"Apa yang kau katakan Caca". Tanya Queen tidak mengerti.
"Gara gara kau aku yang dulu selalu di puji, dipandang seperti ratu, murid kesayangan guru dan orang yang paling dekat dengan geng Black Tiger. Tapi sekarang aku dipandang seperti sampah yang menjijikan, dihina, dimaki itu semua gara gara kau hiks gara gara kau". Isak Caca.
"Apa kau tahu aku yang sudah menjebakmu, memberikanmu obat perangsang supaya semua orang tidak ada yang akan percaya padamu tapi pada malam itu malah aku yang terjebak". Pengakuan Caca membuat Queen membeku.
"Aku semakin membencimu Queen".
"Kenapa ha kenapa Queen". Ucap Caca mencengkram bahu Queen.
"Sekarang kau harus mati" . Ucap Caca perlahan mendorong Queen mendekat ke arah tangga. Queen berusaha memberontak tapi cengkraman Caca sangat keras. Ia merasa kuku panjang Caca menusuk bahunya.
"Selamat tinggal Queen". Ucap Caca mendorong Queen ke tangga rotfoop.
"Semoga kau mendapatkan yang kau inginkan Caca dan maafkan aku yang telah merebut semua yang kau punya". Ucap Queen tersenyum tulus pada Caca.
Deggg
Caca membeku di tempatnya, melihat senyum tulus Queen membuat Caca merasa bersalah.
"Mungkin ini adalah akhir hidupku". Ucap Queen sebelum jatuh terguling di tangga.
Bruk bruk bruk
Suara badan Queen yang jatuh bertubrukan dengan tangga. Di lantai bawah Queen jatuh dengan kepala yang menabrak pembatas tangga. Darah mengalir di sekujur tubuhnya terutama di bagian kepala.
"Apa yang aku lakukan". Ucap Caca melihat kedua tangganya yang ia gunakan untuk mendorong Queen.
"Aku seharusnya tidak membunuh Queen. Aku baru sadar Queen tidak bersalah tapi aku yang egois tidak ingin ada seseorang yang melebihi diriku". Lirih Caca.
"Tidak Queen". Histeris Caca menjambak rambutnya erat.
Kedua abang Queen berlari ke arah rotfoop bersama anggota black tiger. Ia mendengar ada seorang siswa yang mengatakan Queen ada di rotfoop. Saat di depan tangga.
"Queen".
"Queen".
"Sayang".
"Tidak Queen jangan tinggalkan kami, Queen bangun sayang hiks hiks". Jerit Al sambil memangku kepala Queen.
"Queen hiks bangun, darah ada banyak darah". Kaget King.
"Panggil ambulans sekarang". Teriak El.
"Queen". Teriak Max menghampiri Queen yang bersimbah darah.
"Siapa yang melakukannya"
Saat melihat keatas mereka melihat Caca yang menjerit seperti orang gila.
"Ambulans sudah tiba ayo kita angkat Queen". Ucap Vian khawatir, bagaimanapun ia sudah menganggap Queen sebagai adik perempuannya.
"Awas kau Caca beraninya kau menyakiti kesayanganku". Max mengepalkan kedua tangannya.Hawa yang ada di sana terasa mencekam.
Mereka membawa Queen ke rumah sakit. Sepanjang koordidor semua murid khawatir bahkan ada yang menangis melihat keadaan Queen.
Sesampainya di rumah sakit Queen di dorong menggunakan brangkar.
"Queen bertahan sayang". Ucap King.
Vote dan komen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Queen
FantasyQueen Syakuela Abraham , gadis penyuka susu kotak coklat dan pecinta cogan tiba tiba mengalami transmigrasi ke dalam tubuh seorang figuran di novel yang ia baca semalam, bagaimana jadinya jika Queen bertransmigrasi kedalam tubuh figuran di temani ol...
