Chapter 9: Penantian Buruk

4.1K 330 12
                                        

(=^・ェ・^=)

Waktu terus saja berlalu sampai tak terasa hari ini adalah hari yang renjun nanti nanti. Bukan suatu penantian yang bahagia melainkan penantian yang membuat nya resah bahkan takut.

Hari ini adalah hari ulang tahun Hyun Seo, jika dikaitkan dengan kejadian sebelumnya maka hari ini adalah hari yang akan membawa Renjun pada kematian.

Seperti biasa, renjun sudah sampai di kampus pagi pagi sekali, Ini sudah menjadi rutinitas nya akhir akhir ini, bangun pagi, bersiap diri, menyiapkan sarapan, bersih bersih. Baru berangkat kampus.

Saat Renjun tiba di kampus ternyata Renjun berpapasan dengan Haechan yang ternyata lelaki itu juga datang awal. Hubungan Renjun dengan Karina dan haechan semakin hari semakin akrab. Mereka kerap kali makan siang bersama dan juga hangout bersama, bahkan Renjun dan Haechan beberapa kali datang ke apartemen milik Karina yang kini menjadi tempat tongkrongan mereka, alasan lain adalah renjun yang ingin menemui Ning Ning.

"Tumben Lo awal?" Tanya Renjun pada Haechan

"Parah Lo Jun, gue emang slalu datang awal, Lo nya aja ga pernah perhatiin gue" ucap haechan dengan nada di buat sedih.

"Kantin yok, laper gue" tambah Haechan

"Gue udah sarapan tadi, gue temenin Lo aja ya?"

"Iya! Temenin gue makan~" ucap haechan mendayu sambil bergelayut di tangan renjun.

"Chann, masih pagi, jangan mulai deh" ucap renjun malas. Selama berteman dengan Haechan beberapa hari ini renjun sudah terbiasa dengan sikap pria itu yang super clingy dan penuh skinship.

Mereka sampai di kantin dan langsung duduk di meja pojokan. Haechan memesan satu porsi Bibimbap dan Gyeran Mari. Haechan menyantap makanan nya dengan khidmat dan beberapa kali mencoba menyuapi renjun agar makan setidak nya sesuap tapi renjun tolak. Renjun tak bohong soal ia memang sudah sarapan tadi sebelum ke kampus.

"Ogugugugu, ayo bayi ku makan sesuap sajaa" haechan mencoba menyuapi renjun seperti sedang membujuk anak kecil agar mau makan. Renjun yang hanya memiliki kesabaran setipis tisu bagi dua tentu saja marah diperlakukan begitu.

"Lo mau mati ya!!! Gue bukan anak kecil bangsat!" Renjun benar benar marah

"Aaaiiigooooooo!!!!! Kiyowokkkkkkkkkk!!!!!" Teriakan Haechan menggelegar di seluruh kantin, Renjun sudah tak bisa berkata-kata lagi pada pria satu ini.

Sedangkan Haechan malah sangat senang menggoda Renjun, membuat renjun marah adalah hal yang paling membahagiakan baginya.
Renjun hanya bisa pasrah saat haechan menguyel nguyul pipinya, memeluk nya brutal, memplontang planting kan renjun sesukanya.

'huhfff sabarr gue,,, karinnn Lo dimana. Tolong selamatin gue' batin renjun berteriak.





















































(=^・ェ・^=)

Jaehyun kini tengah mengendarai mobilnya menuju kampus, namun sebelum itu ia akan menjemput seseorang lebih dulu. Semalam Hyun Seo mengatakan ingin berangkat bersama ke kampus hari ini dan tentu saja diiyakan oleh Jaehyun.

Jaehyun sampai di depan rumah Hyun Seo dan tak lama terlihat Hyun Seo yang berlari kecil menghampiri nya.

"Oppa sudah lama?" Tanya Hyun SEO saat sudah di dalam

"Tidak, oppa baru saja sampai" jawab Jaehyun dan langsung melajukan mobilnya kembali. Hyun Seo hanya tersenyum manis menanggapi jawaban Jaehyun.

New Life | Renjun X Jaehyun | JaerenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang