🧳✈️

3.9K 221 0
                                        

[⚠️Typo bertebaran]
[Happy reading luvv]

.
.
.
.
.
.
.

Pagi yang cerah untuk menyambut kedatangan seseorang yang spesial atau bisa dikatakan untuk menyambut orang yang pertama kali menginjakkan kaki di negara Korea Selatan yang indah ini.

Kaki kecil itu berlari memutari tubuh sang ayah dengan riang, dan tak jarang sesekali bocah mungil itu akan terdiam dengan jari mungilnya yang menunjuk ke sebuah benda yang membuat ia penasaran.

"Chenle bisa tidak berlari? Bisa sportif untuk saat ini, Dady tidak bisa memantau Chenle"

Instruksi dari seseorang yang menyebut dirinya Dady itu sukses membuat kaki mungil yang mungkin terdapat pegas di persendiannya itu berhenti seketika.

Bocah itu mengangguk mengerti dan berjalan menggandeng jari besar sang Dady.

"Good boy" puji sang Dady yang gemas dengan tingkah anaknya itu.

.
.
.
.
.
.
.

[09.30]

Haechan kembali terbangun namun kali ini ia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Haechan kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ia teringat apabila ia kini berada di kediaman Jung.

Haechan berusaha bangkit dan segera mengemas barang barangnya dan segera pergi dari sana.

Sudah cukup akan semua hal yang terjadi kemarin, itu sudah cukup membuat Haechan malu tujuh turunan, tujuh pangkat.

Haechan membuka pelan pintu mahal itu, takut lecet.

Haechan memantau sekitar yang sepertinya lumayan sepi, hal itu tak akan Haechan sia sia kan dan segera beranjak pergi dari sana, semoga ia selamat kali ini tanpa harus menambah hari sialnya di kalender.

Haechan berlari tanpa henti, walau begitu ia tau semua penghuni rumah besar itu mungkin sedang keluar dengan urusan masing masing atau apalah yang penting tak ada di rumah, bahkan Haechan tak bertemu dengan bibi park ataupun pelayan yang lainnya.

Sesampainya di halaman depan ia segera keluar dengan vespa nya, pagarnya? Tak peduli berat atau ringan, yang Haechan pikirkan kali ini hanya bagaimana caranya dia bisa menyingkirkan ingatan yang memalukan kemarin.

"Huhhhh, akhirnya keluar juga gue anyink"

Rasanya lumayan lega, setidaknya ia bisa menjernihkan pikirannya kembali.

Tujuannya kali ini adalah rumah nya sendiri, ia ingin mandi dan mencoba melupakan kejadian memalukan itu dengan cara konser dadakan di dalam kamar mandi.

"Bjir jantung gue udah kek kuda maraton aja"

Haechan memegang dadanya yang berdetak tidak karuan itu.

.
.
.
.
.
.
.

Di sisi lain kini ada keluarga jung yang sepertinya sedang memalukan diri sendiri, bagaimana tidak lihat yang di lakukan sungchan serta Jeno.

Entah bener dari mana yang kini ia pegang dipadukan dengan lightstick kelap kelip yang mereka angkat tinggi tinggi.

"Ohh ayolah Hyung, kalian mempermalukan kita"
Ucap yang lebih muda.

"Ini tuh biar si Mark Mark itu notice kita bjir" saut yang lebih tinggi dari Jeno a.k.a si sungchan.

"Sungchan bahasamu" tegur sang ayah.

"Sorry dad" nyengir si sungchan.

"Kakak lama banget sih Bu, Gyu udah cape"
Liat kelakuan si bungsu, manjanya.... ya namanya juga bungsu.

Me And Duda?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang