Tak lama dari keheningan yang terjadi diantara Hasan dan Claudia terdengar suara ketukan pintu, membuat fokus Claudia kini terbagi, dia berusaha membenarkan posisinya agar terlihat biasa saja ditengah kegugupan yang melanda. Hasan menatap sekilas kepada Claudia kemudian dia beranjak ke arah pintu untuk membukanya.
"Aduhh dingin bangett." Suara Bayu kini terdengar Oleh Claudia yang berusaha terlihat tenang.
"Bang ini nasi pecelnya, Gimana keadaan Ka Ody? Dia udah gak syok lagi kan?" Bayu dengan wajah khawatir berjalan menghampiri Claudia.
"Tuh, dia lagi duduk." Hasan mengarahkan pandangannya pada Claudia yang saat ini begitu gugup, dia takut adiknya dan Candra mengetahui apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.
"Kak Ody gapapa kan? Kakak keliatan kaya ketakutan gitu."
Mendengar itu membuat Claudia semakin gugup tapi dia berusaha menutupinya. "Aku gagapa Bayu, mendingan kamu sekarang cepetan ganti baju, baju kamu basah banget." Claudia berusaha mengalihkan fokus Bayu.
"Syukur deh kalau gapapa. Bang gue ikutan mandi ya sama minjem baju." ucap bayu dengan tubuh yang terlihat lebih santai
"Gue juga. Ini barang-barang Claudia yang tadi sempat diambil begal tapi cek dulu aja tadi kehujanan soalnya." Candra kemudian masuk ke dalam juga.
Mereka berdua kemudian mandi di kamar mandi yang berbeda.
Sedangkan Hasan kembali duduk disebelah Claudia.
"Sini duduk di bawah, kamu harus makan biar gak masuk angin."
Hasan mengambil piring dan membuka bungkusan makanan di karpet Claudia kemudian turun ke bawah karpet dan duduk lesehan.
Hasan tidak lagi membahas tentang hal tadi dan bertingkah seperti tidak terjadi apapun diantara mereka, Claudia juga melakukan hal yang sama.
Claudia mencoba untuk biasa saja dengan perasaan yang sebenarnya sangat kacau, Semuanya diluar kendali Claudia, dan jelas adalah hal yang salah, tapi Claudia menikmatinya. Claudia tidak henti merutuki dirinya didalam hati.
"Kamu gak ada rencana buat pindah kosan? Kosan kamu jauh dari tempat kerja kamu sekarang, jalan nya juga rawan." Hasan memulai pembicaraan.
"Aku udah nyaman tinggal disana." Claudia menjawab ucapan Hasan dengan pelan.
"Memang gak takut kejadian kaya tadi terjadi lagi? Orang tua kamu juga pasti khawatir kalau tahu kejadian tadi. Mending kamu gak usah ngekos tinggal aja di rumah." Ucap Hasan dengan wajah yang terlihat serius/.
"Bener tuh kata Bang Hasan." Kini Bayu ikut dalam pembicaraan itu dengan dirinya yang sudah berganti baju.
"Kakak pulang aja, biar aku yang ngekos." Ucap Bayu dengan Santai duduk di dekat Claudia.
"Kaka gak setuju kamu ngekos. Kehidupan kamu bakal semakin bebas kalau kamu dibiarkan hidup sendiri."
"Aku ngekosnya disini, kok. Ada kamar kosong. Aku pengen mandiri."
"Gak ada. Kamu tetap tinggal sama sama Mama dan ayah jagain mereka."
"Harusnya kakak yang kaya gitu. Kakak kan cewek. Lagian bahaya juga malem-malem naik ojek kaya gitu. Untung aja mereka gak apa-apain Kakak."
"Lo mau ngekos di tempat gue sama Satria gak? Memang masih lumayan jauh dari tempat kerja lo tapi seenggaknya tempatnya rame. Mumpung masih ada kamar yang kosong bekas istrinya Satria."
"Satria sudah menikah?" Claudia sangat penasaran tentang Satria, dia beberapa kali mendengar Luna dan Diky membicarakan istri Satria dan Claudia juga sempat melihat wanita yang ada gandengan Satria waktu itu. Tapi dia memang tidak tahu pasti tentang berita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
RomanceUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
