20. Game Horor: Antara Gengsi dan Dompet yang Terancam

52 5 0
                                        

🐯

Hari ini, pertarungan hidup dan mati bakal terjadi di medan perang virtual. Daffa ft. Rey VS tim online random.Bukan cuma sekadar main biasa, taruhannya berat, cuy! Siapa pun yang kalah harus mentraktir semua sepupu mereka. Iya, SEMUA.

Dan lo tau sendiri, keluarga mereka bukan keluarga kecil. Bayangin aja, kalau kalah, dompet mereka bakal kering selama tiga hari ke depan. Daffa dan Rey gak ada pilihan lain selain menang. Gengsi udah dipasang, skill gaming diuji, dan koneksi WiFi... tolong jangan ngelag, plis.

Siapa yang bakal keluar sebagai pemenang? Dan siapa yang bakal menangis bayar tagihan makan seabrek? Battle dimulai sekarang!

...

"Dev, kemarin pas main game sama Rafa, seru ya? Kalian menang, kan?" tanya Daffa sambil menyenggol bahu Devan. Nada suaranya terdengar santai, namun sorot matanya sedikit menantang.

Dev mendengus pelan. "Lo tahu jawabannya, kan?" balasnya, nada kesalnya tersirat samar.

Daffa terkekeh kecil. "Iya, iya, gua tahu. Tapi kan seru kalau kita ngulang lagi. Kali ini gua yakin kita bisa ngalahin mereka."

"Oke, hari ini gua bakal menang, kan?" tanya Daffa semangat kepada Rey, pasangan nya dalam bermain game ini yang sedang duduk di sampingnya sambil bermain ponsel nya

Rey hanya terkekeh kikuk, "Hmm, berdoa aja. Tapi lo tahu kan, keberuntungan kadang suka berubah-ubah."

"Kalau lo kalah, lo yang traktir yang lain makan tiga hari ke depan!" seru Marvin, mengingatkan taruhan yang sudah mereka sepakati sejak awal.

"Kak setiap tembakan, setiap langkah, dan setiap keputusan akan menentukan nasib kalian. Fighting, semoga kalian menang" ucap Feli menyemangati sepupu dan abang nya

Daffa melirik ke arah Vero sambil menyeringai, "Setiap gua main game sama Vero, dia suka  ngomelin gua, karena gua mainnya terlalu jago. Padahal, dia yang bikin kalah mulu!"

Vero yang sedang fokus pada layar ponselnya hanya mengangkat sebelah alis, bingung dengan pernyataan Daffa. Sejak kapan dia bilang seperti itu? Ada ada saja kelakuan sepupu nya itu.

...

Pertarungan baru saja dimulai, dan seperti biasa, Rey langsung lompat ke tengah baku tembak tanpa mikir panjang. "Gaspol!" teriaknya, sambil nyungsep ke atap rumah tanpa senjata.

Daffa, yang lebih strategis, langsung facepalm. "Njir, nih anak beneran nggak ada rem," gumamnya sambil buru-buru nge-loot. "Woy anjrit! Baru mulai udah tumbang?!" seru Daffa, buru-buru lari ke lokasi Rey.

Rey yang lagi ngesot di lantai sambil panik, teriak ke mic, "Daf, sumpah tolongin gua! Ada musuh, banyak banget!"

Daffa mendengus. "Salah sendiri, bocil barbar. Nih gua dateng, sabar..."

"Daf, lo denger nggak sih?! Play zone-nya udah mepet, njir!" seru Rey panik.

Daffa, yang masih sibuk ngeloot, cuma nyengir santai. "Iya, iya. Slow, bro."

Rey menggembungkan pipinya kesal. "Santai pala lo peyang! Kita bakal mati konyol nih, Daffanka Arka!" Rey melongo. "Anjir, lo ninggalin gua sendirian?!?!"

Puzzle PieceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang