🏥

3.7K 218 5
                                        

[⚠️Typo bertebaran]
[Happy reading luvv]

.
.
.
.
.
.
.

Jeno dan Mark sekarang berada di depan pintu rumah yang sedari tadi tak kunjung keluar pemiliknya, Jeno juga sudah berusaha menghubungi sang pemilik namun tidak aktif juga.

Mark mulai kesal sebenarnya namun ini demi anaknya juga, "udah dobrak aja napa sih Jen gemes gue"

"Njir, rumah orang ini kak ganti rugi mau lu?"

"Ganti rugi mah gampang anak gue ini masalahnya"

"Si paling lu mah, bentar gue coba telpon lagi"

"Sampek kapan njir, anak gue keburu masuk IGD gila"

"Sabar Napa, pantes jadi duda lu gak sabaran sih"

"Gue telpon Nana deh"

Jeno mulai pasrah menghubungi Haechan dan berakhir menelfon Jaemin atau renjun setidaknya mungkin bersama mereka kan.

"Sayang, aahh ini echan sama kamu?"

"...."

"Sama si sumbu pendek itu?"

"...."

"Iya iya canda, ini serius Haechan gak di rumah ini masalahnya"

"...."

"Bubu, bubu yang nyari bukan aku"

"...."

"Tempatnya dimana? Nanti tolong Sherlock in ya"

"...."

"Oke, thank you babe"

Jeno mematikan telpon nya setelah Jaemin memutuskan panggilan secara sepihak.

"Geli gue, coba ke gue pasti beda cerita"

"Yaiyalah, sama lu mah pait"

Jeno pergi meninggalkan Mark yang sudah dongkol bertambah makin dongkol lagi gegara Jeno.

Mark dan Jeno kini didepan lokasi yang di maksud Jaemin, toko Haechan bekerja. Namun kenapa jika dilihat lihat seperti tak ada penghuni, antara masih buka dan mau tutup.

Dan ya alhasil kedua Jung siblings itu memilih diam didalam mobil sambil menunggu pegawai pulang, namun memang sepertinya mereka tidak beruntung karena orang yang dari tadi mereka tunggu tak kunjung keluar sampai toko sudah tutup.

"Yakin lu disini? Mana gak ada tuh"

"Iya kok, kata Nana juga gitu"

"Salah alamat kali lu"

"Gak mungkin bjir, orang Nana sendiri yang ngasih"

"Bucin"

"Bicin" ledek Jeno dan memilih pergi dari sana, to ngapain ditunggu kalau orangnya aja kagak ada.

Taeyong yang sedari tadi menenangkan Chenle mulai panik saat hawa tubuh Chenle menjadi panas dan wajahnya hampir memerah karena menangis terlalu lama.

"Ya ampun, cucu bubu Sampek demam gini. Bentar ya sayang Dady mu lagi nyari mommy ya"

Sambil terus menimang cucu nya.

"Pulang nanti kalau gak bawa mommy, lele kencingin aja muka dady mu ya. Siapa suruh gak gercep"

"Ululululu sayang, iya sabar ya"

.
.
.
.
.
.
.

Haechan kini makin panik, yaiyalah pasalnya saat mau pulang tadi tiba tiba dia jatuh lagi yang ini bukan salah Haechan yang ceroboh ya, salahin si kaleng sarden noh minta di pites emang jambulnya.

Me And Duda?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang