Wulan,seorang anak yg toxic dan membuat orang tua nya terpaksa memasukkan nya ke dalam pondok pesantren agar menjadi orang yg berguna.Ternyata orang tua nya sudah menjodohkan nya dengan seorang anak kyai dari pesantren Al-A'la yg ia tempati.
"Mencintai Allah adalah setinggi tingginya cinta, sempurnakan cintamu pada Allah, sebelum engkau melabuhkan cintamu pada makhluknya"
( Muhammad Azzam al-Ghifari )
Dua Minggu sudah Wulan berada di rumah sakit setelah melahirkan bayi kembarnya, kini ia sedang merapikan pakaiannya karena segera pulang ke rumahnya bersama gus azzam.
Beberapa hari sebelumnya gus azzam sudah memberikan nama untuk kedua bayinya yang cantik dan gemes itu.
Gus azzam menamakan kedua bayinya yaitu Arsyi Aqila Al-Ghafari dan Arsya Aqila Al-Ghafari. Gus azzam sudah lama mencari nama bayinya itu, tapi ia masih ragu untuk memberitahukannya kepada anggota keluarganya.
"Mas tolong ganti popok Arsyi, dari tadi dia nangis terus, aku sedang beres beres nih." Ucap Wulan yang sedang melipat pakaiannya.
"Iya sayang" gus azzam beranjak dari duduknya dan menuju ke arah ranjang kedua anaknya.
"Masya Allah Anak ayah cantik sekali" ucap gus azzam yang menggendong Arsyi di pangkuannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wulan memandang Sinis ke arah gus azzam.
.........
Sesampainya di area pesantren mobil gus azzam melaju ke ndalem dan disana mereka disambut oleh baby suster yang mengasuh kedua bayi kembarnya, baby suster itu membawa bayi kembar itu ke dalam kamar Wulan dan gus azzam.
"Sayang kamu masuk dulu aja, mas mau memarkirkan mobil dulu!" Wulan mengangguk dan berlalu masuk kedalam.
Wulan lalu masuk ke dalam kamar mereka dan menghampiri kedua bayi mereka.
"Masya Allah nggak nyangka aku udah punya anak yang lucu lucu" tak terasa mata Wulan mengeluarkan sebutir bening.
Ceklek...
Suara pintu terbuka dan itu membuat Wulan tersadang dari lamunannya.
Gus azzam melirik ke arah Wulan yang sedari tadi memandangi bayi mereka, gus azzam lalu menghampiri Wulan.
Ia memeluk istrinya dari belakang dan kepalanya bersandar di bahu Wulan, "Kok nangis sih?"tanya Gus Azzam, wulan lalu menghapus air matanya dan membalikkan badannya ke arah suaminya.
"Gapapa cuma nggak nyangka aja, Wulan bisa punya anak yang lucu dan gemes kayak Gus Azzam" sontak gus azzam mencubit hidung Wulan pelan.
"Allah itu tidak sia sia menciptakan seorang manusia, makanya kita harus bersyukur setiap saat"ucap gus azzam
Wulan hanya mangut mangut saja.
"Aku mau mandi dulu ya bentar lagi mau adzan" titah Wulan.
"Ya sudah biar saya yang jagain sikembar, kamu mandi aja dulu nanti biar gantian" ucap gus azzam
Wulan melangkah ke arah kamar mandi sebelum itu ia mencium kedua bayi mereka dan berlalu pergi.
***
Kedua pasutri itu sedang bersiap siap untuk melaksanakan sholat Maghrib bersama.
Mereka pun telah menyelesaikan sholatnya dan gus azzam membalikkan badannya mengarah ke istrinya, ia menjulurkan tangannya untuk disalami, Wulan pun menyalami tangan suaminya.
"Sini"
"Hah?"
"Sini" ucap gus azzam sambil menepuk pahanya agar Wulan tiduran di pahanya.
Wulan langsung merebahkan kepalanya di atas paha Gus azzam, gus azzam mengelus kepala istrinya.
"Mas, boleh nanya nggak?"tanya Wulan
"Hm, nanya apa"
"Mas kenapa mau nikah sama aku, mas kan bisa cari yang cantik, baik, pinter dan-"ucapan Wulan berhenti saat jari telunjuk gus azzam menempel di bibirnya.
"Sttt!, Sayang Dimata saya kamu itu cantik, baik, pinter, dan sempurna" titah Gus azzam.
"Dan saya yakin kalau kamu itu adalah jodoh saya yang di kasih Allah untuk saya, jadi saya bersyukur sekali bisa dapetin kamu" sambungnya.
Wulan terdiam mendengar ucapan gus azzam, dia tersenyum tipis.