Pasar Malam

15 3 0
                                        

"Jadi ada apa kamu manggil saya? " tanya Desta.

"Ada tamu dibawah, gak tau deh siapa. " ucap Kay.

"Terus. " tanya Desta.

"Gendong. " ucap Kay.

"Apa kamu bilang, gendong. Yang bener aja, udah gede juga masih aja minta digendong. " proteus Desta.

"Ya biarin dong, suka suka gue lah. Gue tuh ya lagi males banget buat jalan, berdiri juga males. Kagak ada tenaga nih, bangun juga lemes nih. Jadi gendong. " ucap Kay.

"Gendong ya ya ya. " ucap Kay membujuk dengan mata berbinar.

"Hufh, iya deh iya dari pada nangis kayak anak kecil, berisik nantinya deh. " ucap Desta pasrah.

"Yey terima kasih Desta ganteng. "

"Giliran ada maunya langsung aja muji. " ucap Desta.

Desta pun menggendong Kay menuju ruang tamu dengan muka yang terlihat pasrah. Dan seorang pelayan yang mengikuti nya di belakang takutnya Kay terjatuh karena Kay suka melakukan hal aneh yang membuat pelayan dirumah kewalahan.

Desta menggendong Kay menuju ruang tamu, sesampainya disana Kay baru tau kalo tamunya adalah teman-teman nya sendiri. Kay pun ditambah terkejut ketika Arga melihat nya digendong Desta tetapi yang lain tidak melihat nya karena sedang asyik ngobrol. Kay pun terburu buru turun dari gendongan Desta dan menghampiri teman temannya.

"Ada perlu apa kesini? " tanya Kay berusaha cuek.

"Eh Kay sini duduk dulu." ucap Vanya dan Kay pun duduk di single sofa.

"Kay maafin kita ya. Pliss. " ucap Vanya lagi.

"Hmm"-Kay

"Lo masih marah ya. " ucap Thio.

"Oke sebagai permintaan maaf kita. Kita semua mau ngajak lo jalan-jalan ke pasar malam gimana. " ucap Ziel.

"Sungguh. " ucap Kay berbinar binar.

"Iya." ucap yang lain serempak.

"Tapi gimana kalo gak diizinin. " ucap Kay lesu.

"Tenang Kay kita udah minta izin kok. Dan mereka ngizinin. " ucap Bima.

"Benarkah. Yey pasar malam i'm coming. " ucap Kay semangat.

"Lo belum mandi? Mandi dulu sana, kalo enggak kita gak jadi jalan. " ucap Vano.

"Hehe. Kalo gitu gue mandi dulu ya. Bye bye. " ucap Kay dan berlari ke arah kamarnya.

"Kay kay kayak anak kecil aja. " ucap Vanya.

"Iya dia gak berubah ya dari dulu. Meskipun dia kaya tapi dia nggak sombong dan enggak matre. " ucap Thio dengan menekankan kata matre.

                               .......

Beberapa saat kemudian Kay sudah selesai. Dan mereka menuju kearah motor. Kay terlihat kebingungan dengan siapa ia berangkat.

"Eh Vanya gue sama lo kan? " ucap Kay.

"Enggak. Gue gak bawa motor jadi gue berangkat sama Bima. " ucap Vanya.

"Terus gue sama siapa dong. Yang lain udah pada penuh. " ucap Kay.

"Kata siapa, noh si Arga masih kosong kok. " ucap Bima.

"A-arga? " ucap Kay.

"Iya lo sama Arga aja dia juga sendiri. " ucap Zahra.

"Tapi-"

"Udah cepetan Kay. Kalo enggak kita tinggal nih. " ucap Vano.

Kay pun melirik ke arah Arga dengan gugup. Dan Arga yang menyadarinya menatap balik Kay dan seketika wajah Kay terlihat memerah. Arga memberikan helm nya pada Kay. Tetapi Kay tidak bisa memasangnya.

Kenapa Aku?? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang