Sekolah

22 4 3
                                        

Pagi hari yang begitu cerah, matahari mulai menyinari kota. Di dalam sebuah mansion yang cukup besar tampak seorang gadis cantik yang tengah tertidur dengan pulasnya. Dia adalah Kay. Saat tengah tidur Kay mulai terbangun dari tidurnya kala suara ketukan pintu terdengar.

Tok... Tok... Tok

Lalu terdengar suara decit pintu yang terbuka. Dan tampak seorang wanita paruh baya yang masuk dan berjalan ke arah tempat tidur Kay.

Wanita itu adalah Bi Inah. Bi Inah duduk di pinggiran kasur Kay dan mulai mengelus lembut rambut Kay.

"Non Kay ayo bangun udah pagi. Waktunya bersiap ke sekolah. " ucap Bi Inah lembut.

Dan Kay bukannya bangun tetapi ia malah semakin menarik selimutnya dan tertidur lagi. Kay merasa sangat nyaman kala Bi Inah mengelus lembut rambut nya dan hal itu membuat dirinya tertidur lagi.

Bi Inah yang melihat itupun hanya menghela nafasnya pelan.

"Non ayo bangun nanti kesiangan loh. "ucap Bi Inah kembali membangunkan.

"Five minute" jawab Kay

"Nggak. Non Kay harus bangun. Kalau enggak Nyonya bisa marah. " ucap Bi Inah kembali.

"Iya iya aku bangun. " ucap Kay pasrah karena ia takut Mama nya benar benar marah.

"Ya udah Bibi ke bawah lagi ya. "ucap Bi Inah.

Kay meresponnya dengan hanya mengangguk. Dan Bi Inah pun keluar dan melanjutkan pekerjaannya lagi.

Kay bangkit dari kasurnya dan berjalan gontai ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya. Kay sudah siap dengan seragam sekolahnya dan turun kebawah. Dan..

"GOOD MORNING EVERYBODY. PUTRI CANTIK NAN JELITA SUDAH BANGUN. " teriak Kay menggelegar di seluruh mansion. Ya kebiasaan Kay kecil masih saja menjadi kebiasaannya sampai sekarang.

"Ya ampun Kay jangan teriak teriak. Kebiasaan deh kamu. " ucap Winda sambil memegang dadanya karena kaget. Meskipun itu sering terjadi tetapi ia tetap saja kaget.

"Peace Ma, hehe. " ucap Kay sambil memamerkan deretan gigi putihnya.

Kay berjalan mendekat dan ia mencium pipi Winda dan Adam tidak lupa dengan adiknya, Raffa.

"Kakak enggak nih. " ucap Ryan.

"Enggak." jawab Kay.

"Kenapa?" tanya Ryan.

"Karna Kakak itu jelek. " jawab Kay.

"Jahat. Kamu orang pertama yang bilang kalo Kakak jelek. " ujar Ryan sambil memasang wajah cemberut. Kay yang melihat itupun menatapnya dengan tatapan jijik. Lain hal nya dengan cewek lain yang teriak histeris melihat itu.

Keluarga Kay yang melihat tingkah laku anaknya hanya menggelengkan kepalanya, dan mereka melakukan sarapan pagi dengan sunyi. Hanya ada suara dentingan sendok.

Setelah sarapan, Kay dan Raffa menyalami dan mencium pipi kedua orangtuanya.

"Kay berangkat dulu. Dadah. " ucap Kay sambil melambaikan tangannya seperti anak kecil.

Kay dan Raffa berangkat sekolah diantar Mang Didi supirnya. Selama perjalanan Kay dan Raffa bersenda gurau.

                               .......

Kay sudah sampai di sekolahnya dan bergegas masuk ke kelas. Saat sudah sampai Kay memasuki kelasnya dan terlihat Zahra yang sudah ada didalam kelas.

"Aaa. Kay gue kangen banget sama lo. " ucap Zahra sambil berlari dan memeluk Kay.

Kenapa Aku?? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang