Kayak Artis

8 2 0
                                        

Hari demi hari telah berlalu, dan Kay sudah kembali bersekolah. Dan Zahra pun bersikap seperti biasanya terhadap Kay.

Hari kelulusan kelas sembilan sudah selesai dilaksanakan kemarin. Meskipun hari kelulusan sudah dilaksanakan semua kelas sembilan masih harus berangkat ke sekolah.

Sekarang seluruh siswa dan siswi berkumpul di lapangan sekolah karena akan ada pengumuman yang akan disampaikan oleh pihak sekolah.

"Weh pengumuman apa nih" ucap Kay penasaran yang kini berdiri di samping Zahra.

"Iya nih pengumuman apa ya, gue jadi gak sabar. " ucap Zahra yang sama penasarannya sama Kay.

"Wih ada bagi-bagi hadiah kali ya. " ucap Thio yang tiba-tiba ikut nimbrung.

"Anjing, ngagetin gue aja lo" ucap Kay yang kaget. Sedangkan Thio hanya cengengesan. Dan tak lama kemudian seorang guru berbicara menggunakan mic.

Guru tersebut mengumumkan bahwa lusa akan diadakan lomba bazar dan tiap kelas harus mempunyai tema juga harus ada perwakilan untuk menunjukkan tema tersebut.

Suasana di semua kelas sangat ramai karena mereka sedang mendiskusikan tema yang akan mereka bawakan untuk lomba bazar nanti. Begitupun kelas Kay yang sama-sama ramai.

"Kelas kita mau ngambil tema apa nih? " tanya Affan selaku ketua kelas.

"Kita ambil tema yang kayak kerajaan aja gak sih. " usul Akmal dan semuanya pun menyetujuinya.

"Jadi yang jadi perwakilannya siapa nih?!" tanya Akmal teriak.

"Oke gak ada. "

"Lo aja lah Fan yang jadi perwakilan. Kan lo yang jadi ketua kelas. " ucap Zahra.

"Gak, gue gak mau. " ucap Affan ketus.

"Kalo lo aja gimana Mal? " ucap Zahra pada Akmal.

"Gue sih mau-mau aja, tapi nanti banyak yang suka sama kegantengan gue. Jadi jangan gue, sebelum banyak yang pingsan karena kegantengan gue" jawab Akmal kepedean. "Dih najis. " ucap Affan. Memang sih Akmal itu lumayan ganteng dan banyak juga yang suka sama Akmal.

"Lo aja lah Mal. Kan lo yang ngusulin tuh tema. " ucap Kay.

"Kalo Kay yang nyuruh mah, gue oke aja sih. " ucap Akmal menyetujuinya.

"Giliran Kay yang ngomong setuju." cibir Zahra.

Keesokan harinya...

Bel istirahat sudah berbunyi lima belas menit yang lalu dan kini anggota Sky berada di kantin.

"Kelas lo ambil tema apa Kay? " tanya Ziel kepada Kay yang sedang memakan batagor miliknya.

"Rahasia." jawabnya sambil mengunyah.

"Kalo lagi makan jangan sambil ngomong nanti keselek baru tahu rasa lo. " ucap Bima memberi tahu, dan Kay hanya manggut-manggut.

"Minggir ini telor gulung gue!" ucap Thio yang sedang berebut setusuk telor gulung sama Vano.

"Itu telor gulung gue, gue baru makan empat. " ucap Vano.

"Lah gue baru makan tiga goblok. " -Thio.

"Gue gak peduli." -Vano.

"Daripada ribut mending buat gue aja. " ucap Kay dan memakan telur gulung milik Thio dan Vano. Hal tersebut sontak membuat Thio dan Vano terdiam.

"Kay bangke!! " ucap Thio dan Vano serentak. Yang lain hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka bertiga.

Keesokan harinya suasana sekolah begitu ramai karena diadakannya lomba bazar. Kini Kay sedang bertugas menjaga stan milik kelasnya.

"Wih kayaknya enak-enak nih makannya. " ucap salah satu siswa sambil melihat-lihat makanan yang dijual oleh stan kelas Kay.

