22. Brownies

1.5K 54 2
                                        


Besoknya setelah kejadian kecelakaan itu, Claudia kuliah seperti biasanya, bahkan saat ini Claudia sudah duduk dengan santai di dalam kelasnya. Sampai kemudian Laras dengan hebohnya masuk ke dalam kelas dengan membawa sebuah bungkusan kotak yang membuat Claudia menyerngit bingung.

"Ini gila! lo bilang sama gue Di. Lo abis ngapain?" Dengan heboh, Laras duduk di depan bangku Claudia sambil menaruh sebuah kotak di meja Claudia.

"Abis ngapain? Gimana maksudnya?" Claudia menatap Laras bingung.

"Terus kenapa tiba-tiba Anggi sama Candra nitipin gue Brownies, katanya dari Hasan sebagai ucapan terimakasih. Gue penasaran banget tapi takut disangka kepo kalau gue tiba-tiba langsung nanya ke Anggi alasan Hasan ngasih ini ke Lo." Mendengar penjelasan Laras membuat Claudia semakin bingung. Dia melihat isi bungkusan kotak ini, dan ternyata isinya memang brownies.

"Gue juga bingung apa maksud dari dia ngasih gue ini. Apa karena kemarin gue ikut bantuin dia? Tapi kenapa harus sampe segitunya. Kebalik banget harusnya gue yang kasih makanan ke dia buat jenguk dia." Claudia bergumam tanpa sadar sambil memegangi bungkusan itu.

"Maksud lo apa? Gue kayaknya ketinggalan banyak banget cerita. Lo harus cerita setiap detail yang lo sebutin tadi." Claudia memutar bola matanya menatap sikap Laras yang selalu saja heboh.

"Kemarin gue nolongin Hasan, dia kecelakaan ditabrak mobil. Terus kalau masalah brownies ini, seharusnya dia gak perlu ngasih gue kaya gini."

"Hasan kecelakaan?" Laras kaget dengan ucapan Claudia.

Claudia berusaha menutup mulut Laras. "Shuttt.. lo bisa gak ngomongnya jangan kenceng." Claudia menatap sekitar kelas yang untungnya masih cukup sepi, jika tidak Claudia takut ada yang dengar karena pembahasan tentang Hasan sangat sensitif.

"Kenapa Hasan bisa kecelakaan? Terus sekarang dia gimana? Kenapa lo bisa tau?" Laras saat ini sudah memelankan ucapannya.

"Nah kemarin tuh kebetulan gue lewat di lokasi kecelakaan dia, karena memang gue tau Hasan, jadi gue samperin terus ikut nganter dia ke klinik. Ternyata dia tuh ditabrak orang mabuk, kakinya terkilir. " Claudia mencoba menceritakan dengan jelas kepada Laras agar Laras tidak penasaran lagi.

"Terus?"

"Gak ada terus-terusan, setelah itu gue pulang. Udah deh cerita selesai."

"Hasan kayanya terkesan sama pertolongan Lo, buktinya dia ngirim brownies ini sebagai ucapan terimakasih."

"Gak ada yang terkesan. Dia cuma merasa gak enak sama gue dan mau bales hal itu dengan brownies. Walaupun seharusnya dia gak usah repot-repot kirim brownies kaya gini yang malah jadi bikin gue yang gak enak."

"Ya siapa tau aja dia tertarik sama lo jadi ngirimin Brownies."

"Mana ada kaya gitu, asal lo tahu dia gak kenal nama gue sebelumnya."

"Gak ada yang tahu kan, gimana kedepannya."

"Apaan sih udah gak usah bahas hal gak jelas. Sekarang gue jadi bingung harus jenguk dia atau enggak?"

"Jenguklah, dia udah baik ngirimin kaya gini."

"Tapikan gue gak minta, lagian gue kan gak sedekat itu sama dia, jadi kayaknya gak perlu deh."

"Gak perlu deket buat menjenguk orang sakit Di. Buru mau gak? Nanti gue anter."

"Keadaan dia kayaknya gak separah itu kok, jadi kayaknya gak perlu deh. lagian kan pasti udah banyak temennya yang jengukin. Nanti aja kalau dia udah masuk kuliah gue bakal ucapin makasih buat browniesnya."

"Lo bener-bener ya Di. Segitu gak mau deketnya sama Hasan."

"Gue biasa aja, kita juga cuma kenal selewat doang."

Belum Usai (Revisi)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang