Bolu Jahannam

24 7 4
                                        

Happy reading guys!

...

"Ini kue nya makan di sini aja aku mau liat respon kamu makan itu" Zean menyodorkan kotak bekal persegi di tangannya di atas meja

Menerima dengan senyum terpaksa Vana segera  membuka tutup persegi itu, mengunyahnya perlahan-lahan sembari menutup matanya menahan sesuatu di dalam hatinya dengan susah ia menelan kue tersebut untuk melewati tenggorokan melewati organ organ tubuh hingga sampai ke lambung

"Gimana?enak ngga?" tanya Zean menanti jawaban perempuan di depannya

Kelas mereka saat ini hanya ada beberapa orang saja,Feska tidak tau pergi kemana bersama Igam,lalu Akisra juga sepertinya sedang bersama teman-temannya di luar sana

Mengangguk pelan Vana membuka suara "Lu udah coba belum?" tanyanya

Zean menggelengkan kepalanya sebagai jawaban "Emang kenapa? beneran enak kan?"

"Iya enak ngga papa ga jadi"

"Oiya ini beneran lu yang buat?" lanjut Vana

Mematrikan deretan giginya cengengesan Zean menggaruk tengkuknya tak gatal "Sebenernya aku cuma batu mixer doang sama masukin ke oven nya doang yang buat adonan itu Akisra semua"

Mendengar hal itu Vana langsung menahan diri untuk tidak memuntahkan kue yang ia makan tadi.Rasa kue itu sangat asin tidak ada rasa manis sama sekali,sudah ia tebak pasti terompet itu yang membuat kue jahannam ini.Hanya bentuk dan rupanya saja yang sempurna tapi rasanya membuat usus-usus yang di lewati kue itu menuju lambung seakan ingin keriput akibat rasa asin yang sedikit pahit juga.

"Gua tanya sekali lagi,lu udah rasain kue nya belum?"

Menggeleng cepat Zean langsung berdiri dari duduknya melirik Akisra yang datang dari arah pintu bersama teman-temannya "Aku ngga cobain soalnya aku percaya kalau buatan Akisra itu pasti enak banget buktinya kamu suka,ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya" ujar Zean langsung pergi meninggalkan Vana yang masih menahan mualnya

"Akisra,kamu mau kemana lagi?" tanya Zean pada Akisra yang di mana keberadaan mereka tidak jauh dari Vana

Feska datang bersama Igam dengan riang perempuan itu menghampiri Vana yang sedang duduk "Ini apaan? bolu coklat ya? gua mau coba ah" ucap Feska langsung mencomot potongan kue itu

"Aku mau ke guru piket dulu,mau ikut?" jawab Akisra di lembut lembutkan

Zean mengangguk "Ayo"

Belum sampai keluar pintu kelas tiba-tiba saja suara Feska menggelegar di seisi kelas itu membuat langkah Zean dan Akisra terhenti "KUE APAAN BANGSAT ASIN BANGET LU DAPAT DARI MANA KUE JAHANNAM INI?"

Dengan sigap Vana menutup mulut Feska.Igam menghampiri lalu ikut merasakan kue yang di bilang tidak enak itu "Ini bolu coklat apa bolu garem? pasti pake pasta coklat nih kaga elit banget yang buat ga modal" cerocos Igam

"Diem anjirr ini dari Zean" bisik Vana dengan mata melotot ke arah pasangan tersebut

Akisra menarik pergelangan tangan Zean yang mematung di depan pintu itu untuk melanjutkan langkah mereka "Ayo Ze aku ada janji sama guru piket" ucapnya,Zean dengan rasa di lingkupi rasa bersalah itupun hanya pasrah mengikuti Akisra



....





Van maaf ya soal kue tadi

Gapapa kan lu
udah niat jadi gua hargain

Tapi kue nya ga enak,
mau aku buatin lagi?

Ga usah gapapa
ini enak kok rasanya unik

Maaf yaa

Iyaa gapapa
ya udah sana katanya mau latihan basket

Iya ini lagi siap siap

Mengembuskan nafas dengan kasar Vana meletakkan handphone nya di atas meja makan.Mengamati gerak-gerik sepasang calon kekasih itu yang sedang asik memasak di dapur rumah Feska

"Udah cocok tinggal nikah doang ini" ucapnya

Igam menoleh "Ya iyalah gua kan idaman banget bisa sweet gini ga kaya bestie gua" jawab Igam alih-alih menyindir Zean yang tidak ada di sana

"Dih,tumben ga sama Zean?" tanya Vana

"Ya lu ga liat gua lagi ngapain sama Feska dari pada latihan terus di sungguhi muka nenek lampir di sana mending gua pdkt"

Berdecak sebal Feska menendang bokong Igam hingga lelaki itu terdorong ke depan "Untung ga jatuh kalo jatuh sakit banget fantat bohay gua"

"Bohay tipis tipis kerempeng yang ada,ga usah tanggepin nyamuk itu" omel Feska pada Igam

"Nyamuk pala lu gua ke sini kan cuma mau numpang makan"

"Lah tai lu jadi gelandangan aja sono ntar gua bagi makan" ejek Igam memeletkan lidahnya pada Vana

"Ga boleh gitu" ucap Feska pada Igam dengan mata melotot garang

"Biarin dia kan temen yang hewan suka berbunyi guk guk itu jadi melet melet gua udah biasa liat dia melet melet kaya temen-temennya"

"BANGSATTTTTTT YA LU"




....





"Zean" panggil Akisra pada Zean yang asik memainkan rambutnya

Zean mengangkat sebelah alisnya "Kenapa?"

"Kue buatan aku ga enak ya?" ucap Akisra memulai drama nya

Menggeleng cepat Zean memegang telapak tangan Akisra dengan lembut "Enak kok kamu juga pinter buat kue nya"

"Tapi kata mereka kue aku asin,aku salah masukin gula malah masukin garam, maafin aku Ze ini semua gegara aku"

"Gapapa kamu ga salah kok cuma ga sengaja doang kan jadi gapapa" tenang Zean

Akisra menunduk "Kamu marahan ga sama Vana?"

"Ngga kok Vana juga ga masalah sama kue nya"

Mendengar jawaban Zean tersebut membuat Akisra panas dan marah di dalam hatinya.Padahal ia sudah berniat sekali membuat bolu yang dua sengaja memberi garam pengganti gula di dalam nya agar Vana marah dan tak suka lalu mencaci Akisra yang sengaja membuatnya lalu Zean akan membela dirinya walaupun ia salah

Raut sendu perempuan itu langsung berubah menjadi ceria kembali "Ayo kita foto terus nanti post di Instagram kamu aja,nah kalo Vana liat pasti dia bakal mikir gini 'Zean baik banget mau membela Akisra' gitu pasti kamu seneng kan kalo di gituin" ucap Akisra mengalihkan pembicaraan

"Oh ya udah ayo nanti jangan lupa repost" jawab Zean mengangguk cepat lalu menyodorkan handphonenya kepada Akisra



....



Halo halooooooo guysss makasih banget udah mau berkenan baca cerita inii

Komen kalian naikin mood aku bangetttttttt tau ga sihh😭

Makasih banyak yaa udaaa berkenan membaca
Jangan lupa vote and comen!💅

See you!






DEZEPITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang