5. Kosan

3.5K 118 1
                                        

Sudah hampir dua tahun Claudia tidak pernah berada sedekat ini dengan Hasan dan kali ini situasinya sudah sangat berbeda. Claudia berusaha untuk bersikap biasa saja, mengabaikan setiap debaran yang tidak mau tenang barang sedetik saja.

Aroma Hasan saat ini sebenarnya sangat Claudia rindukan, tapi Claudia sadar semua perasaan ini salah. Bahkan seharusnya dia tidak berada di atas motor ini bersama Hasan. Hasan sudah punya Ratu.

Sepanjang jalan Claudia berusaha menjaga jarak dengan Hasan dan berharap tidak hujan walaupun pada akhirnya harapan Claudia tidak terkabul karena tiba-tiba hujan deras mengguyur.

Hasan menambah laju motornya, hal itu membuat Claudia kemudian terpaksa harus berpegangan pada Hasan. Hasan kemudian membawa motornya ke daerah yang sangat Claudia hafal.

"Kenapa kesini?" Claudia langsung berbicara kepada Hasan dengan nada yang cukup kencang agar dia mendengarnya.

"Kita berteduh di kosan aku, karena lebih dekat." ucap Hasan tak kalah kencang

"Aku gak mau." tolak Claudia tanpa pikir panjang.

"Telat. Kita udah sampe." Motor Hasan kini sudah terparkir di parkiran kosan.

"Ayo turun!"

"Kenapa harus kesini? Aku mau pulang. Kalau tau gini aku mending pulang sendiri." Claudia turun dari motor Hasan.

"Hujan Di, kita berteduh bentar disini."

"Hp aku mana? Aku mau pesen taksi sekarang." Claudia mengulurkan tangannya untuk meminta ponselnya.

"Tunggu hujan reda, lagian baju kamu basah gitu. Mending ke dalem dulu." HAsan mengabaikan uluran tangan Claudia

"Hp aku!" Claudia tetap memaksa meminta hpnya. Saat ini mereka masih berada di parkiran yang memang tidak terkena hujan. Tapi dapat terlihat jelas bahwa malam ini hujan semakin deras bahkan beberapa kali ada suara petir yang membuat Claudia takut tapi dia berusaha untuk menutupi rasa takutnya.

"Keringkan dulu diri kamu baru aku kasih Hpnya." Hasan tetap menolak

"Gak, aku gak mau masuk kosan pacar orang. Lagi pula aku gak terlalu basah." Claudia mencoba tidak menatap Hasan. Dia menatap jauh ke gerbang.

"Yaudah tunggu sini." Hasan meninggalkan Claudia yang masih bingung kenapa Hasan tiba-tiba meninggalkannya.

Dengan kebingungannya Claudia menuruti ucapan Hasan untuk diam disini lagi pula hpnya masih ada di Hasan dia tidak bisa memesan taksi online.

Tidak butuh waktu lama Hasan sudah kembali ke arah Claudia dengan baju yang sudah berganti dan dia juga membawa sebuah Hoodie berwarna hitam di tangannya.

"Ayo, aku anter pake mobil." Hasan berjalan menuju sebuah mobil yang memang sudah sejak tadi terparkir disana.

Karena sudah lelah berdebat dan Claudia juga sangat kedinginan sekarang. Claudia tidak menolak untuk pulang menggunakan mobil. Karena yang Claudia inginkan saat ini adalah cepat pulang dan segera menjauh dari Hasan.

Claudia memasuki mobil itu tanpa bicara. "Pake biar gak dingin!" Hasan menyerahkan sebuah Hoodie kepada Claudia.

"Gak perlu, sekarang mending cepetan jalan. Aku pengen pulang." Claudia mengabaikan hoodie pemberian Hasan

"Aku gak akan jalan kalau kamu belum pake Hoodienya." Mendengar itu Claudia menghela nafas dengan panjang dan buru-buru memakai Hoodie hitam itu dia sudah lelah harus berdebat dengan Hasan. Setelah selesai memakai hoodie itu Claudia menatap Hasan sinis

"Nah, kalau gini kita bisa berangkat." Hasan mulai mengendarai mobilnya meninggalkan parkiran kosannya.

"Oh iya ini hp kamu, Bagas dari tadi telepon kamu." Hasan memberikan ponsel Claudia yang saat ini layarnya sedang menampilkan panggilan dari bagas.

Belum Usai (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang