23.sosok bayangan

299 6 0
                                        

                  @savikawina_487



Sedang asik menikmati makanannya, wulan tak sengaja melihat seseorang yang melintas dijendela belakang rumahnya, wulan sedikit tercengang dan menundukkan kepala.

Gus azzam yang merasa heran dengan tingkah istri nya yang aneh, ia mencoba bertanya."sayang kenapa wajah kamu pucat,kamu sakit?"wulan langsung menoleh dan menggelengkan kepala.

Gus azzam yang merasa tidak ada yang beres dengan wulan, iapun mendekat dan memeluk wulan dari samping.
"Kamu kalau ada masalah cerita aja sama aku, insyaallah aku akan bantu sebisa aku" ucap gus azzam membujuk wulan untuk cerita.

"Eee, sebenarnya....sebenarnya..." Ucap wulan terpatah patah.

"Ada apa hm"

"Sebenarnya, sudah dua hari ini aku liat ada bayangan selalu melintas dijendela belakang, aku nggak tau itu siapa, aku takut" ucap wulan sambil membalas pelukan gus azzam.

"Bayangan apa?"tanya gus azzam.

"Nggak tau, aku takut itu orang yang ingin mencelakakan keluarga kita"adu wulan.

"Kamu tenang aja, insyaallah aku akan selalu menjaga kalian dari siapapun itu" wulan mengangguk didalam pelukan gus azzam.

"Yaudah ayo kita lihat diluar"ucap gus azzam menarik tangan wulan.

"Tapi...tapi aku takut"

"Percaya aja sama Allah, Allah akan ada bersama hamba hambanya, mari"wulan mengikuti gus azzam dan sembunyi di belakang gus azzam.

Gus azzam membuka pintu belakang rumahnya, dan ia melihat kanan kiri mencari keberadaan seseorang. Namun ia tak menemukan sesiapapun, ia terus mencari sampai di bawah pohon yang dekat dengan rumahnya, pohon itu adalah pohon mangga yang ditanam oleh wulan sewaktu pertama kali mereka tinggal dirumah itu.

Mereka melihat ada sosok seseorang yang mengenakkan Hoodie yang sedang berusaha mengambil buah mangga yang didekat rumah mereka.

Mereka lalu menghampiri orang tersebut dan menanyakan apa yang di lakukan oleh orang tersebut.

"Maaf permisi anda siapa?"tanya gus azzam memegang pundak orang tersebut.

Orang itu membalikkan badan terkejut melihat kedatangan wulan dan gus azzam, orang itu ingin lari dari tempat itu, namun gagal karena gus azzam mencengkam tangan orang itu dari belakang, dan membuat orang itu menghentikan langkahnya.

"Anda siapa, apa yang anda lakukan disini?"tanya gus azzam.

Orang itu hanya diam tanpa suara.
"Cepat jawab atau saya laporkan anda kepolisi"ancam gus azzam.

"Jangan pak, maafkan saya. Saya sudah mengambil mangga bapak tanpa izin dari pemiliknya" ucap orang itu.

"Kenapa anda tidak memberitahu saya atau istri saya dulu, kalau anda menginginkan buah mangga ini"tanya gus azzam.

"Sekali lagi maafkan saya pak, saya mengambil buah mangga ini karena istri saya sedang mengandung dan dia ingin sekali makan buah mangga muda, tapi saya tidak punya uang untuk membeli buah mangga, setelah saya berjalan disekitar rumah bapak saya melihat pohon mangga bapak berbuah Sangat banyak, saya ingin meminta izin kepada pemiliknya tapi saya tidak berani meminta izin,saya takut bapak tidak memberikan saya buah mangga ini, oleh karena itu saya mencurinya, maafkan saya pak,buk" jelas orang itu memohon kepada gus azzam dan wulan.

"Astaghfirullahalazim pak, bapak sanggup mengasih makanan yang tidak halal untuk buah hati bapak, kalau bapak memintanya pada kami insyaallah kami akan memberikannya, tidak dengan cara seperti ini pak" ucap gus azzam diangguki oleh wulan yang sedari tadi terdiam mendengar cerita dari bapak itu.

"Iya pak saya menyesal, saya mohon maaf pak telah lancang mengambil milik bapak" orang itu bertekuk lutut dihadapan wulan dan gus azzam.

Gus azzam langsung membawa orang itu berdiri."pak mulai sekarang bapak boleh ambil buah mangga ini sebanyak yang bapak mau, dan berikan kepada istri dan anak bapak, ingat ya pak sesusah apapun keadaan kita, jangan pernah mengasih anak dan istri kita makanan yang tidak halal" gus azzam memberikan nasehat.

"Iya pak insyaallah"

"Bapak juga boleh kok bawa istri bapak sesekali kesini untuk makan buah mangga ini dan sekalian istri bapak bisa mengobrol dengan istri saya" suruh gus azzam.

"Boleh pak, buk?"tanya orang itu.
Dan diangguki oleh wulan dan gus azzam.

"Alhamdulillah terima kasih banyak pak, buk, kalian telah baik kepada keluarga saya, walau saya sudah membuat bapak dan ibuk rugi" ucap orang itu.

"Iya tidak masalah pak, lagian juga istri saya tidak ada kawan nya kalau dirumah

"Iya pak, besok saya akan bawa istri saya kesini untuk dikenalkan pada bapak ibuk" wulan dan gus azzam tersenyum.

"Yaudah pak,buk saya pamit pulang dulu, saya mau kasih tau istri saya kalau ternyata didunia ini masih ada orang yang baik kepada orang seperti kami" orang itu pergi setelah mengucapkan salam dan dijawab oleh gus azzam dan wulan.

Gus azzam menggelengkan kepala dan berbalik kearah wulan yang sedari tadi berdiri dibelakang nya karena takut dengan orang tadi.

"Sayang kamu sekarang udah nggak takut lagi kan?"tanya gus azzam.

"Nggak kok, malahan aku kagum liat ketulusan bapak itu, dia rela melakukan apapun demi keluarganya bahagia" ucap wulan.

"Yaudah kita masuk yuk, kita bereskan sisa makanan kita tadi"wulan mengangguk dan berjalan mengikuti gus azzam.

Jangan lupa vote ya teman teman.

Lanjut yaa😁

my Gus my husband Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang