Bab 9

29.7K 1.2K 21
                                    


༶•┈┈⛧┈♛

" ARGHHHH MALU ! ", teriak Cellyn dengan wajah memerah sampai ke leher.

Bughh

Cellyn menenggelamkan wajahnya pada bantal untuk meredam rasa malu yang sudah menjalar sampai ke luar angkasa.

" Bodoh bodoh banget coba, kenapa nih mulut reflek bilang gitu ihh ", kesal Cellyn dengan suara yang terendam bantal.

" Dimana harga diri lo arghhh ! ", teriak Cellyn melempar bantal ke segala arah, sambil memukul kepalanya gemas.

" Cellyn ? halo ? anda masih disana ? Jangan menyakiti diri anda sendiri saya tidak suka itu ", suara dingin terdengar dari arah ponselnya, membuat bulu kuduk Cellyn merinding.

Cellyn melihat ke arah ponsel yang tergeletak di atas kasur dengan layar yang masih menyala terang.

" Jangan bilang gue belum matiin teleponnya ? ", monolog Cellyn cengo.

" Cellyn, kenapa lo teledor banget sih ? ",  bisiknya pelan merutuki kebodohannya.

" Cellyn saya tahu anda masih di sana ", tebak Kelvin berhasil membuat Cellyn mengerutkan keningnya kesal.

" Anda anda, aku ini tunangan Mas suami loh, masa ngomongnya formal gitu kayak sama client ? ", cemberut Cellyn tidak suka dengan gaya bicara Kelvin.

" Jadi Anda ingin di panggil apa ? ", tanya Kelvin dengan bibir berkedut geli mendengar penuturan Cellyn yang lucu.

" Tuhkan masih formal, kesel ah sama Mas suami ", ucap Cellyn semakin kesal.

" Loh Saya kan tanya baik-baik ", bingung Kelvin.

" Iya baik-baik, tapi gak gitu juga ", serba salah, Kelvin saat ini tidak dalam kondisi yang menguntungkan.

Memutar otak, Kelvin kembali membuka suara untuk memecahkan masalah baru yang di buat Cellyn.

" Ya sudah anda ingin saya panggil seperti apa ? ", kalah Kelvin tidak mau memperpanjang masalah.

Ayolah baru kali ini mereka memulai komunikasi, apakah harus berakhir dengan pertengkaran yang tidak jelas seperti ini ?.

Kelvin adalah seorang pria dewasa, dia akan memilih untuk mengikuti permintaan tunangannya, daripada menambah masalah, toh tak ada ruginya.

" Coba panggil istriku ", senyum Cellyn malu-malu membayangkan Kelvin memanggilnya dengan suara yang serak nan seksi.

" Kamu belum menjadi istri Saya Cellyn ", jelas Kelvin sedikit mengubah kosa katanya.

" Tapi kan latihan ", ucapnya memelas.

" Tidak bisa, apa kata orang-orang nanti ? ", tegas Kelvin.

" Ih yaudah panggil aja baby ", memberi Kelvin pilihan lain.

" Kamu bukan anak saya Cellyn ", jengah Kelvin.

" Kalo begitu bagaimana dengan cinta ? ", tanya Cellyn penuh harap.

" Nama kamu bukan cinta, Cellyn, nanti kalo saya panggil cinta di tempat umum, terus ada perempuan yang merasa terpanggil bagaimana ? ", ucap Kelvin memberi penjelasan yang masuk akal.

Second Chance ( END ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang