13. NgeGYM with Daffanka part 2 [REVISI]

68 7 0
                                        

Let's enjoy guys,semoga menghibur ya🤗

...

     Daffanka lagi asyik push rank di HP-nya, serius banget kayak atlet e-sports yang lagi turnamen final. Tangannya lincah, matanya fokus, bibirnya komat-kamit. Tapi tiba-tiba

BRRRT! BRRRT! BRRRT!

Notifikasi HP-nya meledak kayak petasan tahun baru. Grup chat keluarga mendadak rame kayak pasar malam, panggilan masuk bertubi-tubi. Awalnya Daffa masih cuek. Palingan ribut soal warisan martabak atau siapa yang harus jemput nenek besok.

Tapi begitu dia lihat siapa aja yang nelpon yaitu Rey, Nathan, Nevan, dan Marvin dia langsung merinding. Ini bukan obrolan iseng. Dengan malas, dia geser layar dan mengangkat telepon tanpa lepas pandangan dari layar game. "Ya, halo? Apaan sih ribut banget?"

Lima detik kemudian, wajahnya berubah drastis. Jarinya yang tadi lincah langsung kaku, HP-nya hampir jatuh dari tangan. Matanya melebar kayak habis liat setan, napasnya tercekat.

"SIALAN!" umpat Daffa. Game nya langsung dilupakan. Dia nutup telepon dan menatap Feli dengan wajah pucat kayak abis ngecek saldo tinggal lima ribu tapi tanggal gajian masih jauh.

Feli yang dari tadi ngeliatin dengan curiga langsung panik. "ADA APA, KAK?!"

Daffa menatap Feli dengan ekspresi yang bikin bulu kuduk gue berdiri. Campuran antara horor, pasrah, dan sedikit ingin kabur dari kenyataan. "Fel... lo sadar nggak sih, foto lo barusan udah tersebar ke seluruh grup keluarga besar?"

Feli mengernyit. "Foto yang mana?"

Daffa ngelus wajahnya dengan kasar, kayak orang yang udah kehilangan harapan sama hidup. "Foto lo di gym. Yang lo baru aja upload."

Otak Feli butuh beberapa detik buat loading. Terus, setelah informasi itu masuk dengan sukses ke kepala Feli... "HAH?! KOK BISA NYEBAR?!"

Daffa menghela napas berat. "Lo pikir gue tahu? Mungkin ada yang screenshot, terus di-forward ke grup keluarga. Intinya, Rey sama yang lain sekarang ngamuk dan katanya mau ke gym  buat ngomelin lo."

Darah Feli langsung naik ke kepala. "MEREKA SERIUS?!"

Daffa melotot. "LO PIKIR INI PRANK?! Nathan aja tadi di telepon suaranya udah kayak debt collector. Marvin diem-diem aja, tapi lo tahu kan kalau dia diem, itu berarti bakal ada kekacauan besar."

Feli langsung panik. "Mampus. Gue harus cabut dari sini." Feli buru-buru ngambil botol minum dan handuk, siap buat ngacir sebelum mereka dateng. 

Tapi Daffa malah nyetop Feli. "Lo MAU KABUR?! Serius, Fel?!". Feli melotot balik. "YA IYALAH! LO MAU GUE DIKERUBUTI KAYAK PENYEBAB PERANG DUNIA KETIGA?!"

Daffa mencengkeram bahu Feli. "Dengerin gue. Kalo lo kabur, masalah ini malah jadi makin besar. Mereka bakal nyariin lo terus. Hadapi aja. Gue di sini, gue bakal bantu lo."

Feli mendengus. "Bantu apanya? Jadi komentator di belakang sambil ngetawain gue?"

Daffa nyengir. "Bisa jadi." Feli hampir ngelempar botol minum ke mukanya. 

Tapi sebelum sempat, BRAK! 

Pintu gym kebuka kasar, semua orang di gym otomatis nengok. Dan di sanalah mereka, empat cowok dengan ekspresi kayak polisi yang baru nemuin tersangka utama kasus pembunuhan. Rey jalan paling depan, mukanya kayak kapten mafia yang siap interogasi. Nathan di sebelahnya, rahangnya kenceng kayak siap nelen meja. Nevan dan Marvin di belakang, diem tapi auranya udah kayak karakter anime yang siap ngebantai musuh.

Puzzle PieceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang