"Sinta kau keterlaluan, tidak seharusnya mengatakan seperti itu, bukankah kita sahabat, dan kita tau alasan nya.."
"Ya, maafkanku aku hanya bercanda..."Sinta menundukan kepalanya.
Saat aku sampai kelas tidak ada satu orang pun, sebenarnya ingin sekali aku menangis, tapi aku tak bisa aku tidak ingon ada yang melihat.
Biasanya aku menangis saat hujan turun karena tidak ada yang mengetahui aku menangis.
"Ya tuhan, turunkanlah hujan.... aku ingin menangis" berucap dalam hati."Tata maafkanku... ?"Sinta mendekatiku, sebenarnya aku tidak marah, karena aku susah sekali marah kecuali ayahku.
"Aku tidak marah padamu, hanya saja aku kecewa..."
"Maafkanku...." tangan sinta dua-duanya berada di telingnya itu sangat lucu karena dalam perjanjian sahabat siapanpun yang salah harus angkat tangan ke telinga seperti di hukum."Ya, aku maafkan, puas..."
Ke empat sahabatku tersenyum dan memeluku secara bersamaan.Setelah acara maaf-maafan, bel masuk dan pelajaranpun selesai.
"Ta, loe mau ikut kita gak ke mall.." pita salah satu temanku yang suka shoping, ya dia orang yang kaya dari kita semua, tapi ia tidak sombong, malah pita yang membayar belanjaan semua.
"Maaf, tapi ka randy ingin menjemputku, aku ingin menghabiskan waktu selama 2 hari bersamanya, karena itu kesempatan ku dengan ka randy, kalian tau kan dia selalu sibuk!!"
"Baiklah... dah tata!!"
"Dah...!!""Hay....Princes" aku tidak sadar kalaw ka randy sudah menungguku.
"Ka, nunggu lama? Maaf...""Tidak kaka baru aja dateng.."
"Bohong..." akupun naik motornya.Tadinya aku sedih dengan ucapan sinta, tapi setelah aku jalan-jalan dengan kakaku, sedih itu hilang.
2 hari sudah.....
Kaka sudah ke luar kota lagi, padahal aku masih ingin bersamanya, tapi aku harus mengerti karena kaka ku harus kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga.Sedang asyiknya melamub ditaman, tiba-tiba dikejutkan dengan ke 4 sahabatku.
"Tata.....!!!" berteriak secara bersamaan, aduh lama-lama aku tuli karena teriakan mereka untung saja aku tidak jantungan karna sering dikejutkan.
"aduh...Kalian ini kenapa sih, kalian tidak mau kan aku tuli... dan satu lagi untung saja akua gak punya penyakit jantungan...!!"
Aku melotot kepada semua sahabatku dan memasang tampang cemberut, kalian tau tidak entah kenapa aky sering kali berhayal, dan terkadang aku suka seyum sendiri dengan hayalan ku.
"Habisnya kamu tu, melamun sampai tidak tau kedatangan kita, biasanya kan pendengaranmu tajam.. dan satu lagi ko loe senyum-senyum sendiri, atau jangan bilang ada sesuatu hal yang loe sembunyikan dari kita..!!"
ini nie satu sahabatku lagi namanya rina dia itu super duper kepo, setiap sahabatku memilika sifat yang berbeda unik sekali bukan.
"Sudah bicaranya, panjang bener terserah ku dong mau lamun, mau jungkir balik masalah buat kalian...."
"Iya kita tau, tapi janji kita tidak boleh ada rahasia..."
"Siapa...Yang menyimpan rahasia...""Bohong.....!!" ini nie aku salut sama mereka yang selalu kompak untuk memojokanku.
"Aku tidak bohong, kalian liat muka ku apa ada kebohongan...??" aku memasang muka imut ku dan mereka tertawa, emangnya ada yang lucu.
"Baiklah kita percaya, oh iya bagaimana kalaw kita main game turth or dare, setuju...."
"Setuju...."Mereka menjawab tapi aku diam."Tata....!!"Semua mata tertuju kepadaku, aduh dan lagi berteriak.
"Iya ok...Puas!"Aku menyerah kalaw lawan 4 sama 1 pasti kalah.Dan lebih sial lagi aku yang pertama kena "turth..." aku tidak mau memilih dare karena itu akan membuat ku malu apa lagi di taman umum, banyak orang.
"Aku yang tanya?"Sinta yang mengancungkan tangan, semoga dia tidak bertanya yang aneh, aku memilih menutup mataku. "Emmmmm, ta apa kamu puya cinta pertama???" tuh kan aku sudah bilabg sinta menjebakku, jujur aku belum pernah pacaran karena aku benci namanya cinta meskipun nama ku cinta.
Aku menjerit dalam hatiku, "sinta.......Aku harus jawab apa, masa aku bilang kalaw aku belum pernah pacaran, kan gengsi pasti aku ditertawakan dan bisa jadi ucapan sinta kemarin kalaw aku todak suka cowok itu tidak mungkin"
Aku melihat semua wajah sahabatku yang menunggu jawaban ku. "Ya....P-u-n-y-a..."
Jawabanku sedikit ragu tapi sepwrtinya mereka percaya, tapi tunggu mereka ingin menceritakan siapa cinta pertama ku, aku terpaksa bohong lagi kepada mereka.
"Ceritakan....!!"Seperti biasa kompaknya dan mereka mencari posisi duduk yang aman untuk mendangar dongeng ku, ya seperti itu lah memang ceritaku dongeng.
"Cinta pertamaku saat 6 sd lah, itu masih kecil tapi kami membuat janji kalaw aku dan ia hanya cinta pertama tidak yang lain, aku berpisah dengannya karena dia harus ikut dengan orang tuanya ke amerika jadi semenjak itu kami tidak bertemu lagi dan kita tidak pernah komunikasi karena kita masih terlalu kecil yang belum mengerti apa-apa, kalian puas .....!!" aku bercerita seperti orang yang pernah ngalami, aku sendiri bingung kenapa aku begitu lancar bercerita.
"Hemmm....So sweeeeeeet" kompak...Selalu
Bersambung....

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia nyata
Romance"prov cinta" panggil saja aku tata, sebena rnya namaku cinta tapi aku tida suka di panggil cinta, karena aku tidak percaya apa itu namanya cinta.... sejak orangtuaku bercerai, aku jadi tidak percaya dengan kata cinta bisa di bilang aku puya troma...