"sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula melihat Kebagusan wajahmu, tetapi Allah lebih melihat pada keikhlasan hatimu."
( HR. Muslim )
Gus azzam mendekati wajahnya dengan wajah Wulan, sekarang hidung mereka saling bertemu sangkin deketnya wajah mereka. saat hendak melanjutkannya mereka terkejut ketika mendengar suara bayinya yang terbangun.
Ekk...Ekk...
Mereka sontak kaget saat mendengar suara bayi mereka, Wulan langsung terduduk akibatnya, dan merekapun saling pandang satu sama lain, dan tak lama mereka tersenyum lebar.
"Ya udah aku liat mereka dulu ya"ucap Wulan, gus azzam Hanya mengangguk.
Wulan berjalan mendekati tempat tidur bayinya, "eh, anak umi udah bangun ya" ucapnya sambil menggendong bayinya.
"Oh pantes aja bangun, ganti popok ya" bayinya tersenyum tipis mendengar titahan Wulan.
Wulan menoleh ke arah gus azzam yang juga memandanginya sedari tadi.
"Aaa! Mas tadi bayi kita senyum"ucap Wulan kegirangan.
Gus azzam berjalan kearah bayinya yang sedang tidur di atas ranjangnya dan menggendong bayinya yang masih tertidur pulas.
Ia mencium bayi dalam gendongannya dan beralih mencium bayi yang digendong Wulan, tak lupa ia juga mencium Wulan tapi beda tempat, gus azzam mencium kedua bayinya tepat di pipinya dan dia mencium Wulan di dekat bibir Wulan agak lama.
Sekitar jam 10 malam Wulan tidak bisa tidur, sedangkan suami dan kedua bayinya sudah sedari tadi tertidur.
Ia berjalan ke arah balkon kamarnya dan duduk di kursi yang ada di balkon itu.
Wulan mengingat saat pernikahannya dipublis di depan seluruh penghuni pesantren, dan saat ia tamat dari pesantren itu.
Flashback on...
Salah santri yang mencurigai hubungang Wulan dan gus azzam ia mengikuti Wulan yang hendak pergi ke dalam ruang kerja gus azzam.
Santri itu mendengar seluruh pembicaraan Wulan dan gus azzam, dan diketahui oleh Wulan dan gus azzam.
Sebelum diintrogasi oleh gus azzam, santri itu sudah memberitahukan kepada temannya soal apa yang ia dengar di ruangan gus azzam.
Keesokan paginya gus azzam memerintahkan seluruh penghuni pondok pesantren untuk berkumpul di aula yang biasanya digunakan untuk acara tertentu.
Semua orang sudah berkumpul di aula tersebut, salah satu santri bertanya tanya kenapa mereka dikumpulkan tiba tiba.
"Kenapa kita dikumpulkan disini?"tanya santri itu ke temannya.
"Nggak tau, mungkin gus azzam ingin memberitahukan sesuatu"ucap temannya
Santri itu mangut saja.
Tak lama gus azzam pun datang bersama seorang wanita yang tidak asing bagi santri santri itu, pasalnya Wulan Ter kenal bandel dan biang onar.
"Wulan"ucap salah satu santri bertanya tanya.
"Ngapain Wulan dekat situ"
Begitulah lontaran kata yang di ucapkan sebagian santri.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"ucap gus azzam dari depan, semua santri menjawab salam gus azzam dan seketika terdiam.
"Sebelumnya saya minta maaf sama kalian semua karena sudah mengganggu waktu belajar kalian, saya cuma ingin memberitahukan suatu hal yang sangat penting tentang wanita yang ada di samping saya" ucap gus azzam
Seluruh pasang mata menuju kearah Wulan yang di tunjuk oleh gus azzam.
"Sebenarnya wanita ini alias Wulan adalah istri sah saya,sudah hampir delapan bulan kami menikah dan baru kali ini saya bisa mempublis hubungan kami, jadi saya harap kalian harus menghargai Wulan sebagai Ning kalian di sini, paham!" Ucap gus azzam menekan kata yang diakhirnya.
"Paham" ucap semua santri disintu.
"Oke baik terimakasih atas perhatian kalian semua saya akhiri, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" setelah mengatakan itu gus azzam dan Wulan beranjak dari tempat itu tanpa aba aba.
Semua santri pun pergi satu persatu dari tempat itu, mereka berbisik bisik.
"Kok bisa sih gus azzam punya istri kayak Wulan itu, Wulan kan terkenal bandel banget dan selalu bikin onar"
"Sudah itukan urusan gus azzam, kita diam ajalah" ucap nya.
Seminggu setelah Wulan dipublis menjadi istri gus azzam, Wulan pun akhirnya wisuda dan pelepasan santri tahun ini.
Acara pelepasan satripun berjalan dengan lancar dan megah, malam nya Wulan duduk di depan cermin kamarnya setelah selesai mandi dan menunaikan sholat Maghrib, sedangkan gus azzam sholat di masjid pesantren.
Flashback off...
"Duh nggak nyangka ya semuanya sudah berlalu begitu aja, dan nggak nyangka aku udah punya dua bidadari" ucap Wulan
Tak terasa jam pun menunjukkan pukul setengah duabelas malam, Wulan pun segera beranjak dari duduk nya dan mengunci pintu balkonnya.
Lanjut nihh!!
Jangan lupa vote nya ya😁
KAMU SEDANG MEMBACA
my Gus my husband
General FictionWulan,seorang anak yg toxic dan membuat orang tua nya terpaksa memasukkan nya ke dalam pondok pesantren agar menjadi orang yg berguna.Ternyata orang tua nya sudah menjodohkan nya dengan seorang anak kyai dari pesantren Al-A'la yg ia tempati.