"Kalo gue beli, bisa kali ya foto bareng sama Kay. " ucap cowok itu genit.

"Heh lo kalo mau beli, beli aja kagak usah genit kayak gitu. " ucap Akmal kepada cowok itu dengan raut wajah marah.

"Eh udah-udah jangan ribut. Silahkan mau beli apa. " ucap Kay.

"Gue mau beli kue nya tiga. "ucap cowok itu dan Kay melayaninya.

"Kalo mau foto silahkan. " ucap Kay.

"Wih beneran boleh nih? " ucap cowok itu antusias.

"Boleh tapi sama Akmal aja, ok. " ucap Kay sambil menunjuk ke arah Akmal.

"Mana sini kalo mau foto. " ucap Akmal dengan nada yang terdengar galak.

"G-gak gak jadi Mal. " ucap cowok itu dan lari terbirit-birit. Kay dan Akmal pun tertawa terbahak-bahak melihat hal tersebut. Dan tak lama Zahra dan yang lain datang menghampiri Kay dan Akmal.

"Kay giliran gue sama yang lain yang jaga. Lo liat-liat aja noh ke stan kelas lain. " ucap Zahra. "Oh yaudah gue liat-liat dulu ya. Bye" ucap Kay.

Baru juga mau pergi tetapi Thio dan Ziel menghampiri nya.

"Kay lo mau kemana? " tanya Ziel.

"Mau liat stan kelas lain. " jawab Kay.

"Oh, bareng aja kita juga mau liat-liat. " ucap Ziel.

"Iya nih, dan juga bisa bahaya kalo lo pergi sendiri yang ada lo nyasar lagi." timpal Thio.

"Emang gue anak kecil, hah. " kesal Kay.

"Kalau iya. " ucap Thio enteng. Kay hanya bisa menahan kekesalan nya itu.

"Udah-udah ayo katanya mau liat-liat. " ajak Ziel. Akhirnya mereka bertiga melihat-lihat stan lain.

Setelah berkeliling melihat-lihat stan kelas lain, mereka kini berhenti di sebuah stan yang cukup ramai. Namun pemilik stan itu bukan warga sekolah.

"Wih rame bener pake pesugihan ya. " cetus Thio.

"Kok sepi kurang sponsor ya. " jawab pedagang tersebut tak mau kalah.

"Kelihatannya ini gak layak deh Bang, kayak bahaya gitu. " cetus Ziel yang sama-sama asal ngomong tanpa memikirkan pedagangnya.

"Lebih kagak layak muka kamu Dek." ucap pedagang tersebut yang juga ngomong ceplas-ceplos. Ziel yang mendengar itupun menatapnya sinis.

"Eh kan yang boleh ikut bazar cuma warga sekolah aja. Kenapa Abang bisa ikut jualan. " tanya Kay.

"Ya selama ada orang dalam tidak ada yang mustahil lah. " ucap pedagang tersebut dengan sombongnya.

"Ohh gitu cara mainnya. " ucap Kay.

"Cepat mau beli apa? Ganggu orang jualan aja. " ucap pedagang tersebut sedikit kesal karena mereka bertiga terus bertanya-tanya.

"Gak beli, cuma nanya doang. Hehe" ucap Kay tanpa dosa.

"Ehh kalian ini ya!!! "

"Kaburr" ucap mereka bertiga serempak dan bergegas kabur untuk menghindari amukan pedagang tadi. Setelah merasa aman mereka bertiga berhenti dan tertawa terbahak-bahak.

"Kay. "

"Astaga naga. Ish lo-" belum juga Kay menyelesaikan ucapannya, dia tertegun melihat penampilan Arga yang sekarang berpenampilan seperti seorang artis. Dan Kay mengakuinya bahwa Arga sangat ganteng.

Kelas Arga mengambil tema seputar entertainment dan Arga yang menjadi perwakilanny.

"Widih lo mau kemana, Ga. Kayak artis aja lo. " ucap Thio sambil melihat penampilan Arga dari atas sampai bawah.

"Berisik. " ucap Arga dingin.




Jangan lupa vote dan komen sebanyak banyaknya.







Kenapa Aku?? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang