SEVENTEEN (ARE YOU READY)

4 1 0
                                        

Halo gyus

Bertemu lagi dengan author senja

Gimana kabarnya

˙˚ʚ(´◡')ɞ˚˙

HAPPY READING

"Mungkin berada pada titik ini tidak mudah, namun untuk sampai pada titik ini jauh lebih tidak mudah" by author   

mereka heran, dengan erlan bagaimana bisa? dia menyuruh untuk membuang senjata sedangkan teman-temanya sudah terluka akibat ulah si peneror tersebut.

"erlan, erlan dia gila apa gimana sih! kok bisa-bisanya dia nyuruh kita buang senjata sedangkan tu orang udah berani ngelukain sohib kita," sahut garvin emosi.

"kali ini, gue setuju sama garvin. bisa aja dia bunuh kita" timpal vania.

"tenang dulu bisa. mungkin erlan punya rencana lain gak mungkin dia bahayain kita." lerai rhea mencoba berpikir positif.

"stop, inilah yang pengen si peneror itu lakuin. supaya kita saling nyalahin satu sama lain." nasehat darel.

disisi lain.

"gimana, lo mau dateng nemuin mereka?"

"ya permainan baru saja di mulai dan mereka semakin bersemangat mencari diriku"

"bodoh sekali, mereka tidak mengetahui musuh mereka sendiri. "

"hhhh ini semakin menarik"

"Cirs"

"Cirs"

Ting

"jangan terburu-buru ini belum apa-apa."

"of course"

kembali lagi pada sekelompok manusia yang telah bersiap-siap menunggu peneror itu datang.

"mana sih, lama amat," dumel garvin kesal sendiri.

masih tersisa sepuluh menit sebelum jam menunjukkan angka dua belas malam. tapi tiba-tiba semua lampu yang ada pada taman tersebut mati. membuat suasana jadi mencekam entah apa yang direncanakan oleh si peneror.

"Woii keluar lo pengecut!!" murka vania.

"jangan sembunyi tunjukin wajah buriq lo sini, " teriak garvin tak kalah kencang.

"tenang." peringat albert.

"ingat rencana awal!" ucap erlan.

masih dalam keadaan mencekam. mereka mencoba ralat maksudnya erlan. berbicara dengan si peneror karena dia sudah benar-benar lelah dengan semua drama yang tidak ada habisnya.

"GUE TAHU LO ADA DISINI JADI GUE NGEWAKILIN TEMAN-TEMAN GUE MINTA LO NGAKU SIAPA LO SEBENERNYA" ucap erlan tegas.

"APA MAU LO SAMA KITA. KALO KITA PUNYA SALAH BISA DIBICARAKAN BAIK-BAIK APA YANG LO INCAR DARI KITA"

"kebenaran, " ucapnya.

truuulala, lampu pun menyala menampilkan seseorang dengan stelan hitam yang membungkus seluruh tubuhnya. dilengkapi dengan masker hitam membuatnya sulit untuk diketahui oleh musuhnya.

"HAHH"

mereka semua, terkejut bukan main. saat mengetahui siapa pemilik masker hitam tersebut saat dia membuka maskernya. lalu membuka tudung hodie yang digunakan membuat wajah dan rambutnya terlihat jelas didepan mata.

"NAUMI" teriak mereka secara bersamaan.

"kenapa terkejut?"

"gadis sepolos lo," tunjuk vania dengan pandangan tak percaya.

"lo pasti disuruhkan sama si peneror itu HAH? jawab"tanya vania tak sabaran.

" vania, vania lo bodoh apa gimana sih. gak ngebedain mana yang tulus mana yang ngak"sahut naumi datar.

"greta udah anggap lo sahabat. dia lo bener-bener yah gak habis fikir gue" ujar rhea.

"kalian fikir, gue bodoh dengan gak tahu kalau kalian ngedeketin gue cuman karna punya niat lain." sahut naumi dengan tampang khasnya.

"liat aja detik selanjutnya. bakalan ada bom"

TING

bunyi notifikasi dari ponsel garvin.

BUNDA👰‍♀️
garvin cepetan pulang, bunda takut ada yang gedor-gedor pintu sama suara tembakan diluar.

Next chapter

Gimana chapter ini gyus

Semoga suka😊

Vote+komen+share

Jangan lupa follow

Baca elit
Vote sulit

Gumawo yoerobunヾ(^-^)ノ

Dapat salam dari bini jaemin🐷

Bye chingu🐽


PUZZLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang