Pagi ini Claudia sudah siap berdiri di depan kosannya, menunggu jemputan dari Panji seperti biasa. Setelah pembicaraan mereka waktu itu kini perlakukan Panji terasa berbeda, belakangan ini Panji semakin sering mengantar jemput Claudia, dan sikapnya pun lebih terkesan berbeda, mungkin karena memang ingin menunjukkan bahwa dirinya benar-benar serius kepada Claudia. Hal itu membuat Claudia sedikit demi sedikit mulai memantapkan perasaan yang memang masih ragu.
Mobil Panji saat ini telah berhenti di depan gerbang kosan Claudia, tanpa menunggu lama lagi Claudia langsung masuk. Karena selama beberapa hari ini Claudia sudah merasa tidak canggung lagi kepada Panji.
"Nunggu lama gak tadi?" Panji memecahkan keheningan di dalam mobil ini.
"Enggak."
"Oke, kalau gitu kita sarapan dulu ya kaya biasa."
"Iya, mau sarapan apa sekarang?"
"Gimana kalau nasi uduk di dekat kantor kamu."
"Boleh." Hubungan mereka setelah kejadian itu, menjadi semakin dekat. Panji menjadi lebih perhatian dan baik. Claudia senang-senang saja menerima itu semua, karena sejauh ini Claudia memang nyaman dekat dengan Panji walaupun masih ada yang membuatnya ragu dalam hubungan ini yaitu keluarga Panji yang juga keluarga Hasan.
Setelah sampai di tempat tukang nasi uduk, mereka kemudian memesan dan duduk di salah satu meja yang tersedia, selama menunggu pesanan sampai memakan nasi uduk mereka mengobrol banyak, Panji selalu menceritakan tentang dirinya dan pekerjaannya dan Claudia menjadi pendengar yang baik.
Selesai sarapan, Panji mengantar Claudia sampai di depan kantor, saat mereka sampai di depan lobi. Claudia melihat Hasan yang menaiki motornya dan pergi meninggalkan area kantor, hal itu sudah biasa karena Hasan memang selalu mengantar Ratu.
"Ko ada Hasan disini?" Panji menatap Claudia bingung.
"Dia kayanya abis nganterin pacarannya."
"Pancarnya kerja di kantor kamu?"
"Iya."
"Oh ternyata dia udah punya pacar. Aku jadi lebih tenang kalau gitu. Tapi kalau pacarnya kerja disini, kalian jadi sering ketemu dong?"
"Ketemu tapi ya cuma sekedar papasan doang."
"Aku khawatir kamu masih kenal baik sama mantan pacar kamu itu."
"Aku udah gak deket sama dia, kamu tenang aja?"
"Tapi mau bagaimanapun juga kalian kan pernah dekat, jadi gak menutup kemungkinan salah satu dari kalian masih ada rasa."
"Hubungan aku udah selesai dari dua tahun yang lalu. Dan kami sekarang udah biasa aja." Ucap Claudia dengan perasaan bersalah karena dia sendiri masih bingung dengan perasaannya pada Hasan yang memang tidak bisa hilang begitu saja.
"Iya aku tahu, aku percaya sama kamu tapi aku gak yakin sama Hasan. Kali aja dia gak suka liat kamu dekat sama aku dan berencana rebut kamu dari aku."
"Kenapa harus gak suka?"
"Hubungan keluarga aku sama dia gak baik Di, dan kalian pacaran cukup lama. Aku gak tahu apa aja yang telah kalian lewati bersama. Aku gak suka kamu deket-deket sama dia lagi."
"Mas Panji ngomong apa sih, bukannya kita sekarang sedang mencoba menjalin hubungan disini. Jadi gak mungkin aku deket sama orang lain. Dia cuma masa lalu."
"Iya, Claudia maaf. Aku cuma takut aja kamu kembali sama dia."
"Gak akan, Udah ya aku masuk dulu." Claudia berusaha menghentikan pembicaraan yang entah kenapa membuatnya tidak nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
SpiritualUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
