Pagi ini Claudia bangun dengan keadaan kepala yang cukup pusing, semalam dia pulang kerja sangat larut. Selama beberapa minggu ini Claudia terus-menerus harus lembur, hal itu membuat waktu makan dan jam istirahatnya tidak teratur, sehingga mungkin badanya mulai protes butuh istirahat, tapi walaupun begitu pagi ini setelah sarapan dan minum obat Claudia dia tetap memaksakan dirinya untuk berangkat kerja karena merasa masih sanggup bekerja. Sebab jika Claudia hanya berdiam diri di kosan, demamnya akan lebih terasa maka dari itu dia butuh kegiatan untuk mengalihkan dirinya dari tubuhnya yang mulai protes. Lagi pula saat ini kerjaannya masih banyak, Claudia tidak bisa melimpahkannya ke yang lain, belum lagi Laras juga hari ini tidak masuk karena ibunya sakit. Jadi Claudia yang mengalah harus mengabaikan demamnya karena setidaknya harus ada salah satu diantara kami yang hadir dan menghandle kerjaan.
Dengan keadaan yang sangat lesu Claudia turun dari ojeknya kemudian berjalan menuju ke arah lobi kantor, Dari kejauhan Claudia melihat Ratu dan Hasan yang yang sedang berbicara di dekat pintu lobi. Mau tidak mau Claudia harus melewati mereka berdua.
Sejujurnya Claudia benar-benar malas bertemu mereka, tetapi apa daya, dunianya terasa begitu sempit. Dan untuk menghadapi situasi seperti ini, ia selalu mengandalkan jurus andalannya bersikap acuh dan sebisa mungkin menghindari tatapan mereka. Lagipula, mereka berdua pun tampak tidak terusik dengan kehadirannya.
Setelah melewati Ratu dan Hasan, Claudia terus berjalan lurus menuju lift tapi ternyata tak lama dari Claudia lewat, Ratu menyusul berjalan di belakangnya menuju lift yang sama.
Saat mereka memasuki lift bersamaan tidak ada pembicaraan apapun, hanya sebuah senyum sebagai sapaan untuk kesopanan, sampai kemudian lift menuju lantai kantor mereka. Saat pintu lift terbuka Claudia langsung berjalan menuju meja kerjanya dan mulai bekerja.
Claudia mencoba mengabaikan demamnya yang terasa semakin parah, tapi dia tetap mencoba fokus bekerja hanya untuk melampiaskan pikirannya dari Hasan dan Ratu yang akhir-akhir ini mengganggu dirinya.
Claudia merasa dirinya sungguh menyedihkan, dimana sekarang Hasan sepertinya sudah bahagia dengan Ratu sedangkan Claudia masih mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaannya untuk melupakan semua kenangan dan perasaan yang masih saja selalu muncul dan menghantuinya.
***
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, Claudia mulai membereskan meja kerjanya untuk pulang. Ruang kantor ini sudah lumayan sepi hanya beberapa orang yang terlihat masih bekerja.
Claudia sedikit berbasa-basi dengan orang-orang yang ada di ruangan ini untuk pamit pulang kemudian setelah itu dia segera bergegas karena tubuhnya sejak tadi lemas dan pusing, demamnya tak kunjung hilang walaupun dia sudah meminum obat demam.
Pusing yang Claudia rasakan terasa semakin parah, Claudia sampai harus menyandarkan tubuhnya pada dinding lift agar tidak jatuh dan berdoa semoga dia kuat untuk pergi ke klinik dekat kosannya.
Sesampainya di lobi, Claudia berusaha untuk berjalan perlahan menuju depan. Claudia baru menyadari bahwa keadaan di luar ternyata hujan. Udara saat ini cukup dingin membuat tubuh Claudia semakin menggigil demamnya terasa semakin parah.
Claudia merasa sudah tidak sanggup berdiri untuk menunggu taksi yang dia pesan, dan memutuskan akan menunggu di lobi agar bisa duduk, tapi saat berbalik tubuh Claudia menabrak seseorang sehingga Claudia yang memang sudah lemas itu jatuh terduduk.
"Aduh, Maaf saya gak sengaja. Kamu gapapa kan?" Ternyata yang menabrak Claudia adalah Ratu, dia mencoba untuk membantu Claudia yang saat ini masih terduduk dilantai merutuki pertemuan ini, dari semua orang yang ada di gedung ini kenapa harus Ratu Claudia masih tidak habis pikir.
"Kamu sakit? Tangan kamu panas banget." Claudia menarik tangannya dari Ratu, posisi Claudia saat ini masih terduduk karena terlalu lemas.
"Kenapa Ra?" Suara berat milik pria yang sangat Claudia hafal membuatnya semakin menunduk tidak ingin menatap ke arah suara itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
RomanceUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
