Sore itu, langit mulai merona jingga. Cahaya matahari perlahan memudar, meninggalkan semburat warna hangat yang menyelimuti Kota Bandung. Di sudut gang kecil yang tak jauh dari sekolah, tujuh pemuda berkumpul di tempat tongkrongan rahasia mereka. The Seven Shadows (TSS) , begitu mereka menamai diri.
Malam ini terasa berbeda. Udara terasa lebih sejuk dari biasanya, membuat suasana semakin nyaman untuk bersenda gurau. Marvin, sang pemimpin, memulai obrolan ringan sambil menyeruput minuman kesukaannya. Nathan, si kutu buku, asyik dengan novel terbarunya. Daffa, si atlet GYM, bercerita tentang latihan nya kemarin. Nevan, si musisi, memainkan gitarnya, sementara Devan dan Reymond sibuk mengutak-atik ponsel mereka.
Setelah puas berbincang, mereka memutuskan untuk pulang. Vero dan Rafa, yang biasanya paling terakhir, sudah siap di atas motor mereka. "Ayo, guys! Udah malem nih," ajak Vero.
"Oke, siap!" jawab Marvin semangat.
Mereka pun berboncengan, meninggalkan tongkrongan. Marvin dan Reymond membonceng motor pertama, diikuti oleh Nathan, Nevan dan Daffa, Devan. Di belakang, Vero dan Rafa melaju dengan santai.
Sesampainya di perempatan mereka berempat yaitu Nathan,Nevan, Daffa, Devan menghentikan motor nya. "Eh, Vero sama Rafa mana, ya?" tanya Nathan heran.
"Iya, bener juga. Kok gak nyusul?" sahut Daffa.
Mereka menunggu beberapa saat, namun Vero dan Rafa tak kunjung muncul. Rasa khawatir mulai menghinggapi hati mereka. "Jangan-jangan mereka kesasar?" ujar Nathan cemas.
"Atau jangan-jangan ada yang terjadi?" timpal Nevan.
Mereka balik lagi ke lokasi terakhir kali lihat Vero dan Rafa. Udah muter-muter nyari ke segala penjuru, tapi motor mereka tetep nggak keliatan batang hidung nya. Nathan nggak berhenti nge-spam Vero, panik abis pengen tahu keadaan mereka.
Beberapa menit berlalu, tiba-tiba ting! notif masuk ke HP mereka masing-masing. Refleks, mereka langsung fokus ke layar, berharap ada kabar penting. Eh, ternyata notifnya malah dari grup geng mereka sendiri. Kocaknya, mereka lagi di tempat yang sama, tapi gara-gara sibuk mantengin HP masing-masing, rasanya kayak hidup di dimensi yang beda.
Barudak The Seven Shadows
(You,Bang Marvin,Bang Daffa,Bang Devan,Bang Nathan,Bang Nevan,Abang Rey,Rafandra)
[pov layar chat dari hp Vero]
(Bang Devan)
Weh Weh
Ini dua anak setan kemana njir?
Kok ga keliatan
Siapa tadi yang ada di depan motor mereka?
Plis, jawab chat gua
(Bang Nevan)
Kalau mau bego ya mikir- mikir dulu njir
Lo mau spam sampe 100x pun kagak ada yang jawab Devan Adrian Wijaya
Kan pada bawa motor
(Bang Devan)
Lah ini, lo bisa jawab gua sekarang
yang bego lo apa gua?
(Bang Nevan)
Posisi kita sama ya ege, gua dibonceng Nathan kalau lo lupa
(Bang Devan)
KAMU SEDANG MEMBACA
Puzzle Piece
FanfictionFeli harus berjuang menghadapi tingkah laku para sepupunya yang sering kali di luar kendali. Baik di sekolah maupun di rumah, mereka selalu bersama, menciptakan kisah penuh warna yang tak pernah membosankan. Layaknya kepingan puzzle, masing-masing m...
