43. Awal Baru

1.2K 48 3
                                        

Setelah pembicaraan panjang antara dirinya dan Hasan, Claudia tidak bisa kembali tidur dia terjaga sampai pagi hingga Anggi bangun dan sekarang mereka memutuskan turun ke bawah untuk sarapan.

Sesampainya di lantai bawah Claudia disuguhkan dengan pemandangan beberapa orang yang sudah duduk di meja makan termasuk Dira, pandangan Claudia dan Dira sempat bertemu beberapa detik, hal itu membuat Claudia gugup, ia takut Dira akan membahas tentang semalam di depan yang lain sehingga semua orang akan penasaran dan mulai banyak bertanya tentang apa saja yang dibicarakan dirinya dan Hasan.

Saat tatapan Claudia terputus dengan Dira, Claudia mulai kembali menatap sekitar, dan dia cukup terkejut saat melihat keberadaan Ratu yang sedang berbicara dengan Diky di area dapur.

Ternyata memang benar kata Dira yang bilang Ratu akan datang, dengan begitu hubungan Hasan dan Ratu sepertinya memang sudah kembali membaik.

Kemudian Claudia refleks mencari keberadaan Hasan tapi tidak ada. Apakah mungkin Hasan masih tidur, menyadari pemikirannya Claudia yang jadi memikirkan Hasan Claudia langsung menggeleng dia tidak seharusnya peduli dengan Hasan. Claudia mencoba untuk bersikap biasa saja dia berjalan mengikuti Anggi yang sepertinya juga cukup terkejut melihat keberadaan Ratu tapi beberapa detik kemudian dia berhasil kembali mengendalikan dirinya.

Ratu saat ini berjalan menuju ke meja makan kemudian menyapa Claudia dan Anggi dengan ramah. Pagi ini raung tengah dan meja makan sangat ramai hampir semuanya sudah bangun dan berkumpul, karena memang sudah cukup siang.

"Hasan belum bangun ya? Dia kebiasaan memang suka susah bangun. Kamarnya dia yang mana biar gue bangunin." Ratu mulai berbicara.

"Kamarnya di atas pokoknya pintu kedua di lorong." Joshua menjawab.

"Tapi kayaknya mending gak usah dibangunin dulu. Kasihan dia gak tidur sampe pagi." Lanjut Joshua.

"Oh yaudah kalau gitu nanti aja gue banguninnya." Ratu mukai kembali fokus pada makanannya.

"Eh tuh Orangnya datang." Dengan menggunakan pandangannya Uji menunjuk Hasan yang saat ini menuruni tangga.

Hal itu membuat semua yang ada disini menatap ke arah Hasan begitupun Claudia. Saat ini Hasan terlihat sudah lebih segar ia menggunakan kuas hitam dan celana pendek, dia dengan santai turun dan berjalan menuju meja makan.

"Pagi ini ada makanan apa aja nih?" Hasan menatap meja makan untuk melihat makanan apa saja.

Saat Hasan berjalan mendekat ke arah meja makan, Claudia mencoba untuk tidak menatap Hasan dan kembali fokus pada nasi goreng yang sedang dia makan.

"Ada nasi goreng? Kamu mau gak aku ambilin piringnya?" Melihat Hasan yang mendekat Ratu langsung beranjak dari duduknya.

"Aku ambil sendiri aja, kamu makan aja. Kamu baru datang kan?" Ratu kembali duduk di bangkunya.

Sedangkan Hasan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil piring.

"Ratu lo dari Jakarta jam berapa? Ngide banget nyusul Hasan kesini."

"Loh emang Hasan gak ngomong, gue ke Bandung kemarin bareng Hasan cuma memang gak bisa langsung kesini karena gue ada acara keluarga dulu. Hasan juga sempat datang ke acara gue sebentar kemarin." Ucapan itu membuat Claudia kembali mengingat pertemuannya dengan Hasan di Hotel sebelum datang ke vila ini sepertinya saat itu Hasan baru selesai dari acara yang Ratu maksudkan tadi. Dilihat dari hal itu Claudia menyimpulkan bahwa mungkin saja ucapan Anggi semalam salah, Hasan sepertinya memang serius dengan Ratu, dia bahkan sudah mengenal keluarga Ratu belum lagi kemarin kan ditempat yang sama ada acara keluarga Hasan bisa jadi Ratu juga sekalian dikenalkan dengan keluarga Hasan. Membayangkan kedekatan mereka membuat Claudia sedikit merasa iri kenapa Ratu yang sekarang berkesempatan mengenal keluarga Hasan dan bukan dirinya. Tapi jika dipikirkan lagi tidak sepantasnya Claudia iri dan berpikiran seperti itu. Sekarang Claudia dan Hasan memang benar-benar sudah berakhir.

Belum Usai (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang