54. City light

1.2K 50 3
                                        

Claudia terduduk di ranjang kamar yang hening. Keheningan ini membuat perasaan gundah kembali menghantuinya. Claudia membaringkan tubuhnya dia merasa sangat lelah, semua yang terjadi belakangan ini sangat menguras energi dan perasaannya.

Claudia seharusnya merasa sedih atas semua yang terjadi, tentang bagaimana perlakuan Panji. tapi rasa sedih itu seakan teralihkan dengan kehadiran Hasan. Claudia tahu hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Tapi Hasan ternyata masih cukup berpengaruh terhadap hidupnya.

Claudia seharusnya tidak terlena dengan semua yang Hasan tawarkan pada dirinya, tapi dia juga tidak bisa menolak semua itu. Hasan tidak pernah meninggalkan memori buruk selama mereka berhubungan dulu. Jadi semua perlakuan Hasan dapat dengan mudah membuat Claudia goyah.

Hasan tidak pernah kasar, dan sangat mustahil jika Hasan melakukan hal seperti yanng Panji lakukan pada Claudia di apartemen waktu itu. Bahkan jika mengingat kejadian itu, Claudia masih takut, dia seperti melihat sosok lain dari Panji. Dia tidak bisa bersama dengan panji setelah semua yang terjadi.

Tanpa bisa dicegah air mata Claudia mulai jatuh, Claudia sangat kecewa kepada Panji bukan hanya tetang video tapi tentang perlakuan kasarnya., Claudia sebelumnya sudah menaruh kepercayaan dan harapan besar pada Panji tapi dengan sekejap Panji merusak itu semua. Panji menghancurkan harapan Claudia dan membuat Claudia takut..

Claudia menangis, ingatan tentang hal menurutnya menyeramkan itu kembali muncul, belum lagi ditambah dengan kekacauan ini. Dia tidak menyangka ditengah masalahnya dengan Panji bisa-bisanya dirinya malah menyerahkan dirinya kepada Hasan dengan mudah.

Claudia merasa jika dipikir-pikir dirinya sama saja dengan Panji yang berakhir tidur dengan mantannya. Lalu bagaimana nanti dia membela dirinya sendiri di saat dia juga sama saja.

Rasa bersalah mulai menghantui Claudia, dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi orang tuanya jika tahu semua ini. Claudia menangis dengan tubuh bergelung dalam selimut yang menyisakan aroma Hasan yang entah bagaimana aroma itu membuat Claudia merasa tenang.

Claudia mengencangkan pelukannya pada selimut itu, Claudia menghirup dalam aroma selimut itu untuk membuat dirinya menjadi lebih tenang. Dan hal itu membuat Claudia tanpa sadar tertidur dalam tangisnya.

****

Suara ketukan pintu kini menggema dalam kamar dan sudah berlangsung sejak beberapa menit lalu, tapi sepertinya ketukan itu tidak terlalu mengganggu Claudia yang saat ini tengah tertidur dalam bungkusan selimut. Tapi pada akhirnya ketukan semakin lama malah semakin kencang membuat Claudia terganggu dalam tidurnya.

Dengan perlahan Claudia membuka matanya yang terasa sangat berat kemudian melihat jam yang berada di kamar ini, sekarang sudah hampir jam sembilan lebih, Claudia sadar bahwa dia sudah tertidur cukup lama hingga kepalanya sedikit pusing.

Perlahan Claudia membangunkan dirinya dengan tubuh yang masih sedikit limbung, tak lupa membenarkan penampilannya sedikit untuk menemui tamu yang entah siapa itu.

Claudia kemudian membuka pintu itu dan sedikit tidak siap saat mengetahui yang berada dibalik pintu itu adalah Hasan. Claudia sedikit menunduk untuk menutupi penampilan wajahnya yang sudah jelas pasti menyisakan jejak tangisan.

"Kamu tidur? Aku khawatir, nomor kamu gak bisa dihubungi. Kamu matikan hp kamu?" Ucap Hasan dengan nada khawatir.

"Ada apa kamu kesini?" Claudia mengabaikan pertanyaan khawatir dari Hasan. Claudia hanya ingin menanyakan kenapa Hasan kesini, sekarang sudah cukup malam untuk bertamu.

"Aku khawatir, kamu gak bisa dihubungi, aku kesini mau ngecek keadaan kamu. Kamu abis nangis ?" Hasan mendekatkan tubuh nya dan menarik dagu Claudia agar wajahnya menatap ke arah Hasan.

Belum Usai (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang