31. Resmi Pacaran

1.3K 56 3
                                        

Hasan dan Claudia sudah sampai di kosan, saat ini mereka tengah duduk di sofa ruang tengah kosan Hasan dengan suasana yang sedikit canggung.

Hasan memiring tubuhnya untuk berhadapan dengan Claudia. "Oke, sebelum kita benar-benar membicarakan tentang hubungan ini, aku mau menjelaskan dulu ke kamu tentang Mita. Aku gak pengen kamu salah paham sama dia, karena aku gak ada hubungan apapun sama dia. Dia temen aku dari sma begitu juga Ivan. Cowok yang kamu liat di kantin tadi."

"Kami cukup dekat, Aku gak ada hubungan apapun sama Mita. Aku sama dia cuma teman, dia orangnya memang kadang gak bisa jaga kata-katanya."

"Kalian temenan udah lama?" Claudia cukup penasaran dengan pertemanan mereka, dia ingin tahu sejauh mana mereka dekat.

"Kita temenan udah lumayan lama, kalau ikut gabung main sama anak-anak teknik pasti bakal sering lihat Ivan sama Mita soalnya aku dan mereka memang sering nongkrong bareng, mereka temen-temen nongkrong aku yang sering aku ceritain ke kamu." Semakin Hasan menjelaskan tentang Mita, Claudia semakin was-was karena bukannya perasaan Claudia juga muncul karena mereka awalnya berteman.

"Mita punya pacar. Aku memang temenan lama sama Mita tapi kami jarang ngobrol berdua, kebanyakan pasti rame-rame. Aku sama Mita gak kaya aku sama kamu Di. Jika itu yang kamu takutkan, kamu sama Mita jelas beda." Hasan seperti membaca semua keterdiaman Claudia. Penjelasan Hasan membuat Claudia cukup terkejut dia jadi penasaran bagaimana selama ini Hasan memaknai kedekatan mereka.

"Tapi semalam kalau kamu gak sama aku, kamu pasti bakal ketemu sama Mita kan? Dari sekian banyak teman yang Mita punya kenapa dia minjem laptop ke kamu? Itu semua buat aku bingung. Terus mungkin aja kamu memang gak punya perasaan ke dia tapi gimana sama perasaan dia? Lagi pula hubungan kita juga bukannya cuma sebatas teman." Claudia berusaha memperjelas hubungan mereka walaupun dia sediri cukup takut mendengar jawaban dari Hasan.

"Yang sebenarnya minjem tuh Ivan, pas kemarin aku tunggu kamu di kantin aku sempet ngobrol sama dia. Dia bilang lupa harus presentasi jadi dia minjem laptop aku buat ngerjain tugasnya, terus laptop aku dia bawa buat presentasi sekalian. Pas pulangnya dia titipin ke Mita, malemnya Mita suruh aku ambil tapi aku gak bisa soalnya lagi sama kamu." Jawaban Hasan cukup memperjelas kecemasan Claudia.

"Soal perasaan Mita, kalaupun dia memang suka sama aku. Ya aku harus gimana? Aku gak bisa mencegah perasaan dia, yang jelas disini aku gak punya perasaan apapun sama Mita. Aku punya rasanya sama kamu Claudia. Apakah semuanya masih kurang jelas di kamu?" Saat ini Hasan menatap Claudia dengan intens mereka saling berhadapan dengan tangan Hasan yang memegang tangan Claudia.

"Mulai kepada inti pembahasan dan kenapa kita disini. Claudia aku mau jujur ke kamu tentang apa yang aku rasakan selama ini sama kamu. Sejak awal aku ngeliat kamu di kantin dulu. Aku cukup tertarik sama kamu yang waktu itu fokus makan batagor." Hasan tersenyum mengingat kenangan tentang pertemuan pertama dirinya dengan Claudia.

"Kamu tahu, aku kira setelah pertemuan pertama kita. Aku akan sering ketemu kamu, karena kamu temennya Anggi tapi ternyata hampir satu tahun kita berada di kampus yang sama aku gak punya kesempatan buat mengenal kamu lebih jauh, kita sering berpapasan atau kadang aku lihat kamu bahkan mungkin kamu juga sering liat aku, tapi kamu bersikap seakan kita memang asing, kamu selalu menghindar dari tatapan aku."

"Saat melihat sikap kamu yang kaya menghindar gitu, disitu aku udah gak mau berharap lagi bisa kenal dengan kamu. Aku gak mau mencoba mengakrabkan diri sama kamu karena aku rasa kamu bukan tipe wanita yang mudah diajak kenalan. Kamu orangnya terlalu serius dan kelihatan jutek jadi bikin aku nyerah duluan."

"Tapi disaat aku udah gak mikirin kamu lagi, kamu tiba-tiba datang saat aku kecelakaan dengan wajah panik yang cukup lucu. Dan dari sekian banyak orang yang aku kenal, aku gak pernah nyangka yang datang dan bilang kenal sama aku itu kamu. Yang bahkan pada saat itu nama kamu aja aku lupa. Jujur waktu itu aku memang lupa sama nama kamu tapi aku masih inget sama kamu."

Belum Usai (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang