Setelah menunggu beberapa menit di kedai kopi, Claudia memutuskan untuk keluar dan menunggu di lobi karena katanya Panji sebentar lagi akan sampai.
"Kakak!" Sapaan itu membuat Claudia menghentikan langkahnya kemudian berbalik untuk memastikan siapa yang memanggilnya walaupun Clauida sudah sangat hafal dengan suara itu.
"Ternyata benar Kakak!." Bayu kembali melanjutkan ucapannya dengan semangat, kemudian berjalan sedikit cepat untuk menuju ke tempat Claudia berdiri.
Bayu saat ini tidak sedang sendiri, dia sedang bersama dengan Hasan yang berjalan santai dibelakang mengikuti Bayu untuk mendekat ke arah Claudia.
"Kamu kok bisa disini Yu?" Claudia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu adiknya dan Hasan sini.
"Ini tempat umum Kak, jadi siapa aja bisa ada disini. Lagi pula kakak juga ngapain disini? Sendirian lagi."
"Tadi kakak abis makan sama Laras, tapi dia pulang duluan. Terus kenapa kamu bisa disini sama Hasan?"
"Aku abis anterin Bang Hasan beli PS baru, soalnya yang lama rusak." Bayu menunjukan tentengan yang dia bawa dengan semangat kepada Claudia. Bungkusan itu berisi box PS keluaran terbaru.
"Hai Ody, lama gak ketemu ya. Gimana kabarnya." Hasan menyapa Claudia dengan senyum ramahnya.
"Aku baik, kalau kamu gimana?" Claudia saat ini sudah benar-benar bisa mengendalikan dirinya dan bersikap biasa kepada Hasan.
"Aku juga baik."
"Oke udah basa-basinya, sekarang kita minggir dulu. Gak enak diem di tengah-tengah jalan kaya gini." Bayu mengajak Claudia untuk ke pinggir.
"Yaudah, kamu habis ini mau ngapain lagi Yu? Jangan main terus sampe malem kaya gini. Kamu sekarang dari sini harus langsung pulang Bayu." Claudia sudah tidak tahu sejauh mana Bayu dan Hasan akrab. Karena semakin hari Bayu rasanya semakin menempel dengan Hasan seakan-akan Hasan adalah kakak kandungnya.
"Iya kak. Kakak sekarang juga mau pulang kan? Pulang sama siapa?"
"Kakak pulang sama Mas Panji, dia nanti jemput kakak di lobi."
"Mas Panjinya sudah ada didepan?"
"Belum bentar lagi kayaknya."
"Bayu, lo temenin Kakak lo tungguin tunangannya. Gue ke parkiran sendiri aja, Nanti gue susul lo di Lobi."
"Iya Bang." Hasan kemudian memisahkan diri dari Claudia dan Bayu untuk menuju parkiran sedangkan Claudia dan Bayu berjalan menuju ke area lobi mall.
"Aku udah lama gak liat Mas Panji. Gimana kabarnya dia?" Kini Claudia dan Bayu sudah berdiri di depan mall untuk menunggu Panji.
"Baik, Bayu kamu tuh harusnya lebih akrab sama Panji daripada Hasan. Hasan tuh orang lain buat kita."
"Gimana mau akrab sama Mas Panji kita kan jarang ketemu."
"Lagian kamu setiap Kakak ke rumah sama Mas Panji kamu selalu gak ada."
"Kakak datangnya aja yang selalu gak pas, lagian aku kan kerja jadi gak selalu ada dirumah."
"Hari sabtu atau minggu kan kamu libur, tapi selalu aja kamu gak ada dirumah. Kamu main terus kerjanya."
"Ya memang hari libur itu waktunya untuk main Kak."
"Iya-iya, tapi Kakak pengen kamu coba mengakrabkan diri sama Mas Panji, dia nanti bakal jadi kakak ipar kamu. Kalau kamu ada apa-apa jangan sungkan sama dia, kakak gak mau kamu ngerepotin Hasan terus yang memang bukan siapa-siapa kita lagi."
"Aku lebih nyaman sama Bang Hasan. Mas Panji baik, tapi gimana ya. Aku merasa kurang cocok aja sama Mas Panji."
"Kurang cocok gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
RomanceUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
