7. Pulang Bareng Lagi

3.2K 134 4
                                        

Selama perjalanan menuju apartemen Ratu, mobil ini terasa hening. Claudia sungguh ingin cepat sampai, Claudia merasakan perasaan sesak yang entah kenapa sangat mengganggu saat ini. Belum lagi di sepanjang jalan Bagas menyandarkan kepalanya pada bahu Claudia, hal itu membuatnya semakin tidak nyaman. Tapi Claudia merasa tidak enak juga jika mendorong Bagas menjauh, dia mencoba memaklumi itu karena Bagas sedang sedikit mabuk.

Setelah beberapa menit menahan rasa tidak nyaman ini akhirnya mobilnya Hasan sampai di lobi apartemen Ratu.

"Claudia, lo gak perlu turun. Bareng aja pulangnya sama Hasan. Gak perlu canggung Hasan baik kok orangnya."

"Gak usah gue turun sini aja." Claudia tetap turun mengikuti Bagas.

"Lo bareng Hasan aja Di, biar aman." Bagas juga ikut berbicara, walaupun pandanganya sudah tidak fokus.

"Aku udah pesen ojek online kok, tinggal tunggu aja." Claudia memperlihatkan pesanan ojek yang dia pesan agar Ratu dan yang lain percaya dan tidak menyuruhnya untuk pergi bersama Hasan

"Oh yaudah deh. San kamu bantuin aku anterin Bagas ke atas ya."

"Gue mau nungguin Claudia sampe ojeknya datang." Bagas tiba-tiba menolak untuk menuju unit apartemennya

"Lo udah teler gitu, ayo cepetan gue anter lo naik ke atas." Ratu menarik tangan Bagas untuk mengikutinya

"Iya gue bisa ko sendiri nunggu disini."

"Yakin kamu gapapa Di?" Bagas masih tidak yakin dengan keputusan Claudia

"Iya."

"Yaudah aku duluan ya." Bagas kini berjalan dipegangi oleh Hasan. Claudia tidak habis pikir dengan Bagas yang bisa-bisanya bilang tidak mabuk tapi jalan saja sempoyongan. Belum lagi dia berencana mengantar pulang Claudia, jika dengan keadaan dia yang seperti itu bukannya pulang malah bisa-bisa mampir ke rumah sakit.

Claudia menjadi ilfeel sendiri dengan sikap Bagas yang seperti itu, dia memang sepertinya lebih buruk dari Hasan. Dulu Hasan juga suka minum, tapi dia selalu tahu tempat, dia tidak pernah minum saat sedang bersama Claudia ataupun minum saat akan berkendara setelahnya. Walaupun Hasan memang berjiwa bebas dia selalu berpikiran dewasa dalam menempatkan dirinya.

Dan lihatlah sekarang bagaimana bisa Claudia move on jika dia selalu membandingkan setiap orang yang dia kenal dengan Hasan.

Claudia menjadi pusing sendiri dengan perasaanya, dan untuk sekarang sepertinya Bagas bukan pilihan yang tepat jadi Claudia akan mulai menjauhinya.

Claudia harus mencari orang yang benar-benar dewasa dan serius padanya. Dia juga harus melupakan perasaan bodohnya kepada Hasan.

Claudia jadi kesal sendiri dengan kejadian kemarin dan hari ini andai saja dia tadi tidak ikut mungkin sekarang Claudia bisa merebahkan dirinya di kasur kosannya yang nyaman.

Perasaan kesal Claudia bertambah saat ojek online yang dia pesan tak kunjung datang juga. Dia takut Hasan keburu turun kesini, dan mereka bertemu. Claudia malas melihat Hasan.

Tapi seperti biasa harapan Claudia hanya akan berakhir sebagai harapan. Karena Hasan ternyata sudah kembali. Claudia pura-pura tidak melihat Hasan dia mencoba mengirim pesan kepada ojeknya untuk segera datang.

"Ojeknya belum datang?" Suara Hasan disamping Claudia tak lantas membuat Claudia menatap kearah Hasan. Dia pura-pura tidak mendengar dan masih fokus kepada ponselnya.

"Pulang bareng aku aja, ayo!" Tarikan tangan Hasan membuat Claudia cukup terkejut untung saja ponsel yang ada di tangannya tidak terjatuh.

"Hasan! Kamu apa-apa sih. Itu ojek aku udah datang. Lepas." Untung saja sebelum Claudia benar-benar ditarik oleh Hasan sebuah motor berhenti di depan mereka.

Belum Usai (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang