@savikawina_487
Waktu telah berganti, tak terasa pak darso bekerja sudah lima bulan dirumah gus azzam. Kini anak pak darso sudah lahir satu bulan yang lewat, mereka dikaruniai putri yang cantik.
Setiap pak darso pergi bekerja, dia selalu membawa anak dan istrinya kerumah gus azzam. Gus azzam dan keluarga tak merasa keberatan dengan keberadaan keluarga pak darso.
Arsya dan arsyi tengah bermain bersama pengasuhnya mbok ayu dan mbok ratih, sedangkan wulan pergi kepasar untuk membeli sayuran, dan gus azzam mengajar di pesantren.
Sikembar ingin pergi jalan jalan keluar rumah disekitar taman yang tak jauh dari rumah gus azzam.
Dengan rengekan dari sikembar akhirnya para pengasuhnya pun mengiyakan keinginan sikembar, dan buk nur diajak sekalian untuk menghilangkan kebosanan nya.
Taman tersebut bertepatan diseberang jalan belakang rumah gus azzam. Mereka lalu menuju ketaman itu, buk nur dengan tenaganya yang sudah tidak sanggup lagi mendorong sepeda bayi, ia lalu beristirahat sejenak ditepi jalan dan duduk dikursi yang disediakan.
Ternyata buk nur lupa memasang rem sepeda yang ditumpangi anaknya, sepeda itu pun berjalan sendiri kearah jalanan, tanpa sesiapa yang mengendalikannya.
Wulan yang baru saja pulang dari pasar dan kebetulan ia lewat belakang, entah kenapa filingnya mengatakan di tanam belakang rumahnya ada yang menjanggal dihatinya.
Wulan melihat sebuah kereta bayi yang melaju dijalanan tanpa ada yang mendorongnya, iapun terpaku ditempat dan melihat kesisi lain jalanan, ia melihat ada mobil yang melaju kearah kereta bayi itu, ia teriak dan berlari menyelamati bayi itu.
"AWAAASSS!!"teriak wulan, mendengar ada yang teriak buk nur reflek terbangun dari tidurnya dan mencari sumber suara tersebut.
Buk nur tidak menemukan kereta yang dinaiki oleh anaknya tadi, dan ia melihat kejalanan, betapa terkejutnya ia melihat kereta yang berisi bayinya itu hampir saja ditabrak oleh mobil dari arah berlawanan.
Buk nur lalu berlari ke arah kereta itu, ternyata bayinya sudah diselamatkan oleh wulan, dan dia berhenti ditengah jalan sambil bernapas lega, jika anaknya telah selamat dan tidak kenapa napa.
Namun kemalangannya tidak berakhir sampai disitu, dari arah belakang buk nur ada mobil yang melaju sangat kencang dan tidak bisa dikendalikan.
Buk nur yang hampir ditabrak, diselamatkan oleh pak darso yang melihat mobil melaju sangat kencang ke arah istrinya, ia mendorong istrinya sampai kepala sang istri terbentur diujung jalan, sedangkan pak darso tertabrak oleh mobil tersebut.
Brakkk!!!
Brakk!!
Melihat kejadian itu wulan yang sedang memegang bayi pak darso dan buk nur melemas dan terduduk ditanah sambil menggendong bayi itu.
Wulan sempat meneriakinya, namun itu semua sudah terlambat, pak darso meninggal ditempat sedangkan sang istri pingsan dan kekurangan banyak darah.
Wulan menangis histeris dan tidak bisa melakukan apa apa lagi.
Para pengasuh sikembar mendengar keributan dari arah jalanan, mereka langsung menuju kearah sumber suara tersebut.
Alangkah kagetnya mbok ayu dan mbok ratih, melihat buk nur dan sang suami terkapar tidak berdaya di atas jalanan, sedangkan wulan yang masih terduduk sambil menangis.
Mereka lalu menghampiri tempat itu, dan menyusul wulan yang tak sanggup berdiri lagi.
"Ada apa ini buk?"tanya salah seorang pengasuh.
Wualn tak bisa menjawab pertanyaan pengasuh itu lagi, pikirannya kacau dan tidak bisa mencerna sesuatu yang masuk.
Beberapa lama wulan membuka suara
"Telpon mas azzam, cepat telpon mas azzam"teriak wulan kesalah satu pengasuh itu.
Dengan pikiran cemas pengasuh itupun menelpon gus azzam yang menceritakan kejadian itu ke gus azzam.
Gus azzam langsung menuju rumah dan menelpon ambulance, dan segera ambulance tersebut datang langsung melaju ke RS.
Jangan lupa vote ya teman-teman.
Lanjut yaaa
KAMU SEDANG MEMBACA
my Gus my husband
General FictionWulan,seorang anak yg toxic dan membuat orang tua nya terpaksa memasukkan nya ke dalam pondok pesantren agar menjadi orang yg berguna.Ternyata orang tua nya sudah menjodohkan nya dengan seorang anak kyai dari pesantren Al-A'la yg ia tempati.
