Kay melanjutkan sarapan nya lagi. Setelah selesai Kay bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka karena ia masih malas untuk mandi.
Ceklek
Pintu kamar Kay terbuka. Dan terlihat Ryan dengan penampilan yang awut-awutan. Desta dan Bi Inah yang melihat itupun terlonjak kaget dan berdiri.
"Mana Kay? " tanya Ryan.
"Di kamar mandi tuan. Tuan lebih baik jangan menemuinya sekarang." pinta Bi Inah.
"Gak!! Gue mau nemuin Kay sekarang. Kalian berdua jangan halang halangin gue!!" ucap Ryan dengan nada tinggi.
"Tuan saya mohon tuan. " mohon Bi Inah sekali lagi karena ia takut Kay keburu keluar dan melihat Ryan. Ia takut Kay trauma.
"Gak!! Gue bilang nggak ya nggak!! " bentak Ryan yang membuat Bi Inah beringsut mundur. Desta yang melihat itupun hanya memutar mata nya malas.
"Tu-"
Ceklek
Pintu kamar mandi pun terbuka dan sontak Bi Inah dan Desta terkejut. Kay keluar dari kamar mandi dan ia tekejut melihat keberadaan Ryan. Kay yang melihat Ryan lanjut berjalan mundur sampai-sampai punggungnya mentok di pintu kamar mandi nya. Tubuh Kay bergetar hebat dan tubuhnya perlahan-lahan merosot sampai ia terduduk dan memeluk kakinya. Kay terlihat ketakutan dan menangis kencang.
Sontak Bi Inah dan Desta berjalan dengan terburu-buru mendekati Kay diikuti Ryan.
"Non." panggil Bi Inah dengan suara yang bergetar.
"A-aku hiks ta-takut Bi. " ucap Kay dengan suara yang bergetar ketakutan sambil terisak.
"Kay kakak minta maaf. " ucap Ryan dan ia ingin menyentuh Kay namun Kay semakin ketakutan.
"Pergi."-Kay.
"Kay-"-Ryan.
"PERGI!! " teriak Kay dan menangis dengan kencang.
"Kay kakak minta maaf. "-Ryan
"Tuan, tolong tuan keluar dari sini. "-Desta.
"Tapi-"-Ryan.
"Tuan. " tekan Desta.
"Gak, gue gak mau keluar sebelum Kay mau maafin gue. "-Ryan.
Desta akhirnya terpaksa membawa Ryan keluar dari kamar Kay. Ryan berusaha sekuat tenaga agar ia bisa lepas dari Desta.
"Lepasin!! Gue mau minta maaf sama Kay!! Gue gak mau keluar!! " teriak Ryan memberontak. Desta membawa Ryan keluar dan segera menutup pintunya tidak lupa untuk menguncinya.
Desta segera berjalan mendekati Kay dan Bi Inah yang berusaha menenangkan Kay.
"Non udah ya non jangan kayak gini. "-Bi Inah.
Kay terlihat sedikit lebih tenang namun masih ada beberapa isakan yang lolos dari mulut Kay.
"Udah ya, ayo kita duduk di kursi. " ajak Bi Inah. Kay berdiri dibantu oleh Bi Inah dan Desta. Namun, baru saja berdiri Kay terjatuh pingsan namun berhasil di tahan oleh Desta.
"Non, non kenapa. Non bangun non!!" ucap Bi Inah histeris sambil menepuk-nepuki pipi Kay.
"Kay, bangun Kay. Kumohon bangun Kay jangan kayak gini. " ucap Desta yang tak kalah panik.
"Kita bawa ke rumah sakit. " ucap Desta dan menggendong Kay. Bi Inah berjalan tergesa-gesa turun kebawah.
"Cepat siapkan mobil!!" suruh Bi Inah kepada salah satu bodyguard dan bodyguard tersebut segera keluar dan menyuruh supir untuk menyiapkan mobil.
"Kenapa Bi? Ada apa? " tanya Ryan panik saat melihat Bi Inah yang terlihat panik.
"Ini semua salah tuan." ujar Bi Inah pada Ryan.
"Loh kenapa nyalahin saya sih?! " ucap Ryan dengan nada tinggi.
