RADEV: EMPAT BELAS

2.5K 203 56
                                    

Happy reading

Tandai typo kalau ada

-

Aileen meremas rok seragamnya, gadis itu tidak menyangka kalau kakak tirinya tiba-tiba datang ke ruang kesehatan. Ini bukan pertanda baik, Aileen segera menahan tangan sang kakak tiri yang hendak melayangkan pukulan ke wajah Evan.

"Evan, sebaiknya kamu kembali ke kelas dan izinin aku—mau istirahat di sini," ucap Aileen kepada teman sekelasnya itu.

Tatapan Radev kian menajam, pemuda itu menarik tubuh adik tirinya dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya. Satu tangannya yang menganggur, Radev gunakan untuk mencengkeram kerah seragam Evan.

"Gue udah peringatin lo! Jangan deket-deket sama babu gue, sialan!" sentak Radev yang mendorong tubuh Evan ke belakang.

"Evan!"

Aileen hendak menghampiri temannya, tetapi tangan gadis itu di cekal.

"Lo mau kemana?" tanya Radev dengan tatapan marahnya.

"Kak, jangan memukulnya. Evan hanya membantuku," ucap Aileen dengan suara yang begitu pelan, karena takut Evan mendengarnya.

"Gue gak peduli, siapapun cowok yang deketin lo! Mereka bakalan habis di tangan gue!"

Radev menarik kasar tangan adik tirinya, pemuda itu akan memberi hukuman kepada sang adik. Namun Evan menghalangi langkahnya, bahkan adik kelasnya itu berani memukul wajahnya.

Bugh!

"Lo jangan kasar sama cewek, banci lo!"

Evan tidak takut dengan kakak kelasnya itu, meskipun dirinya sudah beberapa kali diberi peringatan untuk tidak mencari gara-gara dengan Radev. Sebab pemuda itu adalah putra dari Artha Brakhatama—sang pemilik sekolah.

Radev melepaskan cekalannya, pemuda itu menyuruh adik tirinya untuk mengunci pintu ruang kesehatan. Namun Aileen menggeleng tidak mau, gadis itu tidak mau keduanya bertengkar.

"Lo udah berani sama gue?" Radev kembali membentaknya.

Evan yang melihat peluang, kembali memukul Radev sampai kakak kelasnya itu terhuyung ke belakang.

"Sini lawan gue, kalau lo kalah—lo harus lepasin Aileen dari status babu lo!" tantang Evan yang masih belum tahu seberapa gilanya Radev.

"Lo kunci pintunya dan jangan keluar, atau lo bakalan lihat cowok ini mati di tangan gue!"

Radev menoleh ke belakang, ia menatap adik tirinya dengan tatapan yang belum pernah Aileen lihat. Gadis itu gemetar, ini adalah kali pertama dirinya melihat sisi Radev yang lebih menakutkan.

Mendengar suara pintu yang terkunci, Radev tanpa diduga langsung menerjang tubuh Evan. Sehingga adik kelasnya itu tidak siap dan sudah berada di bawahnya, tanpa memberi jeda sedikit pun—Radev terus memukul wajah Evan seperti orang kesetanan.

Evan tidak bisa mengelaknya, ia tidak menyangka kalau Radev benar-benar gila saat bertarung. Evan tidak diberikan kesempatan untuk membalas, pemuda itu terlihat begitu pasrah dengan keadaan hidung patah dan sudut bibirnya robek cukup parah.

Aileen diam-diam keluar untuk meminta pertolongan, gadis itu tidak mau Evan mati di tangan kakak tirinya. Namun usaha gadis itu tidak membuahkan hasil, sebab beberapa orang Radev menghalanginya dan membiusnya.

"Bangun lo, sialan!"

Radev terkekeh pelan, saat melihat keadaan adik kelasnya yang sudah tak berdaya. Evan merasakan sakit di sekujur tubuhnya, rasanya ia tidak bisa bergerak sedikit pun. Ternyata yang dikatakan semua orang benar, kalau Radev itu bukan manusia.

RADEV || Step DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang