan tidak ada yang lebih segalanya dari Angel.

"Oi bengong aja" tiba tiba suara Olla mengagetkanku

Dengan cepat kututupi keterkejutanku dengan berdeham.

"Ditanyain malah hmm hmm mulu, lagi sakit gigi ye" katanya asal

Huf.... selalu seperti ini aku rasa mulutnya perlu disumpali dengan kotoran kuda supaya ngomongnya gak asal asalan.

"Dia mah bukan sakit gigi lagi La, dia kan ice prince nya Angel jadi wajar kalau dia diem aja" satu lagi suara lain menyahuti kata kata Olla. Siapa lagi kalau bukan Nia?

Jika aku boleh memilih aku lebih memilih agar dua setan ini tidak mengikutiku kemana mana

"Udah wey gue ngerasain aura jahat keluar dari badan Zero xixi" Olla pun bersuara lagi.

"Sekarang gue tanya sama kalian dan pilih. Kalian diem dan gue ijinin kalian ikut gue atau lu milih ribut aja tapi gue tinggal"

Dan detik itu pula mereka mendadak diam. Huf *menghela nafas* kenapa di dunia ini masih ada saja manusia seperti mereka.

"Oke kita jalan sekarang."

Pohon demi pohon, sungai demi sungai kami lewati tapi sepanjang mata aku melihat tidak ada perubahan sama sekali dari tempat kami berpijak. Serasa dari tadi kami hanya kembali kearah yang sama.

"Kok aneh ya?" Tanya Olla tiba tiba.

"Ambil batu itu La"

Diapun mengambil beberapa batu yang kutunjuk dan kali ini kami berjalan dengan menandai beberapa pohon yang kami lewati.
Jalan yang kami tempuh nampak panjang sekali dan saat kami melihat tanda yang kami berikan Olla dan Nia nampak lesehan dibawah.

"Duh, gue capek bangettttttt kita cuman muter muter doang dari tadi!" keluh Olla

Huf berisik banget jadi cewek! Apa semua perempuan seperti ini? Ah semoga Angel enggak dah.

"Ia gue capek, liat nih kaki gue lecet lecet omay" kali ini Nia yang berulah.

"Bisa diem?"

ARRRR

"Hem... Menarik" kataku pelan

"Menarik ndasmu! Itu apaan?!" kata Olla dengan suara toanya

Sedangkan Nia? Apalagi kalau bukan memeluk badan Olla dengan tubuh gemetaran? Cih penakut.

"Kita liat saja nanti? Mungkin sebuah surprise? Who know?" jawabku dengan memamerkan senyum mautku.

°^°^°^°^°^°
Maaf baru update dikit ya? Ah otakku lagi ngestuck banget ditambah lagi sakit gomene semua >°< BTW kalau alur cerita ini kupercepat bakal seru gak menurut kalian?
Coment aja deh ya wkwkwk

Btw aku mau promosiin bagi yang oecinta vampire nih aku ada cerita baru judulnya My Husband is Vampire hehehe vocoment ditunggu itu baru ada 2 part :v
Makasih semua
XOXO

Death Game [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang