10. SESEORANG TAK TERDUGA
Seseorang yang hadir kembali, namun kehadirannya tak disadari.
~Lakeisha Agnindhiya
***
Pagi ini, SMASA dihebohkan dengan kedatangan murid baru yang katanya sangat cantik, bak cinderella. Keisha sendiri hanya menanggapinya dengan sederhana. Menurutnya, manusia itu berlebihan.
Keisha dan Zira sedang menikmati mie ayam di kantin. Mereka menyantap makanan dengan tenang. Tak terganggu dengan bisik-bisik para siswa maupun siswi yang membicarakan murid baru itu. Namun ketenangannya tak bertahan lama.
"KALO JALAN LIHAT-LIHAT SERAGAM GUE JADI KOTOR!"
Para siswa siswi yang berada di kantin tentu terkejut. Seberani itu, murid baru yang belum genap satu hari berada disini sudah memarahi juniornya.
Keisha memicingkan mata, menatap murid baru itu. Menurutnya murid itu kurang sopan jika membentak junior yang tidak sengaja berbuat kesalahan. Keisha meneguk minumannya, menghampiri kedua manusia tadi, dengan murid baru yang memarahi junior itu.
Keisha menyentuh bahu juniornya yang ia tahu adalah kelas sepuluh. "Tenang, kamu nggak sengaja, gak usah takut." ujarnya menenangkan.
Junior perempuan itu berkeringat dingin, bahkan kacamatanya sudah ditarik lepas oleh murid baru. Ya, junior itu dikenal sebagai gadis kutu buku. Banyak yang menatap ia remeh, menganggap bahwa seorang kutu buku itu sok rajin.
Keisha maju selangkah mendekati murid baru tadi. Membaca nametag-nya, Ganetta Kelliya. "Netta? usahain jangan ngebentak orang, gak sopan." Gadis itu menepuk bahu murid baru tadi, yang diketahui bernama Netta.
"Gak ada urusannya sama lo!" balas Netta nyalang seraya menepis tangan Keisha dari bahunya.
Keisha menaikkan sebelah alisnya, "Gue tahu. Seenggaknya lo ngomong baik-baik gak usah ngebentak."
"Siapa yang gak marah kalo bajunya kotor gara-gara orang ceroboh kaya dia?!" Netta menunjuk junior tadi yang terus menunduk.
"Murid baru, jaga sopan santun. Gue gak ngebedain orang baru maupun orang lama yang tingkahnya semena-mena!" tegas Keisha lantang.
"Sok berkuasa lo. Gue gak mau tau, dia harus gantiin seragam gue dengan yang baru!" suruh Netta mampu mengejutkan semua orang.
Hanya terkena cipratan minuman coklat yang hanya sedikit saja, apakah wajar jika harus membelikan seragam baru?
"Gue bukan Tuhan yang punya Kuasa. Gue cuma melindungi. Ini buat ganti seragam lo yang baru." Keisha menyerahkan dua lembar uang merah kepada Netta.
Netta mendecih, Keisha kira ia tidak mempunyai uang untuk membeli seragam baru. Jangan salahkan Keisha, bukankah dirinya yang meminta?
"Gue gak butuh duit lo!" balasnya pergi dari kantin dengan wajah memerah.
Keisha mendengus geli, ada-ada saja tingkah murid baru itu.
Suasana kantin kembali kondusif setelah Netta dan junior tadi pergi. Sementara di meja pojok, terdapat Alzan beserta sahabatnya yang hanya memantau kejadian tadi.
"Keisha itu suka melindungi ya, Ijan jadi suka deh." celetuk Ijan membuat semua orang yang berada di meja itu menoleh menatapnya. Terutama Al yang menghunuskan tatapan tajamnya.
"Jan, mana mau Keisha sama lo,HAHAHAA." ucap Niko tertawa.
Ijan mengerutkan bibirnya, "Apaan deh lo! syirik aja. Gue juga ganteng nan imut kalo lo lupa."
"Liat dia, Jan." ucap Novan seraya menunjuk Al dengan dagunya.
Ijan menelan salivanya kasar. Gugup ditatap tajam seperti itu oleh Alzani. Bahkan, Al tak mau berhenti jika Niko tidak menepuk punggung Alzani.
"Udah Al, kasian tu bocah kaya diliatin setan aja. "ujar Niko,melirik Ijan.
