[⚠️Typo bertebaran]
[Happy reading luvv]
.
.
.
.
.
.
.
Seperti yang di rencanakan Haechan, kini ia baru saja tiba di depan pagar mansion mewah yang berada di perumahan elit, satpam yang melihat Haechan berada di depan pun segera datang menghampiri dan cepat cepat membuka pagar untuk Haechan sang guru les privat tuan muda bungsu Jung itu.
"Lh den Haechan kok gak langsung masuk aja to"
Sapa pak Har.
"Masuk lewat mana pak? Pagar nya setinggi harapan dosen gini mana kuat echan bukanya" balasnya.
"Aya Aya wae, den Haechan ini"
Haechan cuma nyengir membalas ucapan atau bahkan ke candaan pak Har.
Setelah Haechan masuk dan tak lupa mengucap permisi saat melewati pak Har, Haechan kini kembali berhadapan di depan pintu yang tak kalah tinggi nya dengan pagar depan tadi.
Haechan memencet tombol bel nya dan segera keluar lah maid yang bekerja di mansion tersebut.
Haechan masuk dengan sapaan formal yang tak lupa ia ucapkan, Haechan sudah terbilang akrab dengan para maid maupun pekerja lainnya yang bekerja di mansion tersebut.
Tapi ntah yang satu tadi seperti asing, mungkin nyonya Taeyong mempekerjakan maid baru, apalagi mansion ini terbilang cukup besar juga. Jadi tidak heran apabila ada pekerja tambahan. bahkan, apalagi jika setiap harinya malah bertambah.
Haechan masuk dan segera duduk di ruang tamu seperti biasanya ia akan menunggu muridnya untuk datang, ia tidak pernah protes jika di suruh menunggu lagian sofa nya juga sangat nyaman.
Bahkan kasurnya kalah dengan sofa mahal ini pikir Haechan.
Matanya memutari ruangan tersebut, melihat lihat apa ada yang berubah dari rumah besar itu dan juga memperhatikan setiap sudut yang menurutnya cukup menarik untuk dilihat.
Hingga ada satu maid yang Haechan kenal tiba menghampiri Haechan dengan nampan berisi minuman untuk Haechan.
"Diminum dulu den, tuan muda Gyu mungkin masih berada di luar sekarang"
Haechan yang mendengar perkataan bibi park pun menjawab,
"Lh emang beomgyu belum pulang bi?"
"Belum den, tuan muda soalnya tadi pulang sekolah berpamitan pada nyonya jika ia akan pulang bareng temen nya mungkin tuan muda mampir dulu entah kemana"
jelas bibi park yang duduk di lantai berniat mengajak Haechan mengobrol.
Melihat bibi park duduk di lantai Haechan ikut duduk di lantai, sangat tidak sopan pikirnya. Sedangkan untuk bibi park sudah memang peraturannya seperti itu walaupun itu adalah tamu dari nyonya, tuan besar ataupun tuan muda.
"Lh den, duduk di atas aja ngapain ikutin bibi dingin atuh den"
"Gak papa kali bi, lagian bibi lebih tua dari echan"
"Biar enak juga ngobrol nya" sambung Haechan.
"Oh ya bi, nyonya nambah maid ya?"
Haechan mulai menanyakan hal tadi, walau itu sebenarnya tidak mengganggu nya sih.
"Iya den, kalau tidak salah untuk jagain tuan kecil"
"Tuan kecil?"
Haechan menaruh kembali cangkirnya kala ada sebuah sebutan asing yang dibicarakan bibi park.
"Iya, cucu nya nyonya Taeyong dan tuan besar Jung"
"Lh? Jeno bukannya masih kulaih bi? Kapan bikin anaknya? Jaemin tadi juga kelihatan gak lagi buncit gitu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Me And Duda?
FanfictionGak terlalu bisa bikin desk, jadi kalau penasaran bisa langsung di baca aja ya dicks. saya juga penulis amatir yang baru berani mempublikasikan karya tulis saya. . . . . . . . ⚠️ WARMING ‼️ √BXB √🔞 √KATA KASAR √MPREG MOHON DIPERHATIKAN SEKALI LAGI...
