Sudah 1 bulan Queen terbaring koma di rumah sakit.
Di alam bawah sadar Queen.
"Wah ini dimana, apakah ini surga?. Bunga bunga yang indah, air terjun yang airnya sangat jernih dan apa itu ayunan".
Queen berjalan ke ayunan lalu mengayunkan kakinya perlahan.
"Aku suka di sini daripada di dunia novel. Di sini aku merasa senang dan bahagia". Ucap Queen dengan ceria.
Terlihat seorang gadis menghampiri Queen.
"Hei Queen".
"Kau siapa".
"Aku adalah pemilik tubuh yang kau tempati sekarang. Sudah lama aku ingin berbicara denganmu dan aku rasa ini kesempatan yang bagus". Ujar gadis itu.
"Benarkah? ".Tanya Queen.
Gadis tersebut menempati ayunan kosong di sebelah Queen.
"Aku dulu hanyalah seorang pemulung, di akhir hidupku aku tidak pernah merasakan kebahagiaan dan tidak pernah merasakan kehangatan keluarga. Tapi berkatmu aku bisa merasakan itu semua. Terima kasih Queen". Cerita sang gadis.
"Sama sama ngomong ngomong siapa namamu? ". Tanya Queen.
"Aku tidak punya nama". Senyum gadis itu.
"Bagaimana kalau namamu Bela". Ucap Queen.
"Nama yang bagus aku suka". Riang Bela.
"Duniamu sekarang adalah dunia nyata Queen bukan dunia novel. Jalani hidupmu dengan penuh kebahagiaan. Kau terlalu baik dan sangat polos untuk dunia yang sekarang kau tempati. Tapi kau memiliki banyak orang yang mendukungmu". Nasehat Bela.
"Iya kau benar Bela". Ujar Queen.
"Kembalilah Queen banyak yang menunggumu, ikuti cahaya itu". Tunjuk Bela pada cahaya yang terlihat terang.
"Cahaya itu akan membawamu pada duniamu". Lanjut Bela.
"Aku tidak mau Bela, aku mau disini". Putus Queen.
"Cahaya itu akan menghilang lima menit dari sekarang Queen, pergilah". Ujar Bela.
"Aku tidak mau Bela, jangan paksa aku". Queen tetap kokoh pada pendiriannya.
"Kau saja yang kembali". Suruh Queen pada Bela.
"Aku tidak bisa Queen, jiwaku sudah mati, tidak akan bisa hidup lagi". Ucap Bela.
"Cepatlah Queen, cahaya itu akan menghilang". Suruh Bela.
Queen tidak bergeming dia masih asik berlari lari di padang bunga yang indah dan harum.
Di dunia nyata.
Saat suster ingin mengganti infus Queen, ia melihat denyut nadi Queen melemah. Memencet tombol tapi dokter tak kunjung datang.Segera saja suster berlari memanggil dokter.
Saat suster ingin masuk ke dalam ruang rawat Queen. Daddy Kendrick bertanya.
"Ada apa suster kenapa berlari". Tanya Kendrick.
"Maaf tuan denyut nadi nona Queen melemah".
Degggg
Mereka melihat Queen seperti kehabisan napas. Dengan dada naik turun. Tapi tiba tiba garis di EKG komputer menampilkan garis lurus.
Dan apa apaan ini kenapa Queen di tutup dengan kain putih. Dokter keluar dari ruangan Queen.
"Maaf tuan kami sudah berusaha menolong nona Queen tapi, takdir berkata lain nona Queen dinyatakan meninggal dunia baru saja". Sedih dokter.
"Tidak Queen".
"Sayang".
"Babygirl".
"Queen".
"Queen".
"Queen hiks jangan tinggalkan aku Queen".
"Mengapa kau meninggalkan aku Queen?".
"Queen telah pergi meninggalkan kita semua".
Vote dan komen.
Author sedih banget nulis bab ini.
Pantengin terus ya.
Ayo komen mau happy ending atau sad ending.
Yang paling banyak nanti aku kabulin.
Dikit lagi menuju end.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Queen
FantasyQueen Syakuela Abraham , gadis penyuka susu kotak coklat dan pecinta cogan tiba tiba mengalami transmigrasi ke dalam tubuh seorang figuran di novel yang ia baca semalam, bagaimana jadinya jika Queen bertransmigrasi kedalam tubuh figuran di temani ol...
