"ikhlas dengan semua yang terjadi adalah sebuah sifat yang mulia"
Suasana pagi yang cerah di pesantren Al -A'la,Wulan sedang memandang keluar jendela yang ada di kamar Azzam dan melihat para santriwan dan santriwati yang siap menuju sekolah
Azzam baru keluar dari kamar mandi dan bersiap di depan lemarinya,beberapa lama ia berkutik dengan bajunya Azzam terus memandangi Wulan yang sedang melihat ke arah jendela
"Wulan kamu lagi apa?"tanya Azzam memecahkan keheningan
Lalu Wulan menoleh dan tersadar dari lamunannya"Eee,gapapa"jawab Wulan singkat
"Wulan bolehkah aku bicara sesuatu?"
"Hmm,boleh tanya apa?"Wulan kembali bertanya
"Apakah kamu tidak senang menikah dengan saya?kalau benar saya akan coba bicara dengan ayah kamu"
"Eh bukan seperti itu" lalu mereka duduk di kursi yang ada di kamar Azzam
"Lalu kenapa kamu seperti memikirkan sesuatu?"
"Jadi begini,gue ingin berusaha menerima Lo untuk jadi suami gue demi orang tua gue.tapi gue ragu apakah gue bisa jadi istri yang baik buat lo"ujar Wulan dengan sedikit gugup
"Kamu tenang saja,kamu sudah jadi istri yang baik kok buat saya,tapi kamu harus banyak belajar,udah gak usah malu atau gugup,saya akan membimbing kamu kejalan yang diridhoi Allah SWT."Azzam mencoba menenang kan suasana
"Oke,mulai sekarang kamu harus jaga ucapan kamu ubah cara bicara kamu ya,dan sekarang kamu jangan pake Lo gue lo gue lagi ganti dengan aku atau saya,paham?"
"Baiklah saya paham"ucap Wulan dengan semangat
Wulan sekarang tidak merasa canggung lagi dengan Azzam karena Wulan sudah bisa menerima Azzam dengan segala sekurangan nya dan begitupun sebaliknya
"Baik saya mau ngajar dulu ya"
"Iya,jangan lama-lama oke"sambil mengacungkan jempolnya
"Siap nyonya"tawa Azzam
Tak lama Wulang sedang membereskan lemarinya tiba tiba mendengar suara ponselnya berbunyi
Dert....Dert....Dert...
Wulan mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar itu nama bundanya
Bunda kuuu
"Assalamualaikum sayang"salam Rani dari seberang sana
"Walaikumsalam bundaa"jawab Wulan dengan semangat
"Nak kamu apa kabar?apakah kamu bisa menerima suami kamu?apa kamu sudah bicara dengan nya?"Rani bicara panjang lebar
"Bunda satu satu tanyanya Bun"tegur Wulan
"Iya sayang bunda terlalu rindu sama kamu nak"
Wulan tertawa sambil terkekeh
"Iya Bun,Wulan baik baik aja,Wulan udah bicara sama Azzam tadi katanya dia mau membimbing Wulan dengan baik"Wulan mencoba menjelaskan
"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu,baik nak bunda menelpon hanya ingin bicara itu saja bunda tutup dulu ya"Rani ingin mematikan ponselnya namun di tahan oleh Wulan
"Ih bunda masa nanya itu doang sih,buru buru amat"
"Nak bunda rencananya mau pergi
Arisan, udah ditungguin tuh sama temen temen bunda"kata bunda Rani
"Baiklah,bunda jaga diri baik baik ya!"
"Iya sayang, assalamualaikum "
"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"Rani pun memutuskan sambungan telfonnya
...........
Beberapa bulan kemudian
Wulan sedang memasak untuk suaminya yang sedang berolahraga di sekitar pesantren,tak lama Azzam datang dan menghampiri istrinya di dapur karena uminya sedang kepasar bersama beberapa santriwati sedangkan pak kyai sedang ada urusan di luar pesantren kini hanya mereka berdua yang ada di ndalem
"Wulan masak apa?"tanya Azzam
"Eh mas Azzam,dah pulang?"sambil menyalimi tangan suaminya
"Ini mas lagi masak tumis kangkung"jawab Wulan antusias
Azzam lalu menganggukkan kepala
"Wah itu masakan kesukaan saya,kok kamu tau sih?"azzam senyum masam
"Masasih aku baru pertama kali ini loh masak kangkung,baru tau kalo mas Azzam suka kangkung"cerocos Wulan dengan polosnya
"Emangnya umi gak ngasih tau kamu soal kesukaan saya"lalu Wulan dengan polosnya menggelengkan kepala
Semua anggota keluarga sedang berada di ruang tamu karena tadi ada tamu pak kyai yang datang berkunjung dan kini diruang tamu hanya ada Wulan Azzam dan umi Laila pak kyai pergi mengantar tamu nya tadi
"Nak Wulan?"panggil umi memecahkan keheningan
"Iya umi"sahut Wulan
"Umi mau tanya sesuatu sama kalian"
"Tanya apa umi?"Azzam membuka suara
"Apakah Wulan ada tanda tanda hamil?umi pengen sekali menggendong cucu dari kalian"
Wulan dan Azzam sama memandang satu sama lain,mereka hanya tersenyum
"Belum dikasih rezeki sama Allah,umi"Azzam berani menjawab
"Yasudah kalian semangat ya jangan lupa berdoa karena Allah senang dengan hamba yang selalu meminta kepada nya"
"Iya umi insyaallah"jawab Azzam
_lanjut part4_
KAMU SEDANG MEMBACA
my Gus my husband
Ficção GeralWulan,seorang anak yg toxic dan membuat orang tua nya terpaksa memasukkan nya ke dalam pondok pesantren agar menjadi orang yg berguna.Ternyata orang tua nya sudah menjodohkan nya dengan seorang anak kyai dari pesantren Al-A'la yg ia tempati.