Dan terlihat Desta yang sedang menggendong Kay yang tak sadarkan diri. Ryan yang melihat itu membulatkan mata dan segera menghentikan Desta.
"Kay, kamu kenapa Kay. Bangun Kay. " -Ryan.
"Saya harus membawanya ke rumah sakit. " -Desta. Namun Ryan masih saja menghalanginya sambil berusaha memanggil manggil Kay. Desta yang merasa Ryan menghalanginya pun emosi.
"Minggir!! " tegas Desta dan Ryan pun terdiam kaget.
Desta segera membawa Kay kedalam mobil yang sudah berada tepat di depan mansion.
Mobil pun melaju dengan kencang menuju rumah sakit. Ryan terlihat frustrasi dan memukul dirinya sendiri.
"Akhh!! Ini semua salah gue!! Salah gue!! "-Ryan.
Teman-teman Ryan mendekati nya dan berusaha menenangkan Ryan.
"Yan udah Yan. Lebih baik sekarang kita ikuti mereka ke rumah sakit. " ucap Fajar.
Mereka semua pun akhirnya bergegas pergi ke rumah sakit.
.......
Di sisi lain kini Arga sedang duduk di meja belajar nya sambil memandangi sebuah foto. Ia terlihat senyum-senyum sendiri saat memandangi foto.
"Kenapa sih lo bisa buat gue seneng gini. " lirihnya tanpa sadar "dih ngomong apaan dah gue barusan. " ucapnya dan bergegas pergi mandi.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian dia berjalan ke arah balkon kamarnya.
"Telpon Kay kali ya. Sekarang kan udah agak siang pasti dia udah bangun... mungkin. " Arga mengambil handphone nya dan menelpon Kay. Tetapi telpon nya gak diangkat-angkat.
"Kay kemana sih kok gak diangkat-angkat. "
"Apa dia masih tidur ya. Coba gue telpon lagi. " Arga terus menerus menelpon Kay, namun tak ada hasil. Kay tidak mengangkat telpon dari Arga.
"Kok perasaan gue gak enak ya. Gue harus ke rumah Kay, takutnya dia kenapa-napa. " batin Arga.
Arga segera memakai jaketnya dan mengambil kunci motor nya dengan terburu-buru.
.......
Sekarang Kay sudah berada di rumah sakit dan sedang diperiksa oleh dokter. Bi Inah dan Desta menunggunya di luar karena dokter menyuruh nya untuk menunggu.
Bi Inah duduk di kursi tunggu sambil menangis. Sedangkan Desta, ia berjalan mondar mandir karena khawatir.
Bugh
Desta memukul tembok dengan keras membuat temboknya sedikit retak akibat pukulan nya yang begitu keras.
"Ini semua salah Ryan!! Dia yang buat Kay jadi gini!! " -Desta.
Tak lama Ryan dan teman temannya sampai di rumah sakit dan menghampiri Bi Inah dan Desta.
"Gimana keadaan Kay? " tanya Ryan panik kepada Desta. Dan..
Bugh
Desta memukul Ryan sampai terjatuh. Pipi Ryan lebam dan ujung bibirnya berdarah. Teman-teman Ryan langsung membantu Ryan berdiri.
"Ini semua gara-gara lo!! Kalo lo gak bentak Kay, ini gak akan terjadi!! Lihat dia sekarang!! " ucap Desta dengan nada bicara yang tinggi karena dia sangat marah.
"Gue minta maaf. Gue tau gue salah. Gue minta maaf. " ucap Ryan pelan sambil menunduk karena ia sadar ini semua salahnya. Ryan merasa sangat bersalah.
"Lo pikir dengan minta maaf lo bisa hapus trauma nya Kay hah?! " ucap Desta dan ia pergi gitu aja meninggalkan semua orang.
Hai hai hai.
Jangan lupa vote dan komen sebanyak banyaknya.
Bye bye.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenapa Aku??
Novela JuvenilKenapa Aku?? Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yang selalu ceria. Dan keceriaannya berubah menjadi tangis dan kekecewaan. ... Yang penasaran yuk langsung aja dibaca. Dan jangan lupa vote dan komen ya. Terima kasih. Happy Reading
