Annyeong yeorobun nanab is backk!! Kangen gak kangen gak? Enggak?! Oke GPP.
Setelah sekian lama bertempur dengan ujian ujian akhirnya tinggal satu, lh belum selesai? Lh iyaaa lah masih ada lagi ujian nya bulan April nanti.
Oke kalau gitu ......
[Happy reading luvv]
[⚠️Typo bertebaran]
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini adalah hari yang ingin Haechan lupakan dalam hidupnya, yah... Hari ini tepat tanggal 20 Januari ini adalah hari dimana ia bertemu bunda doy, yang artinya ini juga hari dimana Haechan merasa di buang.
Arti kata dibuang memang sedikit kasar, tapi itulah kenyataannya, yang Haechan ingat saat itu adalah ia yang di turunkan paksa oleh paman nya dan berjalan Luntang Lantung di jalanan tanpa ada tujuan.
Dan sampailah ia di depan sebuah toko kue dimana ia akhirnya jatuh pingsan. Dan ya, yang menolongnya adalah bunda doy saat ia sedang menutup toko kue tersebut.
Haechan berusaha melupakan kejadian ini sebenarnya, namun ntah setiap hari ini datang badan Haechan akan secara otomatis tidak enak badan. Seolah olah dunia pun tidak mau Haechan melupakannya.
Jika bertanya apa Haechan tidak berusaha mencari keluarga kandungnya? Jawabannya adalah, tidak.
Untuk apa ia mencari jika ternyata mereka lah yang tidak membutuhkannya, Haechan sudah cukup dengan adanya bunda doy di sampingnya selama ini walau bukan sebagai anak kandungnya.
Bagi Haechan cukup jalani hari ini untuk hari esok tanpa melihat hari sebelumnya karena itu kan membuat hidup mu tidak akan berjalan.
Dan ya karena hari ini badannya mulai bereaksi, ia sudah berjaga jaga obat dan sudah meminum vitamin penambah imunnya tadi pagi.
Setelah menyiapkan bekal dan menutup semua pintu dan jendela juga memastikan bahwa tidak ada satupun peralatan listrik yang menyala.
Haechan segera keluar rumah tidak lupa mengeluarkan vespa nya sebelum menutup pagar depan yang tak terlalu tinggi itu.
Haechan mengendarai sepedanya tidak terlalu cepat juga, sebenarnya kepalanya juga pusing maka dari itu ia tidak membawa sepeda terlalu cepat namun juga tidak terlalu lambat.
Setelah beberapa menit berkendara Haechan kini sudah berada di koridor kampus dan akan menuju ke kelasnya. Kali ini dia akan sabar menunggu lift karena melihat dirinya yang seperti tidak kuat berjalan terlalu lama.
Dan tak lama giliran Haechan masuk kedalam lift ia tak sengaja bertemu dengan kakak tingkatnya, yaitu Xiaojun atau juga bisa dibilang kakak dari si kembar Na itu.
"Haechan?" Sapa Xiaojun,
Haechan menengok kala seperti ada yang memanggil namanya.
"Ohh, selamat pagi Hyung" sapa balik Haechan.
"Apa kau sakit? Sepertinya kau tidak terlalu baik hari ini"
Melihat raut wajah Haechan yang seperti pucat, dan jangan lupa cara berjalan Haechan yang terbilang tidak terlihat seperti orang sehat membuat Xiaojun mau tak mau mempertanyakan rasa penasarannya.
Haechan menggeleng, "aku baik baik saja Hyung, terimakasih sudah khawatir" dengan senyum yang tak lupa ia tampilkan.
"Ahhh baiklah kalau begitu, jangan lupa untuk istirahat setelah kuliah mu selesai ya"
"Iya, sekali lagi terimakasih atas kekhawatiran mu"
Xiaojun hanya tersenyum menanggapi kata terimakasih Haechan yang sudah ia ulangi berkali kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And Duda?
FanfictionGak terlalu bisa bikin desk, jadi kalau penasaran bisa langsung di baca aja ya dicks. saya juga penulis amatir yang baru berani mempublikasikan karya tulis saya. . . . . . . . ⚠️ WARMING ‼️ √BXB √🔞 √KATA KASAR √MPREG MOHON DIPERHATIKAN SEKALI LAGI...
