🫂❓

4.6K 237 7
                                        

[⚠️Typo bertebaran]
[Happy reading luvv]

.
.
.
.
.
.
.

"Mommy, hiks mommy"

Chenle menangis dan sedikit bergerak gelisah membuat infusnya yang berada di tangan sebelah kirinya, Mark berusaha menghalau pergerakan Chenle agar infusnya tidak melukai tangannya.

Haechan yang merasa terpanggil pun segera mendekat kearah Chenle, Taeyong ikut berdiri kearah brankar Chenle begitupun dengan Sungchan.

"Hei cucu bubu, ututu sudah ya menangis nya ini mommy sayang coba lihat ini mommy sudah disini lh"

Chenle membuka matanya dan benar saja dia melihat Haechan berada di samping bubunya langsung berhenti menangis dan malah merentangkan tangannya pada Haechan.

Haechan pun mendekat dan mendekap chenle, chenle yang di peluk Haechan pun tak mau melepaskannya lagi, kali ini dia benar benar tidak akan kehilangan Haechan lagi.

"Mommy disini, cepat sembuh ya maaf kan mommy kemarin tidak pamit pada lele"

Haechan berbisik saat memeluk Chenle.

Haechan mau tak mau ikut naik ke brankar Chenle karena anak itu benar benar tidak mau lepas darinya.

Haechan memangku Chenle dan dengan lembut mengelus punggung Chenle yang masih sedikit terisak.

"Mommy kan sudah disini kenapa Chenle masih nangis? Sudah ya nanti Chenle tidak sembuh sembuh bagaimana, tidak mau pulang dan bermain?"

Chenle mendongak melihat Haechan, dan dengan reflek Haechan mengusap sisa sisa air mata di sudut mata Chenle.

"Ma mommy?"

"Iya nanti main sama mommy ya, tapi Chenle harus sembuh dulu mau kan?"

"Lele mauu" Chenle mengangguk semangat dan kembali memeluk Haechan.

Taeyong, sungchan dan Mark yang melihat hal itu merasa tenang akhirnya Chenle bisa berhenti menangis dan fokus pada proses penyembuhan saja.

"Haechan, bubu tinggal dulu sebentar ya. Nanti disini sama Mark gak papa kan"

Taeyong mengelus kepala Haechan.

"Ahh, iya bubu tidak apa apa"

"Bubu mau ambil pakaian buat Chenle sama Mark sama kamu juga nanti"

"Ahh, nanti biar Haechan ambil sendiri saja pakaian Haechan bubu"

"Tidak tidak, biar bubu saja. Kamu temani saja Chenle disini sama Mark, yang ada nanti Chenle nangis lagi kamu tinggal"

"Kalau gitu ini kunci rumah echan bubu"

"Sudah gak papa kejauhan nanti kalau kerumah kamu dulu mah, udah serahkan aja sama bubu semuanya oke, kamu tinggal duduk manis jaga Chenle aja"

Haechan akhirnya menurut saja dan Taeyong pun tersenyum manis kearahnya sebagai balasan.

"Mark jangan kemana mana kamu ini jagain anaknya sama calon mamanya"

Haechan tersipu malu mendengar ucapan Taeyong pada Mark, woilah walau tampan gitu Haechan juga kagak mau kalau disuruh nikah sama titisan kutub Utara bjir.

"Maksud bubu?"

"Halah pura pura mu tuh gak mempan, bubu tau kamu faham udah deh bubu mau pulang ayok Chan"

Sungchan pun mengikuti bubu dari belakang,

"Jangan lupa kak calon mamanya juga lh ya" goda Sungchan.

Me And Duda?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang