Kabar duka yang dialami oleh zaidan dan keluarga putra menyebar dengan cepat ke keluarga putra dan teman-temannya. Keesokan harinya, putra di bawa menuju rumah duka untuk dimakamkan di kampung halamannya yang sama-sama berada di Yogyakarta.
.
.
.
Langit sepertinya ikut merasa sedih atas kepergian putra, cahaya matahari tak terlihat karena tertutup awan yang membuat suasana sedikit lebih sejuk.
.
.
.
.
Pagi harinya di rumah duka, semua teman-teman SMA hingga teman kuliah putra datang ke rumah duka untuk mengikuti prosesi pemakaman yang akan segera diadakan. Zaidan yang masih merasa sedih karena orang yang paling ia sayangi sudah pergi untuk selamanya. Di luar rumah kediaman putra Zaidan berkumpul bersama teman-teman SMA dan teman-teman kuliah putra untuk menyampaikan pesan terakhirnya.
"Semuanya, thanks udah mau Dateng jauh-jauh kesini. Gw minta maaf kalau gw ngerepotin lu semua sampai harus terbang kesini. Mungkin gw akan sedikit panjang buat ngomongin ini...kemarin sebelum putra pergi dia nulis surat buat gw dan ada beberapa pesan yang harus gw kasih ke lu semua saat ini. Atas nama putra...gw minta maaf kalau gw ataupun putra punya salah ke lu semua baik yang secara sengaja ataupun yang gak di sengaja. Gw...Zaidan Nugraha dan atas nama Putra Askara mohon maaf yang sebesar-besarnya"
Semuanya terdiam sesaat mendengar perkataan Zaidan, kemudian Aidan mulai buka suara.
"Semuanya udah gw maafin kok dan, mau itu lu ataupun putra itu gw cuma anggap itu sebagai candaan dari temen aja. Ga ada yang gw masukin ke perasaan, jadi tenang aja ya"
Kemudian Galang ikut berbicara. "Lu sama putra sama sekali ga ada salah sama kita-kita, apapun yang lu lakuin itu ga ada yang kita masukin ke perasaan. Gw turut berduka dan"
"Thanks lang, dan. Buat yang lainnya thanks juga ya sekali lagi"
Kemudian setelah itu mereka duduk-duduk di bawah pohon besar yang ada di depan rumah putra. Disaat Zaidan sedang melamun Theo datang menghampirinya.
"Dan.."
"Theo"
"Gw minta maaf ya ke lu terutama sama putra kalau gw pernah ngelakuin sesuatu yang salah banget. Gw bener-bener nyesel dan ngelakuin itu. Gw minta maaf"
"Gapapa, putra juga udah maafin lu kok. Jadi gw juga ga berhak buat marah lagi sama lu, mau gimanapun juga lu masih temen gw"
"Gw turut berduka ya dan"
"Thanks ya"
"Gw yakin lu pasti bisa buat lewat dari semua ini"
Setelah Theo beranjak pergi, Kevin dan Nathan datang pada Zaidan.
"Dan..." Panggil Kevin.
"Nat?..Vin.."
"Kita berdua turut berduka ya dan"
"Iya, thanks juga udah mau jauh-jauh Dateng kesini"
"Iya, gw sama Kevin Dateng kesini juga mau minta maaf ke lu. Kita berdua pernah ngelakuin hal yang ga enak sama putra"
"Iya dan, gw minta maaf kalau gw pernah bikin hubungan lu sama putra pernah retak" ucap Kevin.
"Iya gapapa, gw sama putra udah maafin lu berdua. Maaf juga ya kalo gw sama putra ada salah, terutama lu Nat...gw awal-awal ketemu lu bawaannya ga enak Mulu"
"Iya dan gw ngerti, udah gapapa"
Lalu setelah beberapa saat putra siap untuk di makamkan di TPU setempat, di bawah pohon yang rindang putra dimakamkan disitu. Suasana sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya, Zaidan beserta keluarganya kembali menangis saat putra mulai dimakamkan.
.
.
Ziel yang berdiri di samping Zaidan merangkul bahunya untuk memberikan kekuatan pada Zaidan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAIDAN & PUTRA
Romance⚠️ BXB ZONE⚠️ Yang gasuka bisa skip ya😄 . . . . Putra Askara adalah seorang murid pindahan, pertemuan pertamanya dengan Zaidan menjadi awal dari kisah mereka berdua. Hari-hari mereka lalui bersama dan saling mencintai satu sama lain, tetapi diakhir...