"Emangnya kenapa kalau Ijan suka sama Keisha?" tanya Ijan polos, pura-pura tidak tahu.
"Gak boleh!" Sejak tadi, Alzani selalu memandang Keisha.
"Dia itu lagi difase kagum, dia lagi mantapin hatinya." kata Novan tiba-tiba.
"Maksudnya Al kagum sama Keisha terus bakalan suka? "tanya Niko penasaran. Novan mengangguk kecil menanggapi.
Al masih tetap memandangi Keisha hingga Keisha ikut menoleh, keduanya beradu tatapan. Kagum iya, kalau suka? Batinnya bertanya-tanya.
***
Sepulang sekolah, Keisha memilih singgah di supermarket terlebih dahulu, membeli beberapa bahan makanan. Asisten rumah tangganya atau yang Keisha anggap nenek itu akan kembali ke rumahnya. Tentu, ia merasa senang karena ia tak akan sendiri lagi di rumah.
Saat sedang memilih sayur-sayuran, matanya tak sengaja menangkap Netta yang terlihat berbicara dengan seorang lelaki. Keisha tak bisa melihat wajah lelaki itu, lantaran lelaki itu membelakanginya. Dapat ia kira, lelaki itu seumuran dengan Netta.
Samar-samar ia mendengar pembicaraan kedua orang itu, yang dapat ia dengar jelas ketika lelaki itu mengatakan, "Gue benci sama lo! Lo udah ngehancurin persahabatan kita."
Keisha hanya mengendikkan bahunya acuh, toh juga bukan urusannya. Ia kembali mendorong troli belanjaannya menuju kasir. Melewati kedua manusia tadi, ia melirik sekilas kepada lelaki itu.
Di lain tempat, ada seorang laki-laki yang tengah fokus terhadap laptop sang kakak. Ia membawanya secara diam-diam sebelum pergi dari Bandung. Laptop itu memperlihatkan video sang kakak yang sedang menceritakan keluarganya, kisah persahabatan, sekalipun kisah percintaan.
"Bintang itu cantik, memberikan gemerlap cahaya pada buminya. Dia, perempuan yang sama seperti bunda, dan saya mencintainya, namun, kita adalah seorang sahabat. Tak ayal jika sesama sahabat bisa saja menaruh rasa cinta, haha. Ini tentang Bumi yang mencintai Bintang. Saya harap Bintang selalu datang untuk memberikan gemerlap cahayanya pada Bumi."
Kakaknya itu bercerita dengan mimik wajah yang berubah-ubah. Kadang senyum, tertawa, dan murung. Ia paham, kakaknya itu terjebak friendzone. Bintang, seperti apa perempuan itu?
Berbicara tentang friendzone, apakah dirinya dengan Keisha juga sama?Menurutnya berbeda, mereka tak menjalin persahabatan saat perkenalan. Ya, tetapi mereka sama-sama memberikan bukti untuk saling ada dan mereka juga bukan pasangan. Hubungan tak menjamin seseorang untuk tidak meninggalkan.
Al menutup laptop sang kakak. Ia meraih ponselnya yang berada diatas nakas, memencet tombol telepon pada nomor sang kakak. Namun, hasilnya tetap sama, tak ada respon apapun. Beribu pesan telah ia kirimkan, namun tak pernah sekalipun dibalas. Alzani rasa, kakaknya itu butuh waktu untuk menenangkan diri.
Memang, seseorang yang dulunya pernah hadir di hidup kita, terkadang jika ia kembali, kehadirannya tak bisa disadari, jikalau ia sebelum pergi meninggalkan luka. Karena, seseorang yang ia torehkan luka, dengan susah payah berusaha menyembuhkan lukanya. Tetapi, dengan mudahnya ia hadir kembali bersamaan dengan luka yang belum mengering.
Jangan meninggalkan janji-janji yang belum tentu kita tepati. Terutama pada siapapun yang akan pergi tanpa kembali.
***
Vote dan komen. Thank youu...👋🏻👋🏻❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
LAKEISHA
Teen Fiction"Hilangnya kamu bagai senja tanpa warna, meninggalkan langit hati yang kelabu." -Lakeisha Agnindhiya *** "Dari luka, menjadi tawa, kemudian rasa." -Alzani Davendra
